Menghidupkan Lingkaran Bercahaya

Ketika beliau keluar, tiba-tiba beliau dapati para sahabat dalam halaqah (lingkaran). Beliau bertanya, “Apakah yang mendorong kalian duduk seperti ini?” Mereka menjawab, “Kami duduk berdzikir dan memuji Allah atas hidayah yang Allah berikan sehingga kami memeluk Islam.” Maka Rasulullah bertanya, “Demi Allah, kalian tidak duduk melainkan untuk itu?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak duduk kecuali untuk itu.” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya saya bertanya bukan karena ragu-ragu, tetapi Jibril datang kepadaku memberitahukan bahwa Allah membanggakan kalian di depan para malaikat.” (HR. Muslim)

Hanya orang-orang besar yang berbicara tentang ide, yaitu mimpi-mimpi yang jauh melebihi zamannya berada. Dia bisa melihat apa yang orang lain luput melihatnya, dia bisa visualisasikan hal-hal yang orang lain belum bisa membayangkannya, dan dia bisa mengemukakan inspirasi yang bahkan orang lain tidak pernah terlintas dalam benaknya.

Dan cita-cita kita bersama ini bukan hanya tentang negeri yang Islami, akan tetapi Islam menjadi soko guru peradaban. Bukan haus kekuasaan, namun ini tentang bagaimana bisa maksimal dalam tebar manfaat. Kalau kita yakin Islam adalah satu-satunya jalan hidup yang baik dan sempurna, sebarkanlah ke seantero dunia hingga tiada lagi fitnah dan din hanya untuk Allah semata.

Hanya saja, semuanya itu berawal dari hal kecil, yaitu suatu kelompok yang terdiri dari 4-12 orang sahaja. Semua berawal dari individu yang bersih dan membawa jernih, yaitu suatu pribadi yang saling menguatkan dan mengingatkan dalam lingkaran cahayanya.

Mentoring. Sungguh ia memang bukanlah segalanya, tetapi segalanya berawal darinya…

Mungkin saat ini kita memang terlalu berkutat pada segudang masalahnya: mentoring tidak jalan, pendataan yang tidak rapi, mentor yang sedikit, dan materi yang monoton. Dengan begitu kita disibukkan dengannya hingga belum bisa membangun mimpi-mimpi kecemerlangan mentoring.

Di sisi lain, saat ini kita baru bisa membuat ribuan orang daftar mentoring, tetapi belum bisa membuat ribuan orang datang mentoring. Kita baru bisa membuat tiap kelompok punya mentor, tetapi belum mampu membuat setiap kelompok berjalan secara dinamis dan produktif. Kita baru bisa menyediakan materi permentoringan, tetapi belum dapat membawa ilmu, hikmah, dan inspirasi dalam setiap pertemuan.

Oke, itu adalah masalah, kita sadari dan kita cari solusinya. Akan tetapi marilah kita sejenak -cukup sejenak saja- pejamkan mata, untuk bayangkan, untuk visualisasikan: ribuan orang datang mentoring murni karena ingin belajar Islam, pendataan permentoringan yang rapi hingga tidak ada 1 orang ikut banyak kelompok, mentor-mentor yang penuh ilmu dan inspirasi, dan masih banyak lagi pemandangan-pemandangan yang membuat kita tak henti-hentinya bertasbih kepada Allah.

Kemudian mari kita buka lagi mata kita, untuk terus berikan yang terbaik di lingkup kerja kita dan untuk membuktikan bahwa kecemerlangan mentoring bukan lagi sekedar mimpi. Bila mengelola yang kecil ini saja sudah tidak baik, apalagi mengurus yang lebih besar? Karena kita tidak ingin mentoring ini sekedar berhasil, namun kita yang kita inginkan adalah mentoring ini berhasil dengan gilang-gemilang.

Sungguh, bila balasan bagi mentor-mentor yang menjadi perantara hidayah para mentee-nya adalah lebih baik dari pada unta merah dan lebih luas dibandingkan jarak matahari semenjak terbit hingga terbenamnya, serta didoakan oleh semua penduduk langit dan bumi mulai dari para malaikat hingga semut yang ada di dalam lubangnya juga ikan yang ada di dalam kolamnya; maka tak terbayangkan lagi apa yang akan Allah hadiahkan bagi para pengelola permentoringan itu. Pengelola yang mengurusi segala macam pernak-pernik mentoring: mulai dari mencari-membina-mengoordinasikan mentor, menginisiasi dan mendata keberjalanan mentoring, hingga menyediakan materi mentoring.

Itulah mengapa betapa sulitnya mengelola mentoring ini. Semua balasan itu harus ditebus dengan harga yang mahal. Meski begitu, percayalah bahwa pena telah diangkat dan tinta telah kering, semua usaha kita untuk permentoringan sudah dicatat dan tidak akan pernah tertukar. Maka dari itu, tetaplah disini kawan, karena di ujung jalan ini insya Allah akan ada pertemuan dengan Yang Mahaindah di Tempat yang terindah…

3 thoughts on “Menghidupkan Lingkaran Bercahaya

  1. PH, izin saya forward ke milis forkom ya. Dan milis murobbi smansa. Tenang, saya cantumkan nama PH disana. Jazakallah utk inspirasinya

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s