Alternatif Pencapaian Ramadhan

Pada tulisan kali ini, saya ingin mengajak teman-teman semua untuk membuat rekor ibadah di bulan Ramadhan. Nah ini dia alternatifnya:

1. Shaum Ramadhan

Yang pertama tentu saja melaksanakan shaum Ramadhan 1 bulan penuh. Berikut ini beberapa keutamaan shaum di bulan Ramadhan:

Dari Abu Hurairah radhiaLlahu ‘anhu, bahwa RasuluLlah shalaLlahu ‘alahi wasallam bersabda: “Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah ‘Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi surga-Nya lalu berfirman (kepada surga): ‘Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu’, pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam.” Beliau ditanya, “Wahai RasuluLlah apakah malam itu Lailatul Qadar?” Jawab beliau, “Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.” (HR. Ahmad)

Oia, jangan lupa, selain menahan diri dari hal-hal yang membatalkan shaum (makan, minum, bersetubuh, dll), kita juga musti menahan diri dari hal-hal yang merusak pahala shaum tersebut, misal: marah, berpikir yang nggak-nggak, melihat yang nggak-nggak, menyentuh yang nggak-nggak, dan yang sejenisnya.

Yuk, di Ramadhan kali ini kita targetkan untuk shaum satu bulan penuh.

2. Shalat fardhu

Kuncinya tiga hal: cara, waktu, dan tempat. Caranya dengan selalu berjamaah, tempatnya selalu di masjid, dan waktunya selalu tepat pada saatnya.

Dari Ibnu Umar radhiaLlahu ‘anhu, sesungguhnya RasuluLlah shalaLlahu ‘alahi wasallam. bersabda, “Shalat berjamaah 27 derajat lebih utama daripada shalat sendirian.” (HR. Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Dari Buraidah radhiaLlahu ‘anhu dari Nabi shalaLlahu ‘alahi wasallam, beliau bersabda, “Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sering berjalan ke masjid dalam kegelapan malam dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.” (Hr. Abu Dawud)

Sedangkan maksud dari tepat pada waktunya adalah tepat ketika diadakan shalat berjamaah di masjid (bisa di awal, bisa di tengah waktu shalat), serta tidak tertinggal takbir pertama.

Dari Anas bin Malik radhiaLlahu ‘anhu, ia berkata, RasuluLlah shalaLlahu ‘alahi wasallam bersabda, “Barangsiapa shalat berjamaah selama empat puluh hari karena Allah subhanHu wa ta’ala tanpa ketinggalan takbiratul-ula (takbir pertama bersama imam), maka akan ditetapkan baginya dua kebebasaan, yakni kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat nifaq.” (HR. Tirmidzi)

Yuk, di Ramadhan kali ini kita targetkan untuk tiada terputus shalat fardhu berjamaah di masjid.

3. Tilawah Alquran

Dari Buraidah ia berkata: RasuluLlah shalaLlahu ‘alahi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab: ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran.’” (Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilainya sahih berdasarkan syarat Muslim [1/568], dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya [21872] dan Ad Darimi dalam Sunannya [3257])

Siapa coba yang menolak diberi keutamaan di atas? Hanya saja, wahai saudara sekalian, bacanya jangan sekedar baca (yang penting udah baca tiap hari). Cobalah diikhtiarkan untuk khattam 1 kali dari awal sampai akhir di bulan Ramadhan ini. Namun, bagi yang sudah biasa khattam, cobalah untuk lakukan lebih dari sekali di bulan Ramadhan ini. Dan kalo bisa ekstrim, misal khattam 6 kali. Jadi, 1 hari 5 juz atau 1 juz setelah shalat fardhu.

Oia, jangan terganggu dengan perkataan sini: “Buat apa baca banyak tetapi ga ngerti artinya?” Sungguh, dalam hadits berikut:

Dari Ibnu Mas’ud radhiaLlahu ‘anhu, RasuluLlah shalaLlahu ‘alahi wasallam bersabda, “Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka akan mendapat kebaikan dan setiap kebaikan mempunyai pahala berlipat 10 kali. Saya tidak berkata Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

Contoh yang diberi oleh RasuluLlah adalah Alif Lam Mim, yang kita sendiri tidak tahu artinya. Jadi, memang membaca banyak dan mengerti/memahami bacaan adalah dua hal yang berbeda. Walau demikian, keduanya harus kita lakukan secara bersamaan, karena keduanya bukan tahapan atas yang lain.

Yuk, di Ramadhan kali ini kita targetkan untuk khattam alquran lebih dari sekali.

4. Shalat Tarawih

Shalat yang cuma ada di bulan Ramadhan nih, jadi sayang banget kalau ketinggalan. Apalagi termasuk ringan aturannya: boleh di masjid, boleh di rumah, boleh awal malam, boleh akhir malam, boleh dikeraskan bacaannya, boleh dilembutkan bacaannya, boleh berjamaah, boleh sendiri.

Nah, untuk yang terakhir, usahakan selalu berjamaah berapapun jumlah rakaat (11 rakaat maupun 23 rakaat) yang dilakukan oleh imam. Malah biasanya yang 23 rakaat lebih sebentar daripada yang 11 rakaat. Hehe…

RasuluLlah shallaLlahu ’alaihi wasallam bersabda: “Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450)

Dalam lafazh yang lain: “Ditulis baginya pahala shalat di sisa malamnya.” (HR. Ahmad, no. 20474)

Yuk, di Ramadhan kali ini kita targetkan untuk tiada terputus shalat tarawihnya.

5. Zakat, Infaq, dan Shadaqah

Perbedaan diantara tiga serangkai ZIS adalah: zakat itu ada aturannya (rukun, haul, nisab, dll) dan sifatnya wajib (rukun islam gitu loh), infaq itu lebih ke materi (uang, emas, dll) dan sifatnya sunnah, sedangkan shadaqah lebih umum (senyuman, bantuan, dll). Kalo salah, tolong diingatkan ya? Hehe…

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (TQS. Ar Ruum: 39 )

RasuluLlah shallaLlahu ’alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah datang suatu hari kecuali akan turun dua malaikat yang salah satunya mengatakan, ‘Ya, Allah berilah orang-orang yang berinfaq itu balasan,’ dan yang lain mengatakan, ‘Ya, Allah berilah pada orang yang bakhil kebinasaan (hartanya).’” (HR. Muttafaq ‘alaihi)

RasuluLlah shallaLlahu ’alaihi wasallam bersabda: “Tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya yaitu: (salah satunya) …Seseorang yang menyedekahkan hartanya dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya….” (Muttafaq ‘alaih)

Yuk, di Ramadhan kali ini kita targetkan untuk sedekah setiap saat, infaq setiap hari, dan zakat fithrah sekali.

6. Shalat isyraq

Ini amalan yang masih jarang dilakukan, bahkan jarang sekali diangkat dalam khutbah dan ceramah. Mungkin karena dalilnya hanya di tingkat hasan.

Dari Anas bin Malik radhiaLlahu ‘anhu dia berkata, RasuluLlah shalaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian dia duduk untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah, sempurna sempurna sempurna.” (HR at-Tirmidzi [no. 586], dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani dalam “Silsilatul Ahaditsish Sahihah” [no. 3403])

Yuk, di Ramadhan kali ini kita targetkan untuk mendapatkan pahala haji dan umrah setiap hari dengan menunaikan shalat isyraq.

Sebenarnya masih banyak amalan lain yang bisa dijadikan prestasi Ramadhan kita, mulai dari shalat sunnah (dhuha, rawatib, tahiyatul masjid, syukrul wudhu, dll), mengenakan kain kudung dan jilbab bagi perempuan, hingga meninggalkan hobi buruk kita (merokok, pacaran, dll). Sila ditambahkan sendiri.

Satu yang pasti, jangan sampai kita jadi generasi Ramadhaniyun: orang-orang yang shalih di bulan Ramadhan saja (meski ini masih mending, daripada di Ramadhan saja kagak nambah shalih), akan tetapi jadilah Rabbaniyyun: orang-orang yang kapanpun dan dimanapun selalu menjalankan perintah Rabbnya, mengiktui sunnah Rasulnya, melakukan interaksi dengan ayat suci-Nya, dan kebaikan lainnya.

4 thoughts on “Alternatif Pencapaian Ramadhan

  1. ph, matahari terbit itu pas langitnya udah bener2 terang (putih/kuning), atau biru2 muda menjelang terang?

    Reply:
    gatau teh. hoho…
    waktu matahari terbit tuh biasanya suka dicantumkan di jam-jam digital yang ada di masjid-masjid kok.
    kalo ga salah, 1 jam 10 menit dari shalat shubuh, sekitar pukul 05.50-06.10 (beda-beda, tergantung waktu shalat shubuh).

  2. kakak, tulisannya bagus🙂
    buat yang nomer 6, inget banget dulu pernah berantem soal ini pas dauroh 2009, haha. sampai saat ini saya masih meyakini kalau keutamaannya terletak pada rangkaian shalat shubuh, dzikir, dan shalat dua rakaatnya; benar-benar berupa rangkaian, bukan hanya pada shalat dua rakaatnya😀
    satu lagi pertanyaan, kenapa disebut shalat isyraq, bukan shalat dhuha?

    Reply:
    lah, emang sampe berantem gitu? tapi saya bener juga lho, kalo isyraq itu artinya pagi. ada di surat Shad ayat ke-18. hoho…
    memang harus serangkaian itu. jadi tidak beranjak dari tempatnya shalat shubuh untuk dzikir sampai matahari terbit. lalu shalat.
    karena berbeda dengan shalat dhuha, karena ada syaratnya, yaitu serangkaian yang tania bilang.

  3. Kenapa tidak blh terganggu dg kmentar ” buat apa baca banyak tapi ga ngerti artinya?” ?
    Sungguh dalam al Qur’an:
    “Kitab alQur’an yang kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran ”
    (Shad:29)

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s