Cahya Terangi Gelap


Tersentak dan tersadar.
Bahwa cahaya menerangi gelap.
Takkan ada gelap yang mencekam cahaya.
Yang ada hanya cahaya redup dan menghilang.

Ya.
Gelap hanya ada.
Pada masa, cahaya tlah tiada.

Dan selalu..
Cahya terangi gelap.
Percayalah, tiada pernah tertukar sunatuLlah.

Lantas, An Nuur tlah firmankan:
“Ia keluarkan Pengiman kepada cahaya (iman).” (TQS. 2: 257)

Namun, mengapa kini Islam sesak konflik?
Sebabnya bukanlah mereka yang menguat.
Takkan ada gelap yang mencekam cahaya.
Sungguh, kitalah yang melemah.
Cahaya Islam dan Pemeluknya kian redup dan menghilang.
Baca lebih lanjut

Alessandro Del Piero


Umm, sebenernya udah ga ngikutin dunia bola lagi, karena saya lebih suka jadi pemain daripada penonton. Tapi akhir-akhir ini jadi suka Juventus lagi, soalnya sepak terjangnya bagus banget dibanding beberapa musim terakhir.

Awalnya, suka Juve cuma gara-gara liat koran di Cikampek waktu SD yang memperlihatkan klasemen serie-A dengan Juve berada di puncaknya. Padahal ga tau pemain Juve satu pun, malah sebenernya keluarga itu pada suka AC Milan. Hoho…

Nah, sekarang pengen nge-post tentang Juve khususnya tentang sang legenda hidupnya yang telah mendedikasikan kebolehannya menggoreng bola selama 19 tahun untuk tim kota Turin tersebut, Alessandro Del Piero.

Sebabnya tak lain karena bung Ale telah habis kontraknya di tim hitam-putih tersebut dan tiada lagi diperpanjang. Jadi lah, ini musim terakhirnya untuk Juventus.

Nah, pasca-pertandingan-terakhir di Juventus Stadium versus Atalanta dengan memastikan Scudetto dalam status invincible, sang megabintang membuat surat terbuka yang ditulisnya di akun Facebook pribadinya. Ini dia:
Baca lebih lanjut

Acapella Nasheed


Tadi malam, mendadak pengen nyelesein kerjaan sambil denger nasyid. Setelah muter-muter di gradasi, ujug-ujug keingetan sama neSSei. Kayaknya sedikit saja yang tau tim nasyid ini, bahkan kayaknya di kalangan munsyid sendiri.

Pertama kali tau lagu mereka, pas ikutan lomba nasyid di SMA Negeri 5 Bogor dalam acara PHBI Tahun Baru Hijriyyah. Di sini grup nasyid saya juara III padahal baru pertama kali ikutan, hehe. Dan yang juara I lah yang membawakan lagu neSSei yang berjudul “Here and Real” ini.

Nah, pas tadi malam nyari-nyari, alhamduliLlah dapat nasyidnya. Tapi cuma ada 4 lagu di album neSSei (selain di albumnya sendiri, neSSei juga pernah nongol di albumnya Ust. Arifin Ilham. Itu loh, yang ada “Tombo Ati”-nya Opick), yaitu: “Rinduku Mencinta-Mu”, “Hanya Satu”, “Temaram Kalbu”, dan “Dzikrullah”, padahal pengen denger juga “Taman Alquran”, “Fitri”, “Bidadari Kecil”, dan tentu saja “Here and Real”.

Saya pengen nge-review 2 lagu saja (kalo mau denger, tinggal klik judul lagunya):

1. Rinduku Mencinta-Mu

Mengapa hati ini memberi rindu pada insan makhluk dunia?
Mengapa hati ini memberi cinta pada keindahan dunia?

Sulitnya tuk merindu hanya pada Yang Satu dalam seluruh pasrahku.
Slalu kubagi cinta pada selain Mahacahaya.

Allahu Rabbuna, beri kami cinta-Mu, biar lepas beban cinta selain cinta dari-Mu.
Allahumma Rabbana, beri kerinduan-Mu, biar cerah hati ini kelak menghadap keharibaan-Mu.

Sulit tuk merindu di dalam seluruh pasrahku hanya pada Yang Satu.
Selalu terbagi cinta pada selain Mahacahaya.

Salah satu nasyid favorit waktu SMA, soalnya tema-nya MahabbatuLlah.
Waktu itu emang lagi suka-sukanya sama beberapa nasyid bertema MahabbatuLlah, contoh lainnya: “Cinta Ilahi”-nya Snada, “Persembahan Cinta”-nya Gradasi, “Tanda Cinta”-nya Gradasi, (umm apa lagi ya?).

Sayangnya pake piano sih, jadi ga bisa dibawain.
Btw, kalo dapet partiturnya, mau deh belajar piano-nya.
Hoho…

2. Hanya Satu

Kupu-kupu terbang menari indah di antara bunga
Oh, siapa yang tlah ciptakannya? Dialah Allah semata.
Awan berarak di angkasa, putih dan selembut kapas.
Oh, siapa yang tlah ciptakannya? Dialah Allah Yang Kuasa.

Bila kita tengah berduka, panjatkanlah doa pada-Nya.
Bila kita tengah bahagia, sampaikan syukur pada-Nya.

Ya Allah, Engkau Tuhanku, hanyalah satu dan tiada yang tara.
Mahakuasa Maha Pencipta, tak pantas untuk menduakan-Nya.

Syukurku untuk-Mu, syukurku…
Syukurku… untuk-Mu, ya Allah.

Baca lebih lanjut

Doa Terlengkap


اللَّهُمَّ إنِّي أسَألُكَ مِنْ خَيْر مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ محمَّدٌ صلى الله عليه وسلم. وأعوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا استَعَاذَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صلى الله عليه وسلم. وأنتَ المُسْتَعانُ, وَعَليْكَ البَلاَغُ, وَلا حَولَ وَلا قُوَّةَ إِلا باللهِ

“Allahumma inni as-aluka min khairi ma sa-alaKa minhu nabiyyuKa Muhammadun sallallahu ‘alaihi wa sallam. Wa a’udzubiKa min syarri mas-ta’adha minhu nabiyyuKa Muhammadun sallallahu ‘alaihi wa sallam. Wa Antal-Musta’anu, wa ‘alaiKal balaghu, wala hawla wa la quwwata illa biLlah.”

Baca lebih lanjut