[jurnal] Proyek Buku LDW Lagi

Kita bukanlah termasuk ke dalam golongan manusia yang suka menyebutkan amal-amal yang telah kita lakukan untuk dakwah. Kita lebih meyakini perkataan yang pernah disampaikan Ustadz Rahmat Abdullah. “Dua hal yang kita harus ingat: keburukan kita dan kebaikan orang lain.” Begitu tutur beliau yang juga ditayangkan dalam film ‘Sang Murabbi.’ “Dan dua hal yang harus kita lupakan: kebaikan kita dan keburukan orang lain.”

Semoga tulisan ini masih mewarisi semangat ikhlas tersebut. Semoga kita semua dilindungi dari noktah-noktah riya dalam setiap helai hurufnya. Tulisan ini mengajak agar kita semua bisa saling berbagi rasa, saling berbagi asa. Agar kita bisa bersama-sama menyiduk makna, menyaring hikmah, merangkainya dengan indah. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi inspirasi dalam menyusuri teriknya hari. Menjadi tenaga penuh energi dalam meniti jalan dakwah yang terjal ini.

Tertanggal 20 Februari 2010, saya, Reza Primawan Hudrita, terpilih menjadi Kepala LDSAPPK “MuSA” ITB. Sejak saat itu yang ada dalam benak saya adalah kisah teladan Muhammad Al Fatih.

Memang penaklukan Konstantinopel telah Allah janjikan sedari dulu melalui lisan Nabi-Nya, akan tetapi bukan berarti Muhammad Al Fatih tanpa persiapan dalam menyongsong takdirnya itu. Muhammad Al Fatih selalu diperdengarkan oleh gurunya secara terus-menerus hadits yang menyatakan bahwa pemimpin yang menaklukan Konstantinopel adalah sebaik-baiknya pemimpin, hingga hal tersebut menjadi suatu obsesi tersendiri bagi Muhammad Al Fatih. Berawal dari hadits itu, Muhammad Al Fatih mempersiapkan dirinya dengan menjaga amalan wajib dan sunnah semenjak beliau baligh. Terbukti, ketika beliau mengecek amalan para pasukan yang akan menaklukan Konstatinopel, hanya beliau yang menjalankan semuanya.

Obsesi. Satu kata kunci itulah yang dimiliki Muhammad Al Fatih dalam menghidupkan janji Allah yang dilantunkan Utusan-Nya. Kini giliran kita yang harus memiliki obsesi untuk merebut takdir kepahlawanan kita. Setiap bangsa akan Allah pergilirkan untuk memimpin peradaban dunia. Mulai dari Romawi, Arab, Cina, Inggris hingga Amerika telah mendapatkan perannya. Kelak bangsa Melayu, tepatnya Indonesia, pasti akan memimpin peradaban dunia. Mungkin hal itu akan tiba bukan di masa kita, namun langkahnya harus kita mulai saat ini. Hal inilah yang melandasi gerak kepemimpinan saya selama menjadi kepala MuSA, yaitu: Mimpi akan Indonesia Islami, dari kampus menuju peradaban Islam.

Saya percaya bahwa arsitektur dan planologi (tata kota) adalah wadah awal terbangunnya peradaban. Bila rancangan arsitektur dan tata kotanya Islami akan tercipta perilaku Islami, lalu akan berkembang menjadi kebiasaan Islami, setelah itu akan jadi gaya hidup Islami, kemudian akan tercipta budaya Islami, hingga suatu saat nanti peradaban Islam akan tercipta dengan sendirinya. Rekayasa peradaban ini harus dimulai dari sekarang, dengan momentum ketika saya menjadi kepala MuSA.

Langkah awal yang saya lakukan adalah membentuk tim formatur MuSA. Tim ini berfungsi untuk meng-konstruksi MuSA, karena ketika tongkat estafet kepengurusan MuSA diberikan ke saya, saat itu MuSA baru berumur dua tahun dan bisa dibilang benar-benar masih kosong. Tahun pertama MuSA, strukturnya hanya ada kepala MuSA sendirian saja. Ketika tahun kedua, sudah ada strukturnya tetapi orang-orang yang ada hanya koordinatornya saja (belum ada staf), maka dari itu pengurus MuSA saat itu baru ada 4 orang: Kepala MuSA, Sekjen MuSA, Kepala Sektor Internal, dan Kepala Sektor Syiar. Tim formatur bertugas merumuskan visi MuSA hingga strukturnya. Nah, struktur di kepengurusan saya tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya, yaitu hanya ada 4 posisi: Kepala MuSA, Sekum MuSA (nama Sekjen diganti menjadi Sekum), Sektor Internal, dan Sektor Syiar. Oke, kita bahas satu persatu.

Kepala MuSA

Selain menjadi komandan tertinggi eksekutif MuSA, Kepala MuSA juga menjadi penanggung jawab jaringan MuSA terhadap GAMAIS ITB (pusat dan wilayah, terutama di SAPPK), Ikatan Mahasiswa Arsitektur ITB, Himpunan Mahasiswa Planologi ITB, Dekan SAPPK ITB, Kepala Program Studi Arsitektur ITB, Kepala Program Studi Planologi ITB, Dosen-dosen SAPPK ITB, Karyawan-Karyawan SAPPK ITB, dan Lembaga Dakwah Arsitektur dan Planologi se-Indonesia.

Agenda bulanan Kepala MuSA adalah mengikuti Musyawarah Pimpinan Lembaga Dakwah Wilayah dari GAMAIS pusat, lalu mengadakan Musyawarah Wilayah SAPPK bersama Kepala gARis, Kepala KMMP, dan Sekum MuSA. Sisanya insidental: bertemu dengan petinggi Ikatan Mahasiswa Arsitektur ITB untuk mencocokan jadwal masing-masing lembaga, ngobrol dengan Kepala Program Studi Arsitektur ITB yang ternyata sangat mendukung kegiatan ke-Islaman, memberikan kartu Idul Fitri kepada semua Dosen (termasuk Dekan-Kaprodi) dan Karyawan SAPPK ITB, dan membangun jaringan dengan mahasiswa Islam jurusan Arsitektur dan Planologi se-Indonesia (tidak semua kampus ada Lembaga Dakwah Wilayahnya). Jaringan yang terbentuk di akhir kepengurusan mencapai lebih dari 30 kampus, bahkan ada yang dari Universiti Teknologi Malaysia. Saya juga sempat berkunjung ke Arsitektur UNS dan Arsitektur-Planologi UGM dalam rangka membangun jaringan.

Sekretaris Umum MuSA.

Tugas utama Sekum adalah mengatur masalah administratif MuSA, komandan tertinggi eksekutif dakwah Tahap Persiapan Bersama melalui Rohis Kelas, dan penanggung jawab 2 acara insidental MuSA: Penyambutan Mahasiswa Baru SAPPK 2010 dan Penyambutan Bulan Suci Ramadhan.

Dalam memenuhi keperluan organisasi MuSA, Sekum mengadakan sayembara lambang MuSA yang nantinya dipakai untuk membuat stempel dan kop surat MuSA. Sekum juga mendata surat masuk dan membuat standar surat keluar. Lalu, untuk dakwah TPB, saya menaruh PJ ikhwan dan PJ akhwat Rohis Kelas di Kesekuman MuSA. Mereka bertugas mengatur teman-teman seangkatannya untuk aktif di MuSA, baik sebagai subjek maupun objek.

Ketika Penyambutan Mahasiswa Baru SAPPK 2010, saya memberi 3 arahan ke panitia: Pertama, buat acara yang rutin namun menyentuh. Waktu itu yang panitia lakukan adalah masuk ke kelas-kelas mereka setiap pagi pada hari senin dan kamis untuk memimpin doa belajar dan membagikan buletin, jalan-jalan keliling ITB untuk membahas desain ITB sekaligus memperkenalkan lokasi-lokasi yang ada di ITB, serta bagi-bagi (meminjamkan) buku mata kuliah TPB. Perlu diingat, mereka masih baru di ITB, kita bangun mindset pada diri mereka bahwa kegiatan yang Islami itu menyenangkan dan sudah biasa dilakukan di ITB selama ini. Kedua, dengan media dan propaganda. Kita takkan membiarkan mereka tidak tersentuh oleh dakwah MuSA meski hanya sehari. Penyuasanaan dengan media ini diharapkan memberi kesan pada diri mahasiswa baru bahwa SAPPK adalah fakultas yang Islami dan MuSA adalah organisasi yang eksis dan bermanfaat. Kami juga mendata nama lengkap dan email mereka, lalu dicari akun facebook-nya untuk dimasukkan ke dalam grup MuSA. Setelah itu kami kirimkan tulisan-tulisan Islami. Ketiga, dengan memberdayakan mahasiswa baru SAPPK 2010 yang telah terbina di SMA-nya, yaitu dengan tiga tahapan: mendata siapa saja yang pernah ikut DKM/Rohis ketika SMA-nya, mengumpulkan mereka, lalu pembentukan Rohis Kelas.

Untuk acara Penyambutan Bulan Suci Ramadhan dari MuSA, insya Allah akan dibahas diakhir nanti.

Sektor Internal MuSA

Program sektor Internal yang pertama dan utama adalah mengenai permentoringan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu: rekrutmen peserta mentoring, pendataan keberjalanan mentoring per pekan untuk menjaga kuantitas mentoring, rekrutmen mentor, dan mengadakan forum mentor untuk menjaga kualitas mentoring. Kemudian, sektor ini juga mengadakan pembinaan keislaman rutin dengan menggunakan kurikulum yang disediakan MSDA GAMAIS pusat untuk meningkatkan aspek ruhiyah dan fikriyah pengurus, dan mengadakan OSKM (Olahraga Sehat Keluarga MuSA) untuk meningkatkan aspek jasadiyyah pengurus.

Selain yang rutin, sektor Internal sedikitnya mengadakan dua acara insidental. Pertama, The SImS (The SAPPK Islamic School) yang intinya jalan-jalan di sekitar Gedung Sate dan Museum Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Di sana kita nge-games untuk meningkatkan kerja sama dan kepemimpinan, ada bikin sketsa bareng dengan Gedung Sate sebagai objeknya, dan ditutup dengan presentasi dari gARis dan KMMP di Masjid Pusdai. Tujuan utama The SImS adalah memperkenalkan gARis dan KMMP ke anak-anak SAPPK 2010, harapannya mereka bisa aktif di acara-acara kedua LDPS tersebut ketika sudah penjurusan.

Acara insidental sektor Internal yang kedua adalah MIT (MuSA Integrated Training) yang intinya mempersiapkan kepengurusan baru. Di MIT ada tiga materi, yaitu: “Membentuk Karakter Diri secara Mandiri” yang targetnya agar peserta memiliki bekal dalam da’wah dan paham urgensi mengaktualisasi diri sendiri; “Leadership, Followership, and Team Building” yang targetnya agar peserta paham etika berorganisasi dan urgensi kerjasama tim, terutama antara pemimpin dan staf; dan “Bagaimana Memulai Kepengurusan Suatu Organisasi” yang targetnya agar peserta mengetahui langkah-langkah awal menjalankan suatu organisasi.

Nah, ada satu lagi kerjaan sektor Internal yang beda dengan penjelasan sebelumnya, yaitu Dana Usaha. Danus masuk kesini karena ada kesamaan dengan pembinaan, yaitu sama-sama mempersiapkan amunisi bagi MuSA. Pembinaan mempersiapkan amunisi berupa SDM, sedangkan danus mempersiapkan amunisi berupa dana untuk MuSA. Kegiatan rutinnya adalah investasi MuSA. Investasi MuSA adalah modal awal bagi danus. Pada pekan pertama tiap bulan, pengurus MuSA diambil infaq dengan jumlah tak dibatasi. Lalu pada pekan kedua dan ketiga, sektor Internal memutar uang tersebut dengan mengusahakan dana mandiri. Dan pada akhir bulan, infaq yang diambil ke pengurus dikembalikan sesuai dengan jumlah yang diberikan. Selain investasi, danus MuSA juga melakukan jualan jus buah, terutama ketika ada USM ITB.

Sektor Syiar MuSA

Proker andalan sektor Syiar MuSA adalah tutorial mata kuliah Kalkulus, Fisika, dan Kimia. Untuk mengadakan tutorial tersebut, MuSA bekerja sama dengan LDPS Matematika “KM3”, LDPS Fisika “Maifi”, dan LDPS Kimia “Kamamuki”. MuSA juga memiliki jaringan Buku dengan cara mendata buku-buku yang dimiliki oleh pengurus MuSA lalu daftarnya disebarkan ke mahasiswa SAPPK. Bila ada yang mencari suatu buku, tinggal lihat daftar buku tersebut, lalu pinjam ke orang yang punya dari daftar itu.

Lalu sektor MuSA juga punya buletin. Ada cerita unik terkait buletin. Setelah MuSA menyebarkan buletin untuk anak-anak SMA yang ikut USM di ITB, ternyata ada yang SMS ke MuSA. Intinya menyatakan ketertarikan untuk ikut MuSA, padahal dia masih SMA lho. Lumayan kan merekrut pengurus sedari masih SMA.

Di luar itu, MuSA mensyiarkan Islam melalu media maya bernama facebook dan melalui SMS taushiyyah. MuSA memiliki akun dan grup untuk menyebarkan nilai-nilai Islam ke mahasiswa SAPPK. Di grup ini sering pula ada siswa SMA yang gabung karena ingin masuk SAPPK.

Acara Puncak

Sebenarnya pembahasan struktur MuSA, berakhir di sini. Akan tetapi ada satu hal lagi yang ingin saya ceritakan, yaitu: Acara Penyambutan Bulan Suci Ramadhan oleh MuSA.

Ketika bulan Ramadhan 1431 H lalu, tepatnya 21 Agustus 2010 M, MuSA mengadakan acara syiar Islam skala nasional. Acara itu diberi nama “Seminar Peradaban Islam” dan terdiri dari dua sesi: Sesi pertama berupa seminar yang membahas peradaban Islam melalui sudut pandang keilmuan Arsitektur dan Planologi. Alhamdulillah, yang hadir sekitar 70 orang, mulai mahasiswa sampai masyarakat umum, baik dari bandung sampai dari sumatera, padahal tempatnya di GSG Salman (berhubung saat itu birokrasi di ITB sedang rumit-rumitnya, karena adanya unit baru di Lembaga Kemahasiswaan ITB).

Sedangkan sesi kedua adalah silaturahim lembaga dakwah Arsitektur dan Planologi se-Indonesia. Dari silaturahim ini, dideklarasikan Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Planologi dan Arsitektur. Forum ini merupakan manifesto mimpi saya untuk mewujudkan peradaban Islam di Indonesia pada masa yang akan datang.

Tujuan Forum ini adalah:

  1. Menginisiasi kampus yang belum ada lembaga dakwah jurusan arsitektur dan planologi, serta pendampingan lembaga dakwah jurusan arsitektur dan planologi yang masih belum aktif. Semoga dengan adanya forum ini, semakin banyak arsitek dan planer shalih yang merancang peradaban Islam
  2. Perluasan dan pengokohan jaringan lembaga dakwah jurusan arsitektur dan planologi. Targetnya semua kampus yang ada jurusan arsitektur/planologi-nya bisa ikut ke forum ini. Selain itu, semoga forum ini menjadi tempat tukar informasi tentang acara atau prestasi suatu lembaga dakwah jurusan agar tercipta nuansa saling berlomba-lomba dalam kebaikan
  3. Propaganda “Peradaban Islam” melalui keilmuan arsitektur dan planologi agar masyarakat awam semakin tercelup dengan nilai-nilai Islam dari sudut pandang keilmuan arsitektur dan planologi
  4. Media diskusi keilmuan dan profesi Arsitektur dan Planologi dari sudut pandang Islam, bisa juga saling tukar catatan kuliah dari kampusnya masing-masing

Alhamdulillah, hingga saat ini forum masih terus berjalan dan semakin memperluas jaringannya. Forum ini disambut baik oleh para aktivis dakwah kampus dari jurusan arsitektur dan planologi se-Indonesia dan menjadi sumber inspirasi bagi mereka.

Itu saja sedikit kisah yang dapat saya bagi ketika saya beramanah sebagai Kepala Muslim SAPPK pada tahun 2010 lalu. Sungguh masih banyak kekurangan dari kepemimpinan saya. Meski begitu, semoga bisa bermanfaat dan mendatangkan keberkahan bagi kita semua.

Terakhir, ada satu kalimat yang menjadi motto saya ketika kelelahan menjalani amanah. Kalimat dari Imam Ahmad bin Hambal: Laa izzata illa bil Jihad, Laa Rohata lil mu’miniina illa fil Jannah.

Allahu’alam

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.