Manajemen SDM


Manajemen SDM

Berhubung sekarang lagi hangat-hangatnya suksesi di setiap organisasi di ITB, jadi pengen sharing pengetahuan yang saya dapatkan ketika ngambil matkul Manajemen SDM dulu.

Begini teman-teman, manajemen SDM itu hal yang agak merepotkan tetapi cukup menyenangkan lho. Seingat saya, tujuannya ada tiga: pertama, menentukan apa saja kompetensi yang harus dimiliki pada jabatan/posisi tertentu; kedua, menilai kompetensi apa saja yang telah dimiliki oleh seseorang; dan ketiga, mengevaluasi apakah seseorang itu cocok pada suatu jabatan. (CMIIW)

Nah, sekarang kenalan dulu sama macam-macam kompetensi. Kira-kira ada 6 kelompok besar kompetensi yang tiap-tiap kelompok besar itu punya kelompok-kelompok kecil sekitar 2-4 buah.
Ini dia, macam-macam kompetensi menurut dispenser (namanya mirip-mirip dispenser dan sekelas menjuluki beliau dengan nama tersebut, jadilah saya ingatnya dispenser *maafkan aku pak!*):

  1. Kemampuan meningkatan prestasi dan implementasi / achievement and action.
    • Achievement orientation (ACH)
    • Concern for order, quality, and Accuracy (CO)
    • Initiative (INT)
    • Information seeking (INF)
  2. Kemampuan melayani / helping and human service
    • Interpersonal understanding (IU)
    • Costumer Service Orientation (CSO)
  3. Kemampuan memimpin / impact and influence
    • Impact and influence (IMP)
    • Organizational awareness (OA)
    • Relationship building (RB)
  4. Kemampuan mengelola / managerial
    • Developing other (DEV)
    • Directiveness (DIR)
    • Team work and cooperation (TW)
    • Team leadership (TL)
  5. Kemampuan berpikir / cognitive
    • Analictical thinking (AT)
    • Conceptual thinking (CT)
    • Technical/professional/managerial expertise (EXP)
  6. Kemampuan bersikap dewasa / personal effectiveness
    • Self control (SC)
    • Self confidence (SCF)
    • Flexibility (FLX)
    • Organizational Commitment (OC)

Oia, kita akan memenej SDM dengan sudut pandang tujuan pertama ya, tetapi nanti ujung-ujungnya insya Allah 3-3nya tercapai kok.
Lalulalu, mari kita mulai! =j
Baca lebih lanjut

Just Landed on the Moon


wah, ga sengaja dapet link ke web ini, ternyata hontou sugoi sugoi sugoi =j

website yang dibuat pada 2009 lalu dalam rangka memperingati 40 tahun misi Apollo 11 untuk mengirim manusia (Neil Armstrong, Michael Collins, and Edwin “Buzz” Aldrin Jr.) ke bulan ini mengajak kita untuk sedikit merasakan apa yang dialami oleh para astronot legendaris tersebut ketika menjalan proyek Gemini pada tahun 1960an.

yah, menurut saya termasuk berhasil menghadirkan kembali peristiwa bersejarah tersebut, meski hanya sebatas audiovisual saja.

dalam situs tersebut kita diajak untuk meluncur bersama Apollo 11 menuju bulan. kita “mendampingi” spacecraft tersebut dari luar, karena hanya beberapa sesi saja yang mengambil perspektif dari dalam kapal ke luar kapal, sisanya kita hanya melihat tahapan-tahapan peluncuran dari sang pesawat.

berawal dari lepas landas di belahan Bumi, lalu mengikuti arah dan kecepatan rotasi Bumi, keluar dari atmosfer Bumi (ke semuanya dilakukan sembari melepaskan mesin-mesin pendorong spacecraft yang telah habis bahan bakarnya).

kemudian mesin pendorong terakhir (yang paling ujung) terlepas, berputar arah, dan terpasang kembali untuk menarik kokpit para astronot, lalu membawanya ke atmosfer Bulan.

tak lama kemudian, mesin tersebut melepaskan para astronot hingga mendarat ke Bulan.
Baca lebih lanjut

Quranisasi Hati (lagi)


A: “Sehari tilawahnya dapat berapa juz?”
B: “Alhamdulillah, rutin 1 bulan khatam.”
A: “Tidak punya ayat favorit ya?”
B: “Hah? Ya punya lah.”
A: “Kalo 1 bulan cuma khatam 1 kali, berarti cuma ketemu ayat favorit cuma 1 bulan sekali dong. Emang ga kangen sama ayatnya?”
B: “…” (oh mai… TT_TT)

Ikrar Mentor


Demi Dzat yang Jiwaku berada ditanganNya
Dan disaksikan bumi Allah, yang mengajari kami berpikir dan berdzikir

Kami adalah para Prajurit-prajurit Allah
Yang wajah Allah menjadi kerinduan
Yang air mata kampusnya menjadi kegelisahan
Yang menjadikan dakwah sebagai laku utama
Dialah visi, dialah misi,, dialah obsesi
Dialah yang menggelayuti di setiap desah nafas kami

Dengan kepala tegap, kami akan berderap maju
Menjadi kesatria terdepan dalam permentoringan ITB

Kami, PEMENTOR ITB, bertekat penuh
Untuk berjalan bersama dengan kecintaan tulus kepada Allah
Untuk saling mengokohkan setiap langkah
Untuk tidak menelantarkan jiwa-jiwa yang merindukan Allah

Kami, PEMENTOR ITB berikrar bulat untuk senantiasa membina adik dalam kemuliaan islam
Melakukan perbaikan sepenuh jiwa hingga perjumpaan kami di taman surga
Dengan kepalan tangan yang bersatu dalam barisan pengukir peradaban
Dan saksikanlah suatu hari nanti suatu saat di kemudian hari
Kampus ITB akan menjadi taman kehidupan dan dipenuhi semerbak bunga kebaikan

Yang tumbuh subur diatas ukhuwah dan keimanan diiringi sejuknya Tauhid dan lantunan Al-Qur’an
Serta dinaungi oleh sejuknya naungan awan keridhaan

Kami, PEMENTOR ITB, bertekad menjadi bagian dari perjuangan Islam yang berdiri di atas prinsip perombakan total
Jundullah yang menghasung Islam secara utuh dan berupaya mengaktualisasikannya secara utuh Dan bertekad akan menjadi ruh baru yang merasuk kalbu adik kami lalu menghidupkannya dengan Al-Qur’an
Serta menjadi cahaya baru yang benderang, yang menyibakkan kegelapan semesta dengan ma’rifatullah

Kami berikrar akan menjadi suara yang menggema dan melengking yang melantunkan da’wah Rasulullah saw.
akan menjadi narasumber-narasumber ilmu, pelita petunjuk, obor pada waktu malam dan pembaru hati yang diketahui penduduk langit namun tidak dikenal penduduk bumi.

Karena Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan, bertakwa dan menyembunyikan amalnya, yaitu jika tidak hadir mereka tidak dianggap hilang dan jika hadir mereka tidak diketahui.
Baca lebih lanjut

Quranisasi Hati


Hanya kuot lagi…

A: “Nabi saw meminta kita untuk mengkhatamkan alquran tidak lebih dari tiga puluh hari. Tandanya apa?”
B: “Sehari minimal baca satu juz.”
A: “Itu berarti kalau baca satu hari satu juz adalah tanda orang yang malas, karena dia berada di batas minimal saja.”
B: “…”

Dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam beliau berkata, “…dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” (HR. Bukhari)

Iri pada mereka: Djamil dari Senegal, Rifdha dari Maladewa, dan Nabiollah dari Tajikistan, para Qori sekaligus Hafidz cilik dalam film dokumenter Koran by Heart.
='(

The Milky Way and The Light Pollution


Apa yang teman-teman rasakan ketika memandangi langit di gambar ini?

Biasa aja kan ya?
Nah, coba kita matikan lampu luar yang ada di gambar pertama.

Wow! Kita bisa melihat galaksi Bima Sakti secara langsung.
Sugoi banget lah…

Sekarang, kita pindah tempat.
Bagaimana dengan langit pada gambar di bawah?

Masih biasa saja?
Yap, padahal aslinya kayak gini lho…

Saya rasa empat gambar di atas cukup menjelaskan distorsi visual akibat polusi cahaya.
Polusi cahaya berarti cahaya buatan non-alami yang tidak terkendali sehingga menyebabkan langit yang terang (sky glow/uplight), silau (glare), dan gangguan terhadap hak sekitar (trespass).

Cahaya yang disalahgunakan dapat mengurangi atau menutup jarak pandang, karena benda yang berada di belakang sumber cahaya tidak akan dilihat oleh mata. Itulah mengapa gemintang di langit tidak terlihat, penyebabnya adalah bintang-bintang tersebut tertutup oleh polusi cahaya. Tentu saja polusi cahaya sangat mengganggu pengamatan dan riset astronomi. Ah, di zaman sekarang, berapa kali sih kita bisa melihat Milky Way secara langsung?
Baca lebih lanjut

Bisnis Properti di Akhirat


“God is an architect!”

Haha, saya suka sekali kata-kata ini.
Tapi kalo dipikir-pikir, ada bener juga sih. Allah sering mengibaratkan sesuatu dengan hal-hal arsitektural.

Misal, kita lihat Surat Ash Shaff ayat 4 yang mengisahkan bahwa Allah menyukai orang-orang yang berjuang dalam barisan yang rapi seperti bangunan yang marsush (fungsional-kuat-estetis).
Belum lagi dalam hadits disebutkan bahwa ashshalatu imaduddin, shalat adalah tiang agama. Atau analogi iman-islam-ihsan dengan pondasi-kolom-atap.
Arsitektural banget kan? haha =j

Nah, sekarang mau tadabbur dikit tentang ayat-ayat terakhir dari surat Az Zumar. Mulainya dari ayat ke-71 dan 72, di situ dibertahukan bahwa serombongan orang kafir digiring menuju neraka Jahannam (na’udzubillah).
Ketika sudah sampai pada gerbangnya, pintu neraka pun dibuka lalu para penjaganya mengecek tentang kedatangan seorang Rasul kepada mereka untuk memberi peringatan. (Ini yang bikin saya kaget) dengan entengnya mereka jawab: “Benar, ada.”
Ebuset, udah tau ada tapi malah dikacangin, ckckckck di dinding *emang cicak?*
Yawdah, wasalam aja itu mah. Kekal di neraka *merinding*

Sedangkan ayat 73 adalah ayat kebahagiaan, karena aktornya adalah para penghuni surga yang berbondong-bondong (juga). Wah, boleh ngarep nanti ada bersama mereka gak ya? Pliss… TT_TT
Pas hampir sampai ke ambang gerbang, pintunya dibuka, terus didoa’in sama penjaganya lagi: “Salamun ‘alaykum, thibtum fadkhuluuhaa khoolidiin.” *mupeng*

Nah, sampailah kita kepada ayat ke-74, ini dia ayatnya:

And they will say, “Praise to Allah , who has fulfilled for us His promise and made us INHERIT the earth [so] we may settle in Paradise wherever we will. And excellent is the reward of [righteous] workers.”

Umm, bukan sok-sokan pake bahasa inggris, tapi terjemah ayatnya lebih pas pake bahasa inggris, hehe. Soalnya kata “awratsana” lebih dekat dengan kata “mewariskan” daripada “memberikan” lho. Dan itu beda banget!
Baca lebih lanjut