Shalat Tarawih

Arti Tarawih

Kata tarawih adalah bentuk jamak dari kata tarwih, yang berasal dari kata raha yang artinya “mengambil istirahat”. Shalat ini disebut shalat tarawih, karena orang yang menjalankan shalat ini mengambil istirahat sejenak.

Tata Cara Shalat Tarawih

Ada dua hadits yang harus kita renungi untuk mengetahui tata cara shalat ini.

Pertama,
“Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam shalat tidak lebih dari sebelas rakaat, baik dalam bulan Ramadhan maupun lainnya: Beliau salat empat rakaat –jangan tanya tentang bagus dan lamanya– kemudian empat rakaat lagi –jangan tanya pula tentang bagus dan lamanya–, kemudian tiga rakaat…” (HR. Muslim)

Kedua,
Dari Ibnu Umar radhiallahu anhu berkata: “Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika engkau khawatir akan datanya fajar maka shalatlah 1 rakaat agar jumlah rakaatnya ganjil.’” (Muttafaqun ‘ilaihi)

Dari dua hadits di atas kita tahu bahwa Shalat Tarawih berarti: shalat dua rakaat lalu salam, kemudian shalat dua rakaat lalu salam. Nah, sampai sini istirahat dulu; seperti tilawah, makan(?), tidur(?), fesbukan(?), iya makin ngaco hehe. Setelah itu dillanjutkan lagi dua rakaat hingga salam, lalu dua rakaat lagi hingga salam. Kemudian istirahat lagi. Setelah itu baru witir.

Lalu, bagaimana dengan shalat Tarawih yang 23 rakaat (+ witir)?

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz (beliau Mufti Kerajan Saudi Arabia pada zamannya) menjawab tidak mengapa shalat 11 rakaat maupun 23 rakaat, karena Rasulullah tidak pernah secara tegas membatasi shalat sunnah pada jumlah tertentu (yang penting shalatnya dua rakaat-dua rakaat, sesuai dengan hadits dari Ibnu Umar di atas).

Selain itu, Ibnu Taimiyyah juga menyebutkan bahwa permasalahan bilangan shalat malam adalah permasalahan yang ada kelonggaran di dalamnya.

Baiknya kita mengikuti imam shalat Tarawih saja. Alasannya dari hadits berikut ini:

Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450)

dalam lafazh yang lain: “Ditulis baginya pahala shalat di sisa malamnya.” (HR. Ahmad, no. 20474)

Selain itu, shalat tarawih 23 rakaat pernah dilakukan oleh Umar Radhiallahu’anhu dan sahabat yang lain (kadang 11 rakaat juga). Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz men-shahih-kan hadits ini (meskipun di-dhaif-kan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani). Menurutnya, ini bukanlah keburukan, bukan pula kebid’ahan. Bahkan shalat tarawih 23 rakaat adalah sunnah Khulafa Ar Rasyidin.

Ketika menjadi khalifah, Umar Radhiyallahu ‘Anhu melihat orang-orang shalat malam di masjid sendiri-sendiri, dua orang-dua orang, dan tiga orang-tiga orang. Maka, Umar pun mengumpulkan mereka dalam satu jamaah dengan diimami oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu’anhu, dimana dia shalat 20 rakaat. Para sahabat sepakat dengan apa yang dilakukan Umar. (Kifayatu Al-Akhyar fi Halli Ghayati Al-Ikhtishar/Imam Taqiyuddin Abu Bakr bin Muhammad Al-Husaini Al-Hishni Asy-Syafi’i/Jilid 1/Hlm 88)

Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa Ubay bin Ka’ab meringankan shalatnya sehingga menambah jumlah rakaat (sebagai ganti dari berdiri yang lama). Konon karena kondisi jama’ah pada saat itu, tidak kuat untuk berdiri terlalu lama, sehingga berdirinya diperpendek, nampun rakaat shalatnya diperbanyak.

Jadi, kualitas shalat tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat harusnya sama-sama baiknya. Bukan seperti sekarang ini, shalat 23 rakaat tetapi selesainya lebih cepat daripada yang 11 rakaat, saking terburu-burunya.

CMIIW, Allahu’alam.

3 thoughts on “Shalat Tarawih

  1. “Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450)”

    berarti istilah sholat “tarawih” memang dari nabi ya pe? atau itu penafsiran terjemahan? gw g tau redaksi arabnya kek gmn,,,ngeliat2 referensi kitab hadits ada yg on line g ya? gak punya bukunya euy

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s