Serba-Serbi Walimah

*terpaksa ngepost ginian, karena lagi butuh banget untuk mempersiapkannya*

Kewajiban walimah
1. Rasulullah saw bersabda: “Untuk satu pengantin (dalam riwayat lain: sepasang pengantin) harus diadakan WALIMAH.” (HR. Ahmad [V/359] dan Ath Thabrani [I: 112/1])
2. Rasulullah saw bersabda: “..Rahasiakan pinangan, UMUMKANLAH PERNIKAHAN!” (HR. Ibnu Hibban [1285], Ath Thabrani [I: 1/69])

Acara walimah
Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: “Tatkala Rasulullah saw menikahi seorang perempuan, beliau mengutus saya agar mengundang orang-orang hadiri JAMUAN MAKAN.” (HR. Al Bukhari [IX/189-194], Al Baihaqi [VII/260])

Hiburan dalam walimah
1. Aisyah pernah menikahkan kerabatnya dari golongan Anshar. Maka datanglah Rasulullah seraya bersabda: “Apakah kalian akan memberi hadiah pada gadis itu?” Mereka menjawab: “Ya.” Rasulullah bertanya: “Apakah kalian kirim bersamanya seseorang untuk BERGHINA (bernasyid)?” Aisyah menjawab: “Tidak!” Lalu Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang-orang Anshar adalah orang-orang melankolis. Alangkah baiknya jika kau kirim bersama gadis itu orang-orang yang menyenandungkan, ‘Kami datang.. kami datang. Marilah kami.. marilah kalian..'” (HR. Ibnu Majah)
2. Rasulullah bersabda: “Pemisah antara yang halal dan yang haram adalah SUARA TABUHAN REBANA.” (HR. An Nasa’i [II/91] dan At Tirmidzi [II/170])

Tempat dan waktu walimah
1. Rasulullah saw bersabda: “Umumkanlah pernikahan ini, adakan di dalam MASJID. Dan meriahkan dengan pukulan rebana!” (HR. Ahmad dan At Tirmidzi)
2. “Ketika Abu Usaid As Sa’idi menikah, dia mengundang Nabi saw dan para sahabat ke RUMAH-nya..” (HR. Al Bukhari [IX/200, 205, 206] dan Muslim [VI/103])
3. Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: “Di kala Nabi saw menikahi Shafiyyah binti Huyyai, beliau menjadikan pembebasan diri Shafiyyah sebagai mahar. Beliau mengadakan walimah selama TIGA HARI.” (Abu Ya’la dikutip Al Fath [IX/199] dan Al Bukhari [VII/387])

Hidangan walimah
1. Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: “…Suatu ketika ia (Abdurrahman ibn Auf) datang kepada Rasulullah mengenakan pakaian yang penuh dengan noda-noda minyak wangi za’faran (dalam riwayat lain minyak wangi khaluq). Rasulullah bertanya kepadanya: ‘Ada apa denganmu?’ Abdurrahman menjawab: ‘Ya Rasulallah, saya telah menikah dengan wanita Anshar.’ Rasulullah bertanya, ‘Apa maharnya?’ Ia menjawab, ‘Emas satu nawat.’ Beliau saw bersabda: ‘Semoga Allah memberkahi pernikahanmu. Adakanlah walimah meski hanya dengan seekor KAMBING.'” (HR. Al Bukhari [IV/232, VII/89, dan IX/95, 190-192], An Nasa’i [II/93], Al Baihaqi [VII/258], dan Ahmad [III/165, 190, 204, 226, 271])
2. Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: “Tidaklah aku saksikan bagaimana Rasulullah menyelenggarakan walimah untuk isteri beliau seperti yang aku saksikan saat beliau menikahi Zainab. Beliau menyembelih seekor KAMBING. (Anas berkata: ‘Beliau menjamu para tamu dengan ROTI DAN DAGING sampai tidak habis.’)” (HR. Al Bukhari [VII/387], Abu Dawud [II/137], Ibnu Majah [I/590], dan Ahmad [III/98, 99, 105, 163, 172, 195, 200, 227, 236, 241, 246, dan 263)
3. Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: “…Dalam walimah tersebut tidak terhidang roti maupun daging. Saya hanya disuruh oleh beliau saw untuk mengambil alas makan dari lembaran kulit yang disamak rapi, lalu saya hamparkan. Kemudian saya meletakan KURMA, KEJU, dan MINYAK SAMIN di atas alas makan itu. (Lalu para tamu makan hingga mereka kenyang.)” (HR. Al Bukhari [VII/387], Muslim [IV/147], An Nasa’i [II/93], dan Al Baihaqi [VII/259])

Donatur walimah
Anas bin Malik ra berkata: “…Maka pada pagi harinya Rasulullah telah resmi menjadi pengantin. Kemudian beliau bersabda: ‘Barangsiapa mempunyai sesuatu untuk disumbangkan, maka hendaklah DISUMBANGKAN.’ Beliau menghamparkan alas makan dari lembaran kulit yang telah disamak rapi. Ada orang yang menyumbang keju, ada yang menyumbang kurma, ada yang menyumbang minyak samin. Mereka bersama-sama membuat hais…” (HR. Al Bukhari, Muslim [IV/148], Ahmad [III/102, 195], dan Al Baihaqi)

Mempelai walimah
1. “…Dan janganlah kalian ber-TABARRUJ seperti berhiasnya wanita-wanita jahiliah yang dulu…” (TQS. Al Ahzab: 33)
2. Rasulullah saw bersabda: “Allah melaknat wanita-wanita yang MENATO (gambar warna palsu), wanita-wanita yang minta DITATO, wanita-wanita yang MENYAMBUNG RAMBUT, wanita-wanita yang MENCUKUR BULU ALIS, wanita-wanita yang minta DICABUT BULU ALISNYA, dan wanita-wanita yang minta DIRENGGANGKAN (DIKIKIR) GIGINYA agar terlihat bagus karena mereka telah mengubah ciptaan Allah.” (HR. Al Bukhari [X/306, 310, 311, dan 312], Muslim [VI/166-167], Abu Dawud [II/191], dan At Tirmidzi [III/16])
3. “Ketika Abu Usaid As Sa’adi menikah, dia mengundang Nabi saw dan para sahabatnya. Istrinya yaitu Ummu Usaid, MEMBUAT MAKANAN DAN MENYUGUHKANNYA kepada mereka. Ia merendam kurma di dalam bejana kecil pada malam harinya. Setelah Rasulullah makan, Ummu Usaid mengaduk rendaman kurma itu lalu menyuguhkannya kepada beliau (sebagai dessert).” (HR. Al Bukhari [IX/200, 205, dan 206], Muslim [VI/103], dan Ibnu Majah [590-591])

Tetamu undangan walimah
1. Rasulullah saw bersabda: “…Usahakanlah makananmu hanya dimakan oleh orang-orang YANG BERTAQWA.” (HR. Abu Dawud, Al Hakim [IV/128], Ahmad [III/28])
2. Rasulullah saw bersabda: “Sejelek-jelek makanan adalah hidangan walimah yang orang-orang kaya diundang menghadirinya, tetapi orang-orang miskin TIDAK DIUNDANG. Barangsiapa tidak memenuhi undangan walimah sungguh dia telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Muslim [IV/154] dan Al Baihaqi [VII/262])
3. Rasulullah saw bersabda: “Bila salah seorang dari kalian diundang untuk menghadiri jamuan makan, hendaklah ia MEMENUHI UNDANGAN tersebut. Jika sedang tidak berpuasa, hendaklah ia ikut makan. Dan jika sedang berpuasa, hendaklah ia ikut mendoakan.” (HR. Muslim [IV/153], An Nasa’i [II/62], dan [Ahmad II/507])

Adab tetamu walimah
1. Rasulullah saw bersabda: “Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita apabila telah mencapai kedewasaan, tidak pantas TERLIHAT DARINYA kecuali ini dan ini.” Beliau memberi isyarat kepada muka dan telapak tangan. (HR. Abu Dawud)
2. Dari ‘Umar ibnu Abu Salamah ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda: “Nak, SEBUTLAH NAMA ALLAH (baca basmalah), makanlah dengan TANGAN KANAN-mu, dan makanlah hidangan yang DEKAT DI SEKITARMU.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
3. Dari Anas ra, ia berkata: “Beliau saw melarang seseorang untuk MINUM SAMBIL BERDIRI.” Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang MAKAN (SAMBIL BERDIRI). Maka ia menjawab: “Itu lebih buruk lagi!” (HR. Muslim)
4. Dari Abu Juhaifah, ia berkata, Rasulullah saw bersabda: “Aku tidak MAKAN SAMBIL BERSANDAR.” (HR. Al Bukhari)
5. Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Sekali-kali Rasulullah tidak pernah MENCELA MAKANAN. Bila beliau mau (suka) beliau memakannya, bila tidak beliau meninggalkannya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Doa dalam walimah
1. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bila memberi selamat kepada orang yang sudah menikah, beliau berdoa: “BarakaLlaahu laka, wa barakaLlahu ‘alayka, wa jama’a baynakumaa fi khayr. Semoga Allah memberi barakah padamu (dalam suka), dan semoga Allah memberi barakah atasmu (dalam duka), dan semoga Ia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
2. Dari Buraidah ra, …Setelah berwudhu, beliau saw menyiramkan air itu kepada ‘Ali (mempelai laki-laki) lalu berdoa: “Allahumma baarik fiihimaa, wa baarik lahuma fii binaa-ihimaa. Ya Allah berkahilah mereka berdua dan berkahilah perwakinan keduanya.” (HR. Ibnu Sa’ad [VIII/20-21] dan Ath Thabrani [I/121/1])
3. Dari ‘Abdullah ibnu Basar, bahwa bapaknya pernah membuat makanan untuk Nabi saw, lalu ia mengundang beliau untuk makan. Beliau memenuhi undangannya. Setelah usai makan beliau berdoa: “Allahummaghfir lahum, warhamhum, wa baarik lahum fii maa razaqTahum. Ya Allah, ampunilah mereka, sayangilah mereka, dan berikanlah barakah pada makanan yang telah Engkau anugerahkan pada mereka.” (HR. Ibnu Abi Syaibah [XII/158/1-2], Muslim [VI/122], Ibnu Dawud [II/135], An Nasa’i [III/66], dan At Tirmidzi [IV/281])

Yang ditinggalkan dalam walimah
1. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa mendatangi TUKANG RAMAL, atau DUKUN, lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad saw.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah, dan Al Hakim)
2. Rasulullah bersabda: “Tidak ada ‘ADWA, THIYARAH, HAMAH, dan SHAFAR (Tidak ada pula NAU’ serta GHUL).” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
3. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa MENGGANTUNGKAN suatu barang (dengan anggapan bahwa barang itu dapat bermanfaat, melindungi, atau menolak bala) maka Allah akan menjadikannya selalu tergantung kepada barang itu.” (HR. Ahmad dan At Tirmidzi)
4. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah duduk mengitari meja makan yang di sana dihidangkan KHAMR (minuman keras).” (HR Ahmad dan At Tirmidzi)
5. Rasulullah bersabda: “Sungguh, seandainya ditusukkan jarum besi di kepala salah seorang di antara kalian adalah lebih baik baginya daripada BERSENTUHAN dengan wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath Thabrani dan Al Baihaqi)
6. Aisyah ra berkata: “Tidak! Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah MENYENTUH tangan perempuan sama sekali dalam janji setia.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
7. Rasulullah saw juga bersabda: “Sesungguhnya aku tidak BERJABAT TANGAN (MENYENTUH) dengan wanita.” (HR. Ahmad [6/357] dan Ath Thabrani [24/342])
8. “Sesungguhnya PEMBOROS-PEMBOROS itu adalah saudara syaithan. Dan adalah syaithan amat ingkar kepada Rabbnya.” (TQS. Al Israa’: 27)

2 thoughts on “Serba-Serbi Walimah

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s