Urgensi Membina


Alhamdulillah, saya menemukan visualisasi sebuah ceramah dari Imam Anwar Al Awlaki tentang salah satu episode hidup Umar bin Khattab radiyallahu’anhu. Dan saya rasa, kisah ini harusnya semakin meningkatkan sense membina dari diri kita. Yuk, simak baik-baik…

Umm, menurut saya sih, ga ada dakwah yang lebih sakti mandraguna dibandingkan mentoring, karena dengan metode seperti itu kita bisa nyentuh secara personal. Kita bisa mencet idungnya satu persatu, kalo mau doang sih. Tapi itu tidak bisa dilakukan oleh tabligh akbar, meskipun itu dilakukan oleh ulama yang diakui tingkat internasional.

Dan hebatnya lagi, mentoring tidak hanya memberikan kebenaran semata, tetapi mampu membentuk seseorang hingga ia memiliki kepribadian seorang muslim sejati bahkan memiliki kepribadian seorang da’i. Wow! Beda dengan tabligh akbar yang dateng duduk pulang.
Kok kayak ngejelek-jelekin tabligh akbar ya? Hehe, maap, tidak bermaksud seperti itu. Tabligh akbar juga penting, tetapi saya sedang menekankan efektivitas mentoring dalam berdakwah.

Maka dari itu, seharusnya seorang da’i memberikan perhatian yang lebih terhadap mentoring ini. Karena belum ada wasilah yang memberikan efek sedahsyat dan seinbox mentoring.
Belum lagi, ada buanyak pahala yang menunggu diri kita di sana.

Hadits pertama yang saya kutip adalah penggalan dialog antara Rasulullah dengan para sahabat, di bagian akhir Rasulullah bersabda seperti ini kepada Ali bin Abi Thalib.
Baca lebih lanjut