Agama Oplosan

sumber: http://muslimdaily.net/artikel/santai/indonesia-tanpa-jiil.html

Masih mau jadi bebek JIL? Saya sarankan selamatkan akidah anda sekarang juga, tinggalkan mereka. Anda rugi dunia-akhirat, sedangkan mereka masih mending karena di dunia dapat banyak dolar dari majikannya.

Menuduh Islam sebagai agama oplosan adalah suatu penistaan terhadap jalan hidup yang satu-satunya Allah ridhoi ini. Harusnya dipenjara tuh! Sudah jelas bahwa Islam adalah penyempurna agama terdahulu, sekaligus menghapus risalah-risalahnya yang hanya sementara.

Percayalah, Allah telah menuliskan segala aturan-aturan dalam kehidupan di dunia ini sebelum manusia ada. Dan itulah yang Allah kenalkan sebagai Islam, satu-satunya aturan sempurna tersebut. Maka dari itu, Allah mengutus Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad saw untuk menyeru manusia kepada Tuhan Yang Mahasatu, Allah ‘Azza wa Jala. Hanya saja syariatnya beda-beda, tergantung kondisi manusia saat itu (ingat bukan syariat yang dibuat dengan menyesuaikan pada manusia, akan tetapi manusia yang diciptakan dengan menyesuaikan pada syariat yang Allah buat).

Contoh paling gampang adalah tentang incest, yaitu pernikahan sesama muhrim. Sejatinya fitrah manusia tidak sesuai dengan incest, sehingga dalam syariat ada larangan incest. Sains pun turut menguatkan bahwa dalam penelitian kedokteran, perkawinan sesama muhrim akan mendatangkan bencana. Sila studi literatur untuk penjelasan lebih lanjut.

Akan tetapi tidak mungkin larangan incest ini benar-benar diterapkan pada zaman Nabi Adam as (yae yalah, mau nikah sama siapa lagi coba?). Namun toh, bukan menikah dengan kembarannya kan? Qabil dinikahkan dengan Lubuda (kembaran Habil), sedangkan Habil dinikahkan dengan Iqlima (kembaran Qabil). Jadi, aturan yang ini cuma sementara.

Jelas sudah bahwa incest memang terlarang, tetapi aturan yang kaffah itu diturunkan secara bertahap sesuai dengan kondisi manusia. Sampai suatu ketika umat manusia sudah banyak banget, akhirnya menikah dengan adik/kakak kandung benar-benar dilarang (meski bukan adik/kakak kembar). Ingat lagi, manusia lah yang diciptakan sesuai dengan aturan Allah yang sempurna.

Itu pula lah yang berlaku pada kitab Zabur, kitab Taurat, dan kitab Injil. Semuanya sementara. Setelah Al Quran diturunkan, semuanya ditinggalkan dan beralih ke Al Quran.

Meski begitu, Al Quran tidak lepas diserang oleh JIL dan bebek-bebeknya. Mereka mengejek Al Quran dengan mengatakan bahwak Al Quran adalah kumpulan dongeng-dongeng Yunani atau semacamnya. Yah, dengan kata lain Al Quran itu oplosan juga.

Tak dipungkiri bahwa kisah Nabi Nuh as dengan bahtera #sakti-nya yang dibangun untuk menghadapi bencana banjir saat itu, juga ada dalam: kitab Perjanjian Lama umat nasrani, dalam rekaman sejarah kaum Assiria-Sumeria di Babilonia, dalam legenda-legenda Yunani, dalam epik Shatapatha Brahmana, dalam kitab Mahabarata dari India, dalam beberapa legenda dari Wales, dalam Nordic Edda dari Skandinavia, dalam legenda-leganda Lituania, dan bahkan dalam cerita-cerita yang berasal dari Cina. (sumber: “PERISHED NATIONS” karya Harun Yahya)

Itu karena peristiwa itu benar-benar ada, kemudian manusia menyebarkan berita itu dari mulut ke mulut (dan mungkin sebagian via tulisan) yang bila semakin tersebar akan semakin jauh dari kenyataan, karena telah dibumbui agar kisah itu semakin dramatis. Bahkan film 2012 dan manga One Piece punya kisah tersendiri tentang Noah’s Ark itu.

Yah, ga jauh beda lah dengan kisah kapal laut The Flying Duthcmann yang misterius. Kisah versi orang Belanda dengan versi Disney dalam Pirates of the Carribean, jelas beda. Apalagi versi Spongebob. Haha…

Nah, dari kesimpangsiuran kisah Nabi Nuh as, Al Quran diturunkan untuk meluruskan kembali kisah yang benar tentang peristiwa sarat hikmah tersebut. Jadi, kandungan Al Quran bukan asal comot, comot cerita sana dan comot cerita sini, dikumpulkan, dan jadilah Al Quran. Bukan, sama sekali bukan seperti itu.

Wajar bila ada kisah-kisah Al Quran ada di dongeng/romansa/hikayat/legenda dalam suatu kaum/tempat. Al Quran itu isinya kebenaran, jadi peristiwa yang diceritakan benar-benar terjadi. Justru Allah menurunkan Al Quran agar tidak ada penyimpangan cerita itu. (kisah Nabi Nuh as versi Kristen tidak masuk akal karena menyebutkan bahwa banjir melanda SELURUH dunia dan SEMUA binatang yang dinaikan ke bahtera, sedangkan Al Quran tidak menyatakan demikian)

Yah, sekali lagi, Islam bukan ajaran oplosan, melainkan satu-satunya jalan hidup yang sempurna dan satu-satunya yang mengantarkan kita kepada keselamatan di dunia dan akhirat.

Semoga para pembaca bisa memahami apa yang ada di pikiran saya (saya memang agak sulit untuk menjelaskan apa yang saya maksudkan, jadi saya sangat khwatir teman-teman salah nangkap maksud tersebut, hehe). Dan semoga tulisan ini ada manfaatnya dan berkontribusi positif akan tumbuhnya semangat ber-Islam dalam diri kita.

CMIIW, Allahu a’lam.

Hati-hati juga dengan pemikiran JIL (Ulil Abshar Abdala, Saidiman Ahmad, Luthfi Asy Syaukanie, Mohamad Guntur Romli, Nong Darol Mahmada, Goenawan Mohamad, Ahmad Syukron Amin, dan bebek-bebeknya) juga para Gusdurian (Anita Wahid, Alissa Wahid, dkk).
#IndonesiaTanpaJIL

3 thoughts on “Agama Oplosan

  1. Cara pikir saintis khas:
    Setiap teori/klaim butuh bukti untuk dapat diterima. Teori/klaim luar biasa membutuhkan bukti luar biasa pula.

    Problemnya, kisah Nabi Adam, Nuh atau Musa yang luar biasa itu tidak didukung oleh bukti yang luar biasa pula. Jadi jangan marah kalau kisah2 luarbiasa tersebut masuk dalam klasifikasi dongeng.

    Kenapa memaksa menggambarkan Allah sebagai saintis? siapa tahu Ia adalah Maha Pendongeng dalam mengajar kebaikan?

    Untuk Nabi Adam, bisa baca di:
    Adam, Sebuah Cerita Manusia

  2. Lu ga mau agama lo diomongin, tapi lo ngomongin kitab injil ga masuk akal? Hahahahahhahaha betapa lucunya Indonesiaku🙂

    Semoga Tuhan menganpunimu ya🙂

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s