Demi apa?


iseng ngisi tes kepribadian di http://www.demiapa.com, ini dia hasilnya:

Demi Ideal
1. Kamu sangat berhati-hati menghadapi orang lain sehingga terkesan pemalu. Cuma sedikit yang kamu ajak cerita.
2. Kamu peduli pada orang lain dan baik hati. Kamu bisa berjuang mati-matian untuk idealisme yang kamu anggap penting.
3. Kamu nggak pernah terus terang kalau kamu nggak suka sesuatu dan lebih memilih diam supaya semua tetap damai.
4. Kamu suka lingkungan kerja yang tenang dan bebas konflik supaya bisa konsentrasi bekerja.
5. Kamu butuh banyak waktu untuk memikirkan sebuah ide, mematangkannya, dan baru mengerjakannya.
6. Kamu lebih suka kalau ada jadwal dan struktur yang jelas agar kamu bisa mengerjakan pekerjaan satu demi satu.
7. Konsentrasi kamu dalam bekerja sangat tinggi, bahkan sering sampai lupa makan dan minum.
8. Orang-orang senang bekerja sama denganmu karena kamu mudah beradaptasi dan penuh perhatian.
9. Kamu mudah sakit hati kalau dikritik.
10. Kamu paling efektif bekerja di lingkungan yang nilai dan idealismenya sama dengan kamu.
11. Kamu sangat kreatif dan paling semangat kalau ditugaskan mengembangkan ide baru.
12. Kamu nggak terlalu suka mengerjakan hal yang repetitif dan detail. Bisa-bisa malah berantakan.

jadi, nanti tinggal liat kamu dapat warna apa.
nah, kamu akan sangat mudah ketika bekerja sama dengan orang-orang yang warnanya berdekatan dengan warna kamu.
gitu doang.

banyak benernya sih… tapi kok bisa semudah itu mencari kepribadian orang lain ya? tinggal ngisi 4 soal, selesai.
saya ga percaya, hehe =j

Menghidupkan Lingkaran Bercahaya


Ketika beliau keluar, tiba-tiba beliau dapati para sahabat dalam halaqah (lingkaran). Beliau bertanya, “Apakah yang mendorong kalian duduk seperti ini?” Mereka menjawab, “Kami duduk berdzikir dan memuji Allah atas hidayah yang Allah berikan sehingga kami memeluk Islam.” Maka Rasulullah bertanya, “Demi Allah, kalian tidak duduk melainkan untuk itu?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak duduk kecuali untuk itu.” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya saya bertanya bukan karena ragu-ragu, tetapi Jibril datang kepadaku memberitahukan bahwa Allah membanggakan kalian di depan para malaikat.” (HR. Muslim)

Hanya orang-orang besar yang berbicara tentang ide, yaitu mimpi-mimpi yang jauh melebihi zamannya berada. Dia bisa melihat apa yang orang lain luput melihatnya, dia bisa visualisasikan hal-hal yang orang lain belum bisa membayangkannya, dan dia bisa mengemukakan inspirasi yang bahkan orang lain tidak pernah terlintas dalam benaknya.

Dan cita-cita kita bersama ini bukan hanya tentang negeri yang Islami, akan tetapi Islam menjadi soko guru peradaban. Bukan haus kekuasaan, namun ini tentang bagaimana bisa maksimal dalam tebar manfaat. Kalau kita yakin Islam adalah satu-satunya jalan hidup yang baik dan sempurna, sebarkanlah ke seantero dunia hingga tiada lagi fitnah dan din hanya untuk Allah semata.

Hanya saja, semuanya itu berawal dari hal kecil, yaitu suatu kelompok yang terdiri dari 4-12 orang sahaja. Semua berawal dari individu yang bersih dan membawa jernih, yaitu suatu pribadi yang saling menguatkan dan mengingatkan dalam lingkaran cahayanya.

Mentoring. Sungguh ia memang bukanlah segalanya, tetapi segalanya berawal darinya…

Mungkin saat ini kita memang terlalu berkutat pada segudang masalahnya: mentoring tidak jalan, pendataan yang tidak rapi, mentor yang sedikit, dan materi yang monoton. Dengan begitu kita disibukkan dengannya hingga belum bisa membangun mimpi-mimpi kecemerlangan mentoring.

Di sisi lain, saat ini kita baru bisa membuat ribuan orang daftar mentoring, tetapi belum bisa membuat ribuan orang datang mentoring. Kita baru bisa membuat tiap kelompok punya mentor, tetapi belum mampu membuat setiap kelompok berjalan secara dinamis dan produktif. Kita baru bisa menyediakan materi permentoringan, tetapi belum dapat membawa ilmu, hikmah, dan inspirasi dalam setiap pertemuan.

Oke, itu adalah masalah, kita sadari dan kita cari solusinya. Akan tetapi marilah kita sejenak -cukup sejenak saja- pejamkan mata, untuk bayangkan, untuk visualisasikan: ribuan orang datang mentoring murni karena ingin belajar Islam, pendataan permentoringan yang rapi hingga tidak ada 1 orang ikut banyak kelompok, mentor-mentor yang penuh ilmu dan inspirasi, dan masih banyak lagi pemandangan-pemandangan yang membuat kita tak henti-hentinya bertasbih kepada Allah.
Baca lebih lanjut