Kaderisasi untuk Anak

Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad:
عَنْ أبِى هُرَيْرَة (ر) أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ: إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ (رواه ابو داود)
“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya.”

seorang kakak kelas pernah berpendapat tentang hadits di atas. terutama tentang perkara ketiga.
menurutnya, untuk memiliki anak sholih yang mendoakan kita, butuh persiapan yang serius. dan persiapan tersebut bukan bermula ketika anak itu sudah besar, lalu kita ajarkan bagaimana sholat, puasa, dan ibadah-ibadah lainnya.
bukan seperti itu. melainkan bermula ketika kita memilih ibunya. iya, ketika kita memilih istri yang baik atau tidak.

akan tetapi, bila membicarakan hal seperti ini (bukan galau lho… =p), bagi saya ada dua harapan yang bertolak belakang.
pertama, yah, seperti yang dibicarakan saat ini. punya anak sholih dengan memilih istri yang sholihah. (masalahnya saya ga sholih-sholih amat, jadi mana ada akhwat yang mau. hahaha. lagian selama ini mencitrakan diri sebagai orang yang nyebelin =p)
kedua, saya pernah berharap kalo pernikahan saya adalah dakwah juga. mengubah seseorang menjadi lebih baik. saya rasa yang begini ini akan menghasilkan pahala yang sangat besar. selain itu, kasian kan kalo orang-orang yang belum tercerahkan oleh Islam nikahnya sama orang-orang yang belum tercerahkan juga. apalagi lebih banyak orang yang belum tercerahkan dibanding yang sudah. mereka akan terjerat oleh lingkaran setan tersebut.
umm, hanya saja saya ga siap euy, kalo nanti ngeliat istri saya ngobrol berdua dengan laki-laki lain (meski pun cuma ngobrol doang), pulang malam, dan lain-lain. gimana dong?

ok lupakan, kembali lagi ke topik tentang kaderisasi untuk anak.
dimana-mana, jika sedang membicarakan sesuatu, paling enak dengan mengaitkan bagaimana sikap atau pikiran Rasulullah terhadap sesuatu tersebut. toh, beliau adalah Uswah kita kan?
yah, walau saat ini saya tidak akan membicarakan bagaimana Rasulullah membina Fathimah Azzahra dss (dan saudara-saudarinya), karena kurang ilmunya. tetapi insya Allah agak nyambung kok.
jadi, saya kepikiran untuk menggunakan bagaimana Rasulullah membina para sahabat.

secara umum kita tahu bahwa Rasulullah membina para sahabat dengan dua fase, yaitu fase makkiyah dan fase madaniyah.
fase makkiyah memfokuskan pembinaan pada pembangunan fondasi aqidah selama tiga belas (13) tahun.
kalo inget-inget ini jadi malu. belum terbina selama tiga belas tahun, udah sok-sokan berdakwah. padahal aqidah belum kokoh, udah beralih ke tahap selanjutnya. gak nyunnah.
nah, itulah kenapa saya nulis ini. kita harus membina aqidah anak kita selama tiga belas tahun! dan kalo boleh saya tentukan hijrahnya, saya rasa akan tepat kalo kenaikan jenjang pendidikan dari SMP ke SMA adalah momen hijrah.
pertama, karena di SMA dakwah sudah mulai intens di lakukan (dakwah sekolah). kedua, karena SMA adalah masa-masa pubertas yang labil, bahaya kalo aqidah tidak kokoh. ketiga, karena saya sendiri mulai terlibat dalam dakwah ketika SMA dan saya rasa kurang banget ilmunya kalo baru mulai pembinaan pas SMA.
maka dari itu, sebelum waktu SMA, anak kita harus sudah kokoh banget aqidahnya, karena mulai pengaryaan dakwahnya adalah ketika SMA.

lantas, setelah tahu itu semua, seperti apakah pembinaannya?
Allahu’alam, saya juga belum mikirin sejauh itu. namun, saya rasa grand design-nya bisa kita temukan di Al Quran. kita bisa menggunakan ayat-ayat yang turun sebelum hijrah sebagai materinya. kalo bisa urutannya sesuai urutan turun. bahkan kalo perlu, kalo mau meminta anak kita hafalkan, hafalkanlah Al Quran sesuai urutan turunnya. kira-kira seperti ini:

Urutan Turun No. Surat Nama Surat Jumlah Ayat Tempat Turun
1 96 Al-‘Alaq 19 Makkiyah
2 68 Al-Qalam 52 Makkiyah
3 73 Al-Muzzammil 20 Makkiyah
4 74 Al-Muddatstsir 56 Makkiyah
5 1 Al-Faatihah 7 Makkiyah
6 111 Al-lahab 5 Makkiyah
7 81 At-Takwiir 29 Makkiyah
8 87 Al-A’laa 19 Makkiyah
9 92 Al-Lail 21 Makkiyah
10 89 Al-Fajr 30 Makkiyah
11 93 Adh-Duhaa 11 Makkiyah
12 94 Al-insyirah 8 Makkiyah
13 103 Al-‘Ashr 3 Makkiyah
14 100 Al-‘Aadiyaat 11 Makkiyah
15 108 Al-Kautsar 3 Makkiyah
16 102 At-Takaatsur 8 Makkiyah
17 107 Al-Maa’uun 7 Makkiyah
18 109 Al-Kaafiruun 6 Makkiyah
19 105 Al-Fiil 5 Makkiyah
20 113 Al-Falaq 5 Makkiyah
21 114 An-Naas 6 Makkiyah
22 112 Al-Ikhlas 4 Makkiyah
23 53 An-Najm 62 Makkiyah
24 80 Abasa 42 Makkiyah
25 97 Al-Qadr 5 Makkiyah
26 91 Asy-Syams 15 Makkiyah
27 85 Al-Buruuj 22 Makkiyah
28 95 At-Tiin 8 Makkiyah
29 106 Quraisy 4 Makkiyah
30 101 Al-Qaari’ah 11 Makkiyah
31 75 Al-Qiyaamah 40 Makkiyah
32 104 Al-Humazah 9 Makkiyah
33 77 Al-Mursalaat 50 Makkiyah
34 50 Qaaf 45 Makkiyah
35 90 Al-Balad 20 Makkiyah
36 86 Ath-Thaariq 17 Makkiyah
37 54 Al-Qamar 55 Makkiyah
38 38 Shaad 88 Makkiyah
39 7 Al-A’raaf 206 Makkiyah
40 72 Al-Jin 28 Makkiyah
41 36 Yaasiin 83 Makkiyah
42 25 Al-Furqaan 77 Makkiyah
43 35 Faathir 45 Makkiyah
44 19 Maryam 98 Makkiyah
45 20 Thaahaa 135 Makkiyah
46 56 Al-Waaqi’ah 96 Makkiyah
47 26 Asy-Syu’araa’ 227 Makkiyah
48 27 An-Naml 93 Makkiyah
49 28 Al-Qashash 88 Makkiyah
50 17 Al-Israa’ 111 Makkiyah
51 10 Yunus 109 Makkiyah
52 11 Huud 123 Makkiyah
53 12 Yusuf 111 Makkiyah
54 15 Al-Hijr 99 Makkiyah
55 6 Al-An’am 165 Makkiyah
56 37 Ash-Shaaffat 182 Makkiyah
57 31 Luqman 34 Makkiyah
58 34 Saba ‘ 54 Makkiyah
59 39 Az-Zumar 75 Makkiyah
60 40 Al-Mu’min 85 Makkiyah
61 41 Fushshilat 54 Makkiyah
62 42 Asy-Syuura 53 Makkiyah
63 43 Az-Zukhruf 89 Makkiyah
64 44 Ad-Dukhaan 59 Makkiyah
65 45 Al-Jatsiyaah 37 Makkiyah
66 46 Al-Ahqaaf 35 Makkiyah
67 51 Adz-Dzariyaat 60 Makkiyah
68 88 Al-Ghaasyiyah 26 Makkiyah
69 18 Al-Kahfi 110 Makkiyah
70 16 An-Nahl 128 Makkiyah
71 71 Nuh 28 Makkiyah
72 14 Ibrahim 52 Makkiyah
73 21 Al-Anbiyaa’ 112 Makkiyah
74 23 Al-Mu’minuun 118 Makkiyah
75 32 As-Sajdah 30 Makkiyah
76 52 At-Thuur 49 Makkiyah
77 67 Al-Mulk 30 Makkiyah
78 69 Al-Haaqqah 52 Makkiyah
79 70 Al-Ma’aarij 44 Makkiyah
80 78 An-Naba’ 40 Makkiyah
81 79 An-Nazi’at 46 Makkiyah
82 82 Al-Infithaar 19 Makkiyah
83 84 Al-Insyiqaaq 25 Makkiyah
84 30 Ar-Ruum 60 Makkiyah
85 29 Al-‘Ankabuut 69 Makkiyah
86 83 Al-Muthaffifiin 36 Makkiyah
87 2 Al-Baqarah 286 Madaniyah
88 8 Al-Anfaal 75 Madaniyah
89 3 Ali ‘Imran 200 Madaniyah
90 33 Al-Ahzab 73 Madaniyah
91 60 Al-Mumtahanah 13 Madaniyah
92 4 An-Nisaa’ 176 Madaniyah
93 99 Al-Zalzalah 8 Madaniyah
94 57 Al-Hadiid 29 Madaniyah
95 47 Muhammad 38 Madaniyah
96 13 Ar-Ra’du 43 Makkiyah
97 55 Ar-Rahmaan 78 Makkiyah
98 76 Al-Insaan 31 Madaniyah
99 65 Ath-Thalaaq 12 Madaniyah
100 98 Al-Bayyinah 8 Madaniyah
101 59 Al-Hasyr 24 Madaniyah
102 24 An-Nuur 64 Madaniyah
103 22 Al-Hajj 78 Madaniyah
104 63 Al-Munaafiquun 11 Madaniyah
105 58 Al-Mujaadilah 22 Madaniyah
106 49 Al-Hujuraat 18 Madaniyah
107 66 At-Tahriim 12 Madaniyah
108 64 At-Taghaabun 18 Madaniyah
109 61 Ash-Shaff 14 Madaniyah
110 62 Al-Jumu’ah 11 Madaniyah
111 48 Al-Fath 29 Madaniyah
112 5 Al-Maa-idah 120 Madaniyah
113 9 At-Taubah 129 Madaniyah
114 110 An-Nashr 3 Madaniyah

(referensi : Revelation Order of the Qur’an)

profil yang harus sudah terbentuk ketika memasuki masa SMA adalah syakshiyyah islamiyyah, terutama pada aspek aqidah, ibadah, akhlaq, jasmani, pikiran, dan ruhani/emosi.

ok, sekian dulu tulisan kali ini, sekarang saatnya membaca tafsir ayat-ayat di atas supaya bisa merumuskan konten pembinaan bagi anak-anak kita. hoho.
(btw, ada gak sih, Al Quran yang disusun berdasarkan turunnya ayat. jadi, halaman pertama adalah Al ‘Alaq ayat 1-5 dan halaman terakhir adalah Al Maidah ayat 3?)

3 thoughts on “Kaderisasi untuk Anak

  1. yang tau ada sih bentuknya buku, sirah tebal plus gambar dan ayat2 turunnya. tapi belum punya juga.

    btw kalo ga salah, Al-Ikhlas itu surat ke-19 yang diturunkan. mungkin selain Al-Falaq dan An-Naas ada surat2 yang diturunkan bersamaan juga.

    terus ayat yang turun terakhir bukan Al-Ma’idah ayat 3 (tapi lupa surat apa ayat berapa).

  2. SMA baru hijrah..?
    kelamaan ga ya? seharusnya dari SD sudah terlibat aktif dalam da’wah. Anak kader dari kecil sangat berpotensi untuk ditumbuhkan militansinya. Hehehe, pengennya…

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s