Andai Saja…


Andai saja, saat ini RasuluLlah saw masih hidup…

Andai saja, saya adalah Umar yang mendatangi RasuluLlah setelah mendengar niatan Thalhah untuk meminang Aisyah selepas wafat RasuluLlah.

Andai saja, saya berkesempatan seperti Umar yang berkata: “Ya RasuluLlah, mulai sekarang jangan ada di antara istri-istrimu yang tampak di muka umum, hijabi mereka semua, tutup, jangan ada orang yang melihat istri-istrimu. Demi Allah kehormatan agama ini dipertaruhkan.”

Andai saja, saya bisa menyampaikannya kepada RasuluLlah agar turunkan larangan interaksi antarlawan jenis pada malam hari, mulai dari sms-an, telponan, like-an, tag-an, mention-an, what’s up-an, skype-an, ym-an, hingga bbm-an. Apatah lagi bertemu langsung.

Andai saja, seketika RasuluLlah langsung menjelaskan bahwa Dienul Islam telah sempurna, tak perlu ada yang ditambah.

Andai saja, RasuluLlah jelaskan bahwa firman-Nya: “…yaitu sebelum sembahyang fajar, dan seketika kamu menanggali pakaian kamu selepas Zuhur, dan sesudah sembahyang ‘Isya. itulah tiga masa aurat bagi kamu…” adalah larangan tersebut.

Andai saja, beliau sampaikan itu semua kepada para aktivis da’wah hari ini.

Ah, andai saja, berandai-andai seperti ini ada manfaatnya…
Hanya merasa dibohongi dengan aturan jam malam. Namun, percaya deh, sesungguhnya saya lebih berharap terus dibohongi seperti ini…