Hijab #2 (Materi Mentoring Kolosal PAS ITB)


Setelah kita menghijabi diri kita masing-masing, sekarang kita insya Allah akan beranjak kepada hijab ketika berinteraksi dengan lawan jenis. Sebenarnya terkait hijab fisik berupa tabir ketika berinteraksi dengan lawan jenis, saya belum pernah mendapatkan dalilnya dengan jelas. Hingga saat ini, yang saya tahu, hijab dengan tabir hanya diperintahkan kepada istri-istri Nabi ketika bertemu para sahabat.

“…Apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka, maka MINTALAH DARI BELAKANG TABIR…” (TQS. Al Ahzab: 53)

Diriwayatkan oleh Nabhan bekas hamba Ummu Salamah, bahwa Rasulullah s.a.w. pernah berkata kepada Ummu Salamah dan Maimunah yang waktu itu Ibnu Ummi Maktum masuk ke rumahnya. Nabi bersabda: “Pakailah tabir.” Kemudian kedua isteri Nabi itu berkata: “Dia (Ibnu Ummi Maktum) itu buta.” Maka jawab Nabi: “Apakah kalau dia buta, kamu juga buta? Bukankah kamu berdua melihatnya?” (HR. Abu Daud)

Apalagi, di Masjid Nabawi di zaman Rasulullah pun tidak mengenakan tabir. Buktinya ada hadits yang menyatakan bahwa para sahabat dapat melihat wajah seorang wanita cantik ketika ruku’ dalam shalat berjama’ah di Masjid.

Dahulu ada seorang wanita yang sangat cantik shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka sebagian laki-laki maju, sehingga berada di shaf pertama agar tidak melihat wanita itu. Tetapi sebagian orang mundur, sehingga berada di shaf belakang. Jika ruku’, dia dapat melihat (wanita itu) dari sela ketiaknya. Maka Allah menurunkan (ayat): “Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripadamu dan sesungguhnya Kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian (daripadamu).” (HR. At Tirmidzi, An Nasâ’i, Ibn Mâjah, Ibn Hibbân, Ahmad)

Maka dari itu, hijab fisik yang kita kenakan pada saat berinteraksi dengan lawan jenis bukan sebagai kewajiban yang diperintahkan RasuluLlah (secara langsung), tetapi membuat hati kita terasa lebih tentram dan -yang paling penting- sebagai alat bantu kita untuk menjalankan perintah “Wa laa taqrabuz zinaa. Dan janganlah kamu mendekati zina.” Mungkin dalam kasus ini berlaku juga kaidah fiqh: “ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب. Jika sebuah kewajiban tidak terlaksana kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya.” sehingga bisa jadi hijab fisik ini menjadi wajib juga bagi kita.

Apa saja perbuatan mendekati zina yang akan terhindar? Kira-kira ini daftarnya:
Baca lebih lanjut

Profil Kepemimpinan: Elang Gumilang


  1. Bagaimana suasana kerja di perusahaan Pak Elang?

Sangat menyenangkan dan meninggalkan kesan positif dalam diri saya. Suasananya santai tetapi tetap profesional dalam kinerjanya.

  • Bagaimana pola kerja perusahaan? Misal, masuk kerja jam berapa, pulang kerja jam berapa.. Apakah ada peraturan-peraturan untuk para karyawan yang harus ditaati?
  • Waktu kerja dimulai pukul 08.00 s/d 17.00, dengan briefing pagi setiap pukul 07.55-08.00, serta waktu istirahat pukul 11.30 s/d 13.00 dan 15.00 s/d 15.30.
    Sementara pada hari Jumat, istirahat siang mulai pukul 11.30 dan waktu kerja hanya sampai pukul 15.00 karena setelah istirahat ashar ada pengajian rutin bagi karyawan.

    Ada beberapa peraturan yang saya ingat:

    • Keterlambatan masuk kerja mengakibatkan pemotongan gaji sesuai dengan jumlah keterlambatan dalam suatu periode. Hal ini untuk mengingatkan pegawai betapa berharganya waktu yang ada.
    • Pegawai  perempuan diwajibkan mengenakan kerudung dan pakaian yang menutup aurat.

  • Apakah ada keunikan-keunikan dari budaya perusahaan yang berbeda dari perusahaan lainnya? Misal, ada seminar/kegiatan motivasi untuk pegawai, ada taklim pekanan untuk pegawai, ada reward and punishment, dll…
  • Orientasi perusahaan yang ditanamkan kepada para pegawai adalah 3G:

    • GOD, orientasi pada nilai-nilai Ketuhanan;
    • GOLD, orientasi pada pencapaian target yang diukur dari aspek materi;
    • GLORY, orientasi pada terwujudnya visi besar perusahaan.

    Baca lebih lanjut

    Hijab #1 (Materi Mentoring Kolosal PAS ITB)


    Kita semua yakin, bahwa Islam adalah agama yang mulia dan sempurna. Satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah. Ia adalah din yang Rabbaniyyah, bersumber pada nilai-nilai ke-Tuhanan, yaitu Dzat yang menciptakan dunia dan seisinya. Bila Allah yang menjadi Mata Air agama ini, pasti lah terjamin kebenarannya, karena Dia-lah yang paling tahu rahsia yang ada di Bumi.

    Walau begitu, dalam Islam juga terdapat unsur Insaniyyah. Beruntung sekali umat ini hanya diperintahkan untuk mengikuti sesamanya. Ya, Utusan Allah juga manusia, yang sama-sama makan, yang sama-sama tidur, dan sama-sama melakukan aktivitas kemanusiaan lainnya. Tidak seperti bangsa Yunani yang diperintahkan mengikuti Dewa, atau minimal Hercules (setengah dewa-setengah manusia).

    Islam pun syumul, mengatur hidup dari bangun tidur sampai tidur lagi, bahkan ketika tidur sampai bangun lagi. Mulai dari hal-hal kecil seperti gunting kuku, menyisir rambut, dan masuk ke kamar mandi, hingga hal-hal besar seperti berbangsa dan bernegara. Ia pun sifatnya universal, baik di Arab, di Eropa, maupun di Indonesia, baik zaman dahulu, zaman sekarang, maupun zaman akan datang, kita memeluk Islam yang sama.

    Hanya saja, kecemerlangan cahaya Islam telah diredupkan oleh para pemeluknya. Kemuliaan Islam belum dibarengi dengan keindahan akhlaq para pengikutnya. Akhlaq muslim harus baik juga agar Islam tidak tercoreng. Sudah saatnya, kemuliaan Islam dibarengi dengan kecemerlangan akhlaq para pemeluknya!

    Salah satu caranya adalah dengan dakwah, yaitu dakwatunnas ilaLlah bil hikmah wal maw izhotil hasanah hatta yakfuru bittaghut wa yu’minuna biLlah hatta yukhriju minadz dzulumati jahiliyati ila nuril Islam, menyeru manusia kepada Allah dengan hikmah dan pengajaran yang baik hingga mengingkari taghut dan beriman kepada Allah hingga keluar dari kegelapan jahiliyyah menuju cahya Islam yang terang-benderang.

    Dakwah haru membuat perubahan, dari yang tadinya jahiliyyah menjadi ma’rifah, dari ma’rifah menjadi fikrah, dari fikrah menjadi amal. Percuma bila kita berilmu tetapi kita tidak mengamalkannya, apalagi kita malah menyesal karena telah terbebani oleh ilmu: “Tuh kan gara-gara ikut ta’lim saya jadi harus menjaga hijab, kalo saya ga ikut ga harus kan?”

    Bila seperti itu, berarti ibarat ke dokter untuk mengecek kesehatan, tetapi setelah tahu penyakitnya malah marah-marah: “Gara-gara dokter nih saya jadi tahu sakit apa, kalo saya ga ke dokter saya kan ga kenapa-napa. Saya ga harus minum obat, masih boleh makan apa saja, masih boleh bergadang.”

    Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit membahas tentang hijab. Landasan umum tentang hijab terdapat dalam QS. Al Israa’ ayat ke-32, yaitu:
    Baca lebih lanjut

    Untuk yang Berbahagia (2)


    Lanjutan dari cerpen Untuk yang Berbahagia. Kalo belum tau, mending baca dulu. Hehe…

    Rabu, 4 April 2012
    Wuah, kangen sama buku ini. Mengapa tiba-tiba saya menulis cerita harian lagi? Karena hari ini saya iseng menggeledah tumpukan buku-buku di gudang dan saya mendapati buku ini. Buku kecil yang berisi tentang rekam hidup saya semenjak S2 di Turki hingga hari-hari awal pernikahan dengan Raudhah.

    Hhhh… ternyata sudah 1,5 tahun berlalu sejak kepergian Raudhah. Apa kabar di sana, sayang?

    Kamis, 5 April 2012

    Hari ini adalah hari yang selalu saya nantikan, karena paginya saya ada liqo’at dengan binaan-binaan saya dari Institut Pertanian Bogor. Alhamdulillah, mereka selalu datang 10 menit lebih awal ke rumah saya, sehingga kita bisa mengefektifkan waktu yang sempit antara subuh dengan jam kerja saya. Untuk itu saya selalu “membayar” mereka dengan selalu menyiapkan materi halaqah dengan sebaik mungkin.

    Sekitar pukul 08.00, pertemuan diakhiri dan mereka langsung bergegas menuju tempat aktivitas mereka selanjutnya. Saya pun bersegera bersiap menuju tempat kerja di konsultan Arsitektur yang bertempat di Jl. K.H. Abdullah bin Nuh, dekat Taman Yasmin V. Seperti biasa, sebelum berangkat saya mampir ke swalayan dekat rumah untuk membeli sebotol teh manis kemasan botol plastik untuk menemani aktivitas saya selama 1 hari ini.

    Nah, pas sudah sampai di kasir untuk bayar teh tersebut, saya melihat ada anak kecil dengan pakaian serba putih sedang melihat tumpukan permen lolilop di atas meja kasir. Anak kecilnya lucu banget. Karena ga tega membiarkannya, akhirnya saya membeli permen lolipop tersebut dan menyerahkannya kepada si anak lucu itu.

    Jumat, 6 April 2012

    Hari ini saya menyengaja hadir lebih awal di kantor agar bisa ikut apel pagi untuk briefing singkat dengan para karyawan lainnya. Saya selalu suka dengan suasana briefing ini sejak magang ketika masih kuliah di ITB, karena memang selalu ada pembacaan ayat suci Alquran yang dibaca secara bergantian. Yang paling sering membacanya adalah Pak Deden, Pak Taufik, dan Pak Andri.

    Seingat saya, sewaktu saya magang, Pak Deden ini masih suka merokok dan nongkrong ga jelas, tetapi kini bacaan Quran-nya sangat merdu. Begitu juga dengan Pak Andri, beliau dulu baca Surat An Nas ketika jadi imam shalat maghrib di acara Outting Perusahaan saja masih salah dan terbata-bata. Namun kini hafalannya sangat banyak, subhanaLlah.

    Sabtu, 7 April 2012

    Weekend, yeah! Hehe. Saya pun pergi ke GOR Padjadjaran untuk sedikit jogging pagi. Sekitar 30 menit kemudian, saya mengakhiri olahraga pagi tersebut dan mampir ke swalayan dekat rumah. Kali ini saya tidak langsung pulang, tetapi duduk sejenak di kursi yang ada di depan swalayan.

    Ketika sedang asik menikmati suasana sambil minum teh manis, saya kaget karena tiba-tiba ada yang menyentuh siku saya dari samping. Wah, ternyata si anak lucu kemarin, tapi kok dia masih berpakaian putih-putih dan masih memegang permen lolipop waktu itu. Saya pun bertanya: “Sedang apa, dik?” Alih-alih menjawab, si lucu ini malah bertanya balik: “Apa yang paling ingin kakak lakukan sebelum kakak meninggal?”

    Deg! Saya benar-benar terhentak dengan pertanyaannya itu, serta merta saja bayangan Raudhah hadir dalam benak dan lisan saya pun mendadak kelu. “Umm, umm, apa… umm…” Saya hanya bisa memandang jejeran ruko di seberang jalan, beberapa belum buka. Dengan tertatih saya berkata lirih: “Mungkin… Saat ini saya ingin bertemu dengan orang yang saya sayangi kemudian membahagiakannya di dunia dan akhirat.”

    Saya kemudian tertunduk malu dan tersipu. Ketika itu saya berpikir, anak kecil ini mana mengerti masalah orang dewasa. Begitu saya menoleh ke samping, anak kecil tadi mendadak hilang tanpa tanda-tanda bekas kehadirannya. Agak serem sih, tapi yaudah lah ya…

    Ahad, 8 April 2012

    WAAA!!! Saya benar-benar tidak akan melupakan hari ini, 8 April 2012! Perasaan saya campur aduk: senang, sedih, takut, lega, dan masih banyak lagi. Haha, mungkin saya sudah gila, karena saya sendiri tidak bisa mempercayai apa yang saya lihat. Oke, oke, akan saya tulis dari awal.
    Baca lebih lanjut