The Milky Way and The Light Pollution

Apa yang teman-teman rasakan ketika memandangi langit di gambar ini?

Biasa aja kan ya?
Nah, coba kita matikan lampu luar yang ada di gambar pertama.

Wow! Kita bisa melihat galaksi Bima Sakti secara langsung.
Sugoi banget lah…

Sekarang, kita pindah tempat.
Bagaimana dengan langit pada gambar di bawah?

Masih biasa saja?
Yap, padahal aslinya kayak gini lho…

Saya rasa empat gambar di atas cukup menjelaskan distorsi visual akibat polusi cahaya.
Polusi cahaya berarti cahaya buatan non-alami yang tidak terkendali sehingga menyebabkan langit yang terang (sky glow/uplight), silau (glare), dan gangguan terhadap hak sekitar (trespass).

Cahaya yang disalahgunakan dapat mengurangi atau menutup jarak pandang, karena benda yang berada di belakang sumber cahaya tidak akan dilihat oleh mata. Itulah mengapa gemintang di langit tidak terlihat, penyebabnya adalah bintang-bintang tersebut tertutup oleh polusi cahaya. Tentu saja polusi cahaya sangat mengganggu pengamatan dan riset astronomi. Ah, di zaman sekarang, berapa kali sih kita bisa melihat Milky Way secara langsung?

Penggunaan cahaya artifisial yang salah pun dapat menyebabkan adaptasi mata lebih lama. Apalagi kalau terkena cahaya langsung, kita akan mengalami kebutaan sementara akibat terlalu banyaknya cahaya yang masuk ke lensa mata. Bahkan kesalahan menggunakan cahaya dalam jangka panjang akan merusak kesehatan, karena ada siklus hormon yang dipengaruhi oleh cahaya, yaitu hormon melatonin. Bila cahaya terlalu banyak, hormon melatonin akan lambat bekerja dan akan merusak pengaturan jam tubuh (circadian rhythms).

Tidak hanya manusia, polusi cahaya akan mengganggu aneka-ragam makhluk hidup dan ekologi, seperti burung, penyu laut, dan serangga, yang sangat bergantung pada cahaya. Burung bermigrasi dengan menjadikan rasi bintang sebagai panduan. Kalau rasinya tidak terlihat, mereka akan tersesat dan mati. Bayi penyu laut yang baru menetas dari telur, akan menuju laut melalui instingnya dengan menjadikan pantulan cahaya bulan pada air laut sebagai penandanya. Namun bila cahaya dari kota terlalu banyak, para penyu kecil itu akan bergerak menuju kota alih-alih ke laut.

Lebih jauh lagi, polusi cahaya mengakibatkan ketidakefisienan dan pemborosan penggunaan energi. Terhitung lebih dari $1 miliar pernah dihabiskan Amerika Serikat untuk cahaya yang tidak begitu penting.

Maka dari itu, para arsitek hendaknya merancang cahaya bangunan yang tidak menyebabkan polusi cahaya. Insya Allah pengorbanan itu akan terbayar ketika kita mendongakkan kepala kita kepada pemandangan langit yang begitu megah.

Nih, bukti bahwa arsitektur akan jauh lebih oke dengan latar jutaan bintang yang tersusun rapi membentuk galaksi.

Lalulalu, inilah yang saya sebut dengan “‎Keep a weather eye on the horizon” hehe =j

COZ EVERYONE LOVES A STARRY SKY!
Arsitek(tur) ♥ Astronom(i)


Sumber:
Slide Mata Kuliah Astronomi dan Lingkungan
9gag.com

3 thoughts on “The Milky Way and The Light Pollution

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s