Fitrah

Mungkin kita banyak dengar bahwa Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah. Namun banyak dari kita tidak memahami artinya. Penulis pun baru akhir-akhir ini mampu memaknainya lebih dalam.

Lantas, apa itu yang sesuai dengan fitrah?

Simpelnya adalah bahwa sesuai dengan fitrah adalah agama yang paling mudah dan paling murah. Oke, kita elaborasi dengan menggunakan studi kasus.

Beberapa waktu lalu, santer terdengar tentang RUU Kesetaraan Gender yang mendeklarasikan bahwa lelaki dan perempuan harus disamaratakan dalam hal apapun, padahal tidak demikian dalam konsepsi Islam.

Islam yang fitrah itu telah menempatkan lelaki dan perempuan dalam posisi yang termudah, sesuai tabiat dan perannya.

Misal saja dalam hal waris. Porsi lelaki adalah dua kali lipat dari perempuan. Inilah keadilan, sesuai dengan kondisinya: lelaki mencarikan nafkah untuk istrinya, tetapi perempuan tak harus memberikan nafkah kepada suaminya.

Akan tetapi, sudut pandang kaum feminis berkata lain. Mereka memandang bahwa dewasa ini, perempuan sudah banyak yang memiliki penghasilan. Maka dari itu, pembagian harta waris antara lelaki dan perempuan haruslah sama.

Kembali kepada pembahasan kita tentang fitrah: Apakah perempuan harus bekerja mencari penghasilan? Bukankah peran utama perempuan adalah menjaga dirinya, suaminya, anak-anaknya, dan harta suaminya?

Apabila perempuan bekerja, hampir pasti bahwa yang mengurus rumah adalah PRT dan hampir pasti bahwa susu yang akan diberi kepada anak-anak adalah susu sapi atau susu bubuk (yang ga jelas).

Sungguh, para perempuan karier patut dikasihani, mereka banting tulang dan memeras keringat hanya untuk membeli sesuatu yang menjadi substitusi dari hal yang gratis.

Gajinya mereka habiskan untuk bayar PRT. Andai tidak bekerja, padahal cukup mereka yang melayani suami dan menjaga rumah. Sama-sama capek tetapi pahalanya lebih dahsyat. Jadilah ia lebih agung daripada bidadari surga.

Gajinya juga mereka gunakan untuk membeli susu olahan. Andai tidak bekerja, padahal cukup mereka yang merawat dan mendidik anak-anaknya. Sama-sama capek tetapi pahalanya lebih dahsyat. Jadilah bawah telapak kakinya menjadi hamparan surga bagi para buah hatinya.

Ya, itulah fitrah perempuan sebenarnya, dimuliakan setinggi-tingginya. Itulah Islam, sebuah agama yang sesuai fitrah. Paling mudah dan paling murah.

Allahu a’lam…

One thought on “Fitrah

  1. Jamannya sekarang sangat sulit mas, baik kedua pihak antara suami dan istri dituntut untuk bisa bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Pandai2nya seorang istri dijaman sekarang harus mampu menjalankan kedua peran yaitu menjadi ibu rumah tangga sekaligus membantu suami mencari nafkah
    Semoga wanita karir nan muslimah tidak pernah lupa akan kodratnya bahwasanya yang paling utama tetaplah melayani keluarga..
    Nice share, artikelnya sangat menarik..

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s