Proficio Day di Pandeglang

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash Shaff: 4)

Tanggal 28 April 2013 di Ibad Ar Rahman Boarding School, Pandeglang, Banten, diselenggarakan sebuah acara yang bernama Proficio Day. AlhamduliLlah saya diberi kesempatan untuk berpartisipasi pada kegiatan tersebut sebagai orang yang memperkenalkan Arsitektur kepada para santri yang setara dengan kelas VII SMP.

Menurut saya, sedikitnya ada 5 hal yang membuat Arsitektur menjadi penting untuk dipelajari, yaitu:

  1. Arsitek membantu manusia untuk memenuhi kebutuhan primer.
    Kebutuhan primer yang dimaksud ialah papan. Maka dari itu, profesi arsitek akan selalu diperlukan dari sejak dahulu kala hingga kapan pun. Karena manusia tidak bisa menahan diri dari ancaman alam (cuaca, binatang buas, dll) tanpa bantuan bangunan. Bahkan, pada awalnya manusia purba menempati bangunan yang tersedia di alam untuk berlindung, yaitu: Gua.
  2. Dari segi finansial merupakan bisnis yang menguntungkan.
    Kita ketahui luas tanah di Bumi tak pernah bertambah, karena belum ada teknologi untuk mendatangkan tanah dari planet lain. Padahal di sisi lain, jumlah manusia yang membutuhkan lahan untuk bangunan tempat tinggalnya, semakin banyak. Hal inilah yang membuat hatga tanah pasti naik. Bisnis paling mudah dari usaha real estate adalah beli suatu kavling tanah, diamkan selama bertahun-tahun, lalu jual kembali. Karena dengan begitu saja, kita bisa mendapat keuntungan yang berkali-kali lipat.
  3. Peradaban sedang membutuhkan arsitek yang terbaik.
    Dengan terbatasnya lahan, itu artinya saat ini kita perlu arsitek yang benar-benar memiliki moral dan intelektual yang baik, agar lingkungan binaan tetap teratur. Bayangkan betapa celakanya bila tanah yang langka itu malah dibangun diskotik, rumah bordil, dan hal yang tidak bermanfaat lainnya. Padahal saat ini masyarakat perlu diedukasi melalui arsitektur, misalnya pemisahan lelaki dan perempuan pada bangunan publik untuk menghindari ikhtilat, khalwat, dan bashar penuh syahwat. Ya, peradaban Islam sedang butuh dukungan arsitektur untuk kebangkitannya.
  4. God is an Architect.
    Allah (dan Rasul-Nya) sering mengaitkan segala sesuatu dengan hal-hal arsitektural. Quran Surat Ash Shaff ayat keempat menganalogikan para mujahid yang berjuang dengan barisan teratur bagaikan bangunan yang marshush (fungsional, kokoh, dan estetis). Adanya hadits yang menerangkan bahwa Ash Shalatu Imaduddin: “Intisari perkara adalah Islam dan tiangnya adalah shalat.” (HR Ahmad-V/231,237; HR; Ibn Majah hadist no. 3973). Juga penggambaran Iman-Islam-Ihsan menjadi Pondasi-Pilar-Atap, dalam kuliah-kuliah agama.
  5. Ilmu bermanfaat yang tak akan terputus.
    Seorang arsitek selalu berkesempatan untuk mendapatkan kebaikan yang tiada pernah terputus, hatta setelah ia meninggal (insya Allah). Ketika seorang arsitek merancang sekolah/kampus/pesantren dan di situ ada 100 orang tiap tahunnya yang mencari ilmu, maka ia akan mendapatkan seluruh kebaikannya. Ketika seorang arsitek merancang masjid dan di situ ada 100 orang yang shalat, membaca, dan menghafalkan Quran, maka ia akan mendapat seluruh kebaikannya pula. Atas izin Allah. Sungguh arsitektur merupakan ladang amal yang basah.


Setelah itu, kegiatan diisi dengan simulasi membuats sebuah rumah dari perumahan yang memiliki ruang sebagai berikut:

  • Teras 3 m2
  • Ruang Tamu 9 m2
  • Kamar Tidur Utama 9 m2
  • Kamar Tidur 8 m2
  • Kamar Mandi 2 m2
  • Dapur 3 m2

Pada awalnya, saya bersama-sama para santri melakukan programming dari ruang-ruang tersebut. Simpel aja sih, awalnya menentukan ruang mana saja yang harus berdekatan dan terhubung langsung, ruang mana saja yang harus berdekatan tetapi tidak bisa terhubung langsung, dan ruang mana saja yang tidak harus berdekatan. Btw, anak baru lulus SD masih belum ngerti meter persegi ya? Banyak yang nganggap 3 m2 adalah 3 x 3. Ckckck…

Kemudian, kami pun memisahkan 5 ruang di atas menjadi dua bagian, yaitu: zona publik dan zona privat. Baru setelah itu para santri membuat desainnya masing-masing bersama kelompoknya. Gambar berskala 1:100 dan dibuat dengan bantuan milimeter block.

Kesimpulannya ada dua. Pertama, biasanya santri yang merancang sambil membayangkan dia sedang berada di rumah yang ia buat, akan lebih berhasil. Kedua, masih banyak yang membuat ruang seperti jamur yang tumbuh di musim penghujan, sehingga massa bangunannya tak beraturan. Padahal kita sedang merancang prototipe bangunan di perumahan, sehingga harusnya mudah dibangun dengan cara copypaste.

Meski begitu, ternyata ada satu anak yang extraordinary. Pertama, karena dia tidak memakai baju seragam seperti santri yang lain. Kedua karena dia menggambar two-line drawing, dengan notasi arsitektur yang benar, dan juga menggambar furniture yang skalanya mendekati benar. Pengakuannya, ternyata dia sudah sering melihat gambar-gambar di buku/majalah dan sudah bercita-cita menjadi arsitek saat sudah dewasa nanti. Amin, semoga itu jalan yang terbaik dari Allah ya, dek.

Udah deh, ini dia foto-fotonya, hasil jepretan Muhammad Rofi. Maap ga bilang-bilang dulu, hehe…..

"Mantra" di Ponpes Ibad Ar Rahman, Pandeglang: Al Quran di hatiku, sains di kepalaku.

“Mantra” di Ponpes Ibad Ar Rahman, Pandeglang: Al Quran di hatiku, sains di kepalaku.

Salah seorang santriwan yang sedang mencoba menggambar denah dan tampak

Salah seorang santriwan yang sedang mencoba menggambar denah dan tampak.

Foto bersama para santri dan pengisi acara.

Foto bersama para santri dan pengisi acara.

Bidang yang dikenalkan: Trainer/Guru, Jurnalistik, Arsitektur, Desain (Komik), Peneliti (Kesehatan), dan Enterpreneurship.

Bidang yang dikenalkan di ikhwan: Trainer/Guru, Jurnalistik, Arsitektur, Desain (Komik), Peneliti (Kesehatan), dan Enterpreneurship.

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s