How can I be smiling when you’re gone?

Haha… (ketawa miris)
Judul postingan kali ini ngutip dari sebuah lagu pop. Agak galau dan labil gitu sih.

Tapi jujur aja, lagu ini mengingatkan saya ke dakwah sekolah.
Ternyata sudah berlalu 4 tahun ya? *dan saya belum juga lulus =(*

Waktu itu, saya satu-satunya peserta IT (integrated training) yang diamanahkan jadi mentor.
Masih inget kok, kelas X-4! dan anak-anaknya udah pada lulus dari SMANSA 2010 lalu.
Padahal saya lagi semangat banget jadi mentor, padahal udah nyiapin banyak bahan supaya mentoringnya menarik.

Ah andai angan-angan itu bermanfaat, pengen banget ketemu mereka lagi.
Soalnya baru ketemu sekali sih, itu juga waktu mentoring general.
Sebab tak lama setelah itu, pengumuman SPMB keluar dan mengharuskan saya migrasi ke Bandung.

Hubungannya sama lagu Say It Isn’t So-nya Gareth Gates, karena saya berharap saat itu ada yang menahan kepergian saya (cari aja liriknya).

“Say it isn’t so, tell me you’re not leaving. Say you’ve changed your mind now.”
“How can I be smiling when you’re gone?”

Dan meminta saya untuk berada di dakwah sekolah saja, di SMANSA kita…
Haha (ketawa miris lagi), emang ngarep doang sih…



Akan tetapi, kalo itu terjadi, sungguh saya akan jawab: “If you wanna know, I don’t wanna let go.”
Karena saya cinta SMANSA, saya berhutang banyak pada SMANSA…
Saya ingin berada di dakwah sekolah, di SMANSA kita…

3 thoughts on “How can I be smiling when you’re gone?

  1. ph…… *speechless sejenak*
    luar biasa ya cinta yg Allah tanamkan di hati2 kita untuk sekolah yg satu itu. saya jg pake lagu pop ah *hahahah geuleuh nya*

    “all i want to do is find my way back into love”
    kalau cinta pada smansa begitu memanggil2, maka temukan jalan kesana. saya baru benar2 menikmati DS smansa itu setelah lulus kuliah, setelah 4 th di DK^^v

  2. Mau balik lagi?
    Boleeeeh…
    Kalopun tidak di SMANSA, ladang dakwah sekolah di Bogor masih luaaaaaas.
    Syaratnya satu: Segera LULUS!🙂

  3. bismillah

    kalau PH saja berhutang pd Smansa, apalagi saya?
    itulah salah satu dari sekian banyak alasan sy begitu cinta pd Dakwah Sekolah. Yang Allah tumbuhkan justru setelah saya sudah tidak berada di sklh lg, di Smansa lagi.
    Tapi justru itu yang membuat alasan smkn kuat

    Saya berhutang banyak pada Smansa, pd tmn2 DKM 2007, pd aa dan teteh yg sukses menjadi perantara hidayah Allah untuk saya.

    Dan sepertinya hutang ini entah akan lunas terbayar atau tidak, just give all i have and do all i can do,

    Ya muqollibal qulub, tsabbit qolbi ‘ala diinika wa ‘ala thaa ‘atik

    *maaf ya, lg ga kepikiran lagu yg tepat apa

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s