Aku Anak Rohis


AKU ANAK ROHIS BUKAN TERORIS (New Version)
By: Munsheed United feat Asma Nadia

Reff 1:
Aku anak rohis
Selalu optimis
Bukannya sok narsis
Kami memang manis

*Kubuka jendela pagi
Rasakan hangat mentari
Mulai kulangkahkan kaki
Semangat tinggi di hati

*Di sekolah berprestasi
Tak lupa aku tuk mengaji
Sebagai bekal di dunia
Dan akhirat nanti…
Baca lebih lanjut

Tips Seminggu Khattam


Aus bin Hudzaifah berkata, “Kami bertanya kepada para sahabat Rasulullah shalaLlahu `alaihi wasallam pada pagi harinya, ‘Bagaimana kalian membagi hizb Al-Qur’an?’ Mereka menjawab, ‘Kami meng-hizb-nya menjadi tiga surat, lima surat, tujuh surat, sembilan surat, sebelas surat, tiga belas surat, dan hizb Al-Mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir.’”
[HR. Ahmad]

Hari 1: Al Fatihah – An Nisa (Fatihah dan 3 surat)
Hari 2: Al Maidah – At Taubah (5 surat)
Hari 3: Yunus – An Nahl (7 surat)
Hari 4: Al Isra – Al Furqan (9 surat)
Hari 5: Asy Syu’ara – Yasin (11 surat)
Hari 6: Ash Shaffat – Al Hujurat (13 surat)
Hari 7: Al Mufashshal / Qaf – An-Nas

atau

“Utsman bin Affan membuka malam Jumat dengan membaca Al Baqarah sampai Al Maidah; malam Sabtu surat Al An’am sampai surat Hud; malam Ahad surat Yusuf sampai Maryam; malam Senin surat Thaha sampai Tha Sin Mim, Musa, dan Fir’aun (surat al Qashash); malam Selasa surat al Ankabut sampai Shad; malam Rabu surat Tanzil (az Zumar) sampai Ar Rahman; dan malam Kamis mengkhatamkannya. Ibnu Mas’ud mempunyai cara pembagian yang lain, yang berbeda dari sisi jumlah surat, namun sama dalam mengkhatamkan, yakni tiap pekan. Banyak riwayat tentang pembagian bacaan dalam sepekan tersebut”.
[Hasan Al Banna, Risalah Pergerakan Bab Al Ma’tsurat]

Hari 1: Al Fatihah – An Maidah
Hari 2: Al An’am – Hud
Hari 3: Yusuf – Maryam
Hari 4: Thaha – Al Qashash
Hari 5: Al Ankabut – Shad
Hari 6: Az Zumar – Ar Rahman
Hari 7: Al Waqi’ah – An Nas

“Allahummarhamna bil Quran…”

Andai Saja…


Andai saja, saat ini RasuluLlah saw masih hidup…

Andai saja, saya adalah Umar yang mendatangi RasuluLlah setelah mendengar niatan Thalhah untuk meminang Aisyah selepas wafat RasuluLlah.

Andai saja, saya berkesempatan seperti Umar yang berkata: “Ya RasuluLlah, mulai sekarang jangan ada di antara istri-istrimu yang tampak di muka umum, hijabi mereka semua, tutup, jangan ada orang yang melihat istri-istrimu. Demi Allah kehormatan agama ini dipertaruhkan.”

Andai saja, saya bisa menyampaikannya kepada RasuluLlah agar turunkan larangan interaksi antarlawan jenis pada malam hari, mulai dari sms-an, telponan, like-an, tag-an, mention-an, what’s up-an, skype-an, ym-an, hingga bbm-an. Apatah lagi bertemu langsung.

Andai saja, seketika RasuluLlah langsung menjelaskan bahwa Dienul Islam telah sempurna, tak perlu ada yang ditambah.

Andai saja, RasuluLlah jelaskan bahwa firman-Nya: “…yaitu sebelum sembahyang fajar, dan seketika kamu menanggali pakaian kamu selepas Zuhur, dan sesudah sembahyang ‘Isya. itulah tiga masa aurat bagi kamu…” adalah larangan tersebut.

Andai saja, beliau sampaikan itu semua kepada para aktivis da’wah hari ini.

Ah, andai saja, berandai-andai seperti ini ada manfaatnya…
Hanya merasa dibohongi dengan aturan jam malam. Namun, percaya deh, sesungguhnya saya lebih berharap terus dibohongi seperti ini…