Tentang Profesi

akreditasi AR ITB

Di kampus, terutama di lembaga-lembaga kemahasiswaan, kita sering membicarakan tentang keprofesian, seolah lulusan tiap jurusan akan menjadi sebuah profesi. Teknik informatika menghasilkan profesi ahli IT, teknik sipil menghasilkan profesi ahli struktur, astronomi menghasilkan profesi astronom, dan begitu di setiap jurusan.

Padahal dalam UU di Indonesia, yang disebut profesi itu hanya (sekitar) 7 buah. Maaf belum nemu versi lengkapnya, tapi setidaknya yang saya ingat adalah: Dokter, Apoteker, Akuntan, Advokat, dan Arsitek. Sisanya masuk ke dalam kategori okupasi, bukan profesi. CMIIW.

Nah, biar gampang bedain profesi dengan okupasi, berikut ini ada ciri-ciri dari sebuah profesi dari dosen:

  1. Ada ilmu keahlian dari pendidikan tinggi dan ada praktik profesi.
  2. Ada izin praktik (sertifikat) dan bisa dicabut izinnya.
  3. Jenisnya jasa (melayani), bukan perdagangan. Dapat fee, bukan profit.
  4. Ada asosiasi, tetapi di okupasi juga ada, dan biasanya ada kode etik dari asosiasi untuk mengatur perilaku dengan punishment (dicabut keanggotaan).
  5. Diakui secara hukum dan diatur oleh perundangan.
  6. Sebagai tambahan: ada kecintaan, dedikasi, atau semacamnya.

Udah bisa bedain kah? Berikutnya saya ingin menjelaskan lebih lanjut tentang profesi Arsitek nih. Jadi, untuk bisa jadi arsitek, ga cukup S1 saja. Seperti yang sudah dijelaskan pada ciri-ciri di atas, profesi itu ada pendidikan tambahannya, yaitu pendidikan keprofesian. Kalo di kedokteran, lulus S1 cuma dapet gelar S.Kes (istilahnya koas ya? CMIIW) tapi kalo udah melewati koas itu, baru dapat gelar dr. Di farmasi juga sama, lulus S1 cuma dapet gelar S.Farm (bukan sarjana kebun lho, dan S.Farm ini belum bisa berpraktik meracik obat sendiri. CMIIW lagi), tapi kalo udah ikut pendidikan keprofesian selama setahun, baru dapat gelar Apt.

Nah, bidang arsitektur pun ada pendidikan keprofesiannya. Di ITB, pendidikan keprofesian arsitek tergabung dalam pendidikan strata magister. Jadi, sebenernya sertifikat keprofesiannya tersirat pada sertifikat kelulusan S2. Namun, di UI lain lagi. UI punya program pendidikan profesi 1 tahun untuk mendapatkan sertifikat keprofesian arsitek. Jadi, kalo di UI, kita bisa dapat sertifikat S1, S2, dan profesi.

Bagi yang sudah terlanjut basah kuliah di arsitektur ITB dan masih kepikiran untuk tetap jadi arsitek, saya sarankan untuk mengambil S2 di ITB dulu. Alasan utamanya adalah karena sekarang Strata 1 dan 2 jurusan Arsitektur telah terakreditasi secara internasional oleh KAAB (Korean Architecture Accrediting Board). Lihat foto di atas. Yang berarti, sertifikat di ITB sama dengan sertifikat kampus di luar negeri yang telah terakreditasi juga oleh KAAB. Apalagi jangka waktu akreditasi ini full 5 tahun, yang semoga menunjukkan kualitas AR ITB termasuk dalam kategori terbaik (bukan menunjukkan yang paling banyak bayarnya).

Sebenernya pengen bahas tentang apakah punya izin merancang di luar negeri karena punya sertifikat internasional dan tentang IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) yang saya sarankan untuk gabung kesana bila ingin jadi arsitek. Akan tetapi, saya tidak ingat apa yang dikatakan dosen tentang itu, dan yang saya ingat adalah income buat freshgraduate (0-2 tahun) jurusan arsitektur adalah Rp 3 juta. Hoho…

Akhir kata,
Semoga makin banyak arsitek yang soleh dan kreatif, pembangunan lingkungan binaan di Indonesia menjadi semakin baik. Amin.

2 thoughts on “Tentang Profesi

  1. walaupun belum disebutkan di atas, berarti psikolog juga sebuah profesi, karena sesuai dgn ciri-ciri yang di atas (^_^)

    Reply:
    sip, makasih info tambahannya…

  2. Saya ingin masuk ITB #insyallahklwditerima jurusan arsitektur Tapi setelah baca blog anda ini saya jadi bingung pilih ITB atau UI, soalnyaa UI Ke profesiannya hanya satu tahunn !! nahh yg saya bingung klw di ITB ke profesiannya berapa tahun ?? apa kah keprofesiannya itu masuk S2 ? jadi klw masuk S2 lama lagi Dong sayang menjadi seorang arsiteknya ?

    mohon di jelaskann lagi mengenai jurusan qarsitektur di UI & ITB

    Reply:
    di itb keprofesiannya gabung dengan S2 (2 tahun), jadi nanti bakalan dapet dua ijazah. di indonesia, yang saya tahu hanya ada 3 kampus yang membuka hanya program keprofesian, yaitu: UI, Univ Trisakti, dan Univ Parahyangan.

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s