Gerhana Bulan 100 Menit

Pada malam nanti hingga pagi hari tanggal 16 Juni 2011, jika Bulan tidak tertutup oleh awan mendung, seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan peristiwa gerhana bulan total.

Berikut ini fase-fase gerhana bulan nanti:

  1. Bulan mulai masuk bayangan penumbra Bumi (P1) atau awal gerhana samar terjadi pada pukul : 00:24:33 WIB. Fase ini Bulan tidak teramati jelas mengalami gerhanan seolah seperti bulan purnama biasa, karena bayangan penumbra bumi sangat lemah. Sekalipun demikian masih dapat dilihat lewat teleskop maupun piranti elektronik.
  2. Bulan mulai masuk bayangan umbra bumi (U1) atau awal gerhana parsial atau gerhana sebagian pada pukul:01:22:55 WIB. Bentuk bulan perlahan-lahan berubah dari bulat menjadi sabit karena gerhana.
  3. Awal Gerhana Bulan Total (U2) berlangsung pada pukul 02:22:29 WIB. Bulan tampak bercahaya redup berwarna merah tembaga, akibat refraksi atau pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.
  4. Tengah gerhana (Mid) atau maksimum gerhana berlangsung pada pukul 03:12:36 WIB.
  5. Akhir Gerhana Bulan Total (U3) berlangsung pada pukul: 04:02:41 WIB, memasuki fase gerhana bulan parsial.
  6. Bulan mulai meninggalkan bayangan umbra bumi (U4) pada pukul 05:02:12 WIB., memasuki gerhana samar.
  7. Bulan mulai meninggalkan bayangan penumbra bumi (P4) pada pukul 06:00:44 WIB., meninggalkan gerhana samar. Pada fase ini Bulan masih dapat teramati di Jakarta, karena Bulan akan terbenam pada pukul 06:10:10 WIB.

Sunnah muakkad bagi orang yang melihat gerhana untuk shalat khusuf.

“…Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan berdoalah hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 1040)

Dalam riwayat lain.

“…Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak terjadi gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka banyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan shalat dan bersedekahlah. Wahai ummat Muhammad! Demi Allah, tidak ada yang melebihi kecemburuan Allah kecuali saat Dia melihat hamba laki-laki atau hamba perempuan-Nya berzina. Wahai ummat Muhammad! Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis.” (HR. Al-Bukhari no. 1044 dan Muslim no. 1499)

Berikut ini tata cara shalat gerhana dari hadits Bukhari dan Muslim:

  1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mendirikan shalat bersama orang banyak.
  2. Beliau berdiri dalam shalatnya dengan memanjangkan lama berdirinya.
  3. Kemudian ruku’ dengan memanjangkan ruku’nya.
  4. Kemudian berdiri dengan memanjangkan lama berdirinya, namun tidak selama yang pertama. (keterangan: kembali membaca alfatihah dan surat pilihan)
  5. Kemudian beliau ruku’ dan memanjangkan lama ruku’nya, namun tidak selama rukuknya yang pertama.
  6. Kemudian beliau sujud dengan memanjangkan lama sujudnya. (keterangan: beliau sujud setelah i’tidal dan diselingi duduk diantara dua sujud)
  7. Beliau kemudian mengerjakan rakaat kedua seperti apa yang beliau kerjakan pada rakaat yang pertama. (keterangan: ulangi nomor 2-6, lalu duduk tahiyat dan salam)
  8. Saat beliau selesai melaksanakan shalat, matahari telah nampak kembali.
  9. Kemudian beliau menyampaikan khutbah kepada orang banyak, beliau memulai khutbahnya dengan memuji Allah dan mengangungkan-Nya.

Allahu’alam

*percayalah, astronomi itu menakjubkan =j*

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s