Ramadhan adalah Medan Tempur

wah, udah lama ga ngeblog. sebenernya cukup banyak ide tulisan, tapi ga sempet ngetik aja. hehe, sok sibuk.

umm, setelah sampai bulan ramadhan, saya merenungi banyak hal terkait ibadah. utamanya tentang tilawah.

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. ” (HR. At-Tirmidzi)

saya merasa bahwa hadits ini memotivasi kita untuk memperbanyak membaca alquran, sedangkan untuk memahami alquran adalah urusan yang lain yang sama-sama harus kita lakukan.

apalagi di bulan ramadhan, kita harus bisa sebanyak-banyaknya membaca alquran. sedangkan untuk mempelajarinya bisa kita lakukan selama 11 bulan sebelumnya.

ya, karena ramadhan adalah bulannya beramal, sedangkan berilmu dilakukan pada bulan selainnya.
ya, karena ramadhan adalah medan tempur, sedangkan latihannya kita lakukan pada bulan selainnya.

namun, anehnya banyak orang yang menganggap bahwa ramadhan adalah bulan untuk latihan melawan hawa nafsu. atau ada juga orang yang menjelang ramadhan mengadakan acara cucurak, yaitu makan-makan sebelum berpuasa selama sebulan penuh.

saya katakan aneh karena analoginya gini: masa mau lomba lari tapi malah tidur terus?
masa mau lapar-laparan tapi malah makan terus? yah, nanti pasti gakan kuat puasa, karena ga biasa.

nah, begitu juga dengan tilawah. kalo mau bisa baca alquran yang banyak, kita harus bisa membacanya dengan cepat. dan untuk itu, kita perlu persiapan, yaitu:

  1. sudah biasa membaca alquran dengan tajwid yang baik, karena tidak sedikit ayat yang terulang dalam alquran. misal: إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ (baca: idza tutsla ‘alayhi ayatuna qola asatirul awwalin), كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ (baca: kullu nafsin dza-iqotul mauts), dan لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ (baca: likullu ummatin ajal). nah, kalo udah biasa baca quran, pas ketemu awal ayat itu ga usah liat mushaf pun insya Allah bisa melanjutkan, karena sudah dengan sendirinya terekam dalam memori.
  2. dikit-dikit belajar bahasa arab agar mengerti. karena nanti akan muncul kaidah-kaidahnya dan mempermudah kita dalam membacanya. misal: kalo bertemu dengan kalimat يَسْأَلُونَكَ (baca: yas-alunaka), pasti kalimat selanjutnya diawali dengan قُلِ (baca: qul). lagian kalo kita ngerti, kita jadi tahu harus berhenti dimana kalo nafas habis ditengah ayat dan tahu harus ngulang dari mana, seperti syaikh al mathrud dalam rekod murattal an naba’-nya, beliau berhenti pada tengah ayat terakhir tanpa mengulang. hal semacam itu hanya bisa dilakukan kalo ngerti artinya. kalo mau lebih jauh lagi, dengan belajar bahasa arab, kita bisa memahami apa yang kita baca sehingga bisa menghayati bacaan. misal: ketika bertemu dengan ayat-ayat surga dan neraka, kita bisa terenyuh dan menangis karena berharap masuk surga dan takut masuk neraka.
  3. dikit-dikit menghafal alquran. yah, ini mah ga usah dijelasin lah ya. kalo kita hafal, pasti cepet bacanya. ga percaya? silakan cek pake stopwatch ketika baca surat yang sudah kita hafal dengan surat yang belum kita hafal, lebih cepet mana.
  4. terakhir, untuk bonus aja. coba dikit-dikit belajar ‘lagu’ tilawah. kalo banyak variasi, insya Allah ga bikin jenuh. hehe. tapi, inget: harus benar dulu bacaannya.

terakhir, dengan berbagai persiapan itu, saya harap kita semua bisa membuat rekor tersendiri ibadah di bulan ramadhan, karena sayang banget kalo ibadah di bulan ramadhan dengan di bulan lain sama saja. seolah ga ada semangat untuk lebih baik dan lebih banyak beribadah di bulan ramadhan.

untuk memotivasi temen-temen, rekor saya sampai saat ini baru bisa membaca alquran 7 juz dalam sehari. tapi itu mentok, udah lima kali seperti itu dan gabisa nambah lagi =(
lalu, apa rekor yang temen-temen buat? hehe…

yuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

sekian dulu.
Allahu’alam

One thought on “Ramadhan adalah Medan Tempur

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s