Meminta Negara

Ia (Nabi Sulaiman) berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha pemberi.” (TQS. Shad : 35)

Sebuah keteladanan Nabi Sulaiman telah Allah abadikan dalam Quran-Nya. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah agar kita suatu saat bisa menirunya. Meminta negara dalam rangka kebaikan: Rabbighfirli wa habli mulkan la yanbaghi li ahadin minba’di, yaitu menginstitusikan ajaran-ajaran Islam di pemerintahan agar mau tak mau rahmat Allah terlimpah kepada seluruh penduduknya.

Bagi saya, ini juga sebuah tamparan keras, karena selama ini kita lebih sering meminta kebaikan untuk diri kita sendiri. Namun, Nabi Sulaiman memiliki mentalitas pemenang sejati, yaitu ingin bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi manusia dan alam semesta. Karena memang mustahil, Nabi Sulaiman meminta kekuasaan hanya untuk memperkaya diri semata.

Dibalik pintanya itu, ternyata Nabi Sulaiman mendapat barakahnya juga. Karena bila kita minta suami/istri, anak, kekayaan saja, belum tentu Allah memberikan negara. Akan tetapi, bisa terjadi bila kebalikannya, karena menurut riwayat istri Nabi Sulaiman berjumlah sembilan puluh sembilan.

Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (TQS. Al Isra’: 80)


Berdoalah seperti yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad, diberi kekuasaan yang menolong: Rabbij’alli milladunka sulthannan nashira. Agar kita bisa memperbaiki umat dan bangsa ini sehingga benar-benar makmur dan sejahtera. Dalam Quran, definisi makmur dan sejahtera adalah ketika Allah memberi kita makan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan kita dari ketakutan (Alladzi ath’amahum minju’ wa amanahum minkhauf).

Nah, kalo meminta keamanan negeri, ada doanya dari Nabi Ibrahim: Rabbij’al hadza baladal amina.

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (TQS. Ibrahim: 35)

Bahkan lebih daripada itu. Setelah negeri ini mencapai puncak kejayaannya, kita akan tunaikan tugas dari Allah, yakni: menjadi soko guru peradaban.

Allahu a’lam…

One thought on “Meminta Negara

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.