Jakarta Vertical Kampung : Architecture Story Telling (Vidour)

TELL A STORY ABOUT YOUR IDEA!

Pada hari kedua, Jakarta Vertical Kampung akan mengadakan site visit ke berbagai tempat. Namun, sebelum melakukan hal tersebut, para peserta mengikuti short brief yang dipandu oleh Vidour.

Pada sesi perkenalan, Vidour mengaku dirinya berfokus pada story telling about architecture. Salah satu pengalamannya adalah bekerja sama dengan Rumah Asuh untuk menceritakan kembali dalam bentuk video mengenai pembangunan rumah adat di Wae Rebo, Flores. Video ini sukses membantu masyarakat dalam melakukan dokumentasi sehingga Wae Rebo mendapatkan UNESCO Award.

Dalam sesi kali ini, Vidour -melalui salah satu anggotanya, Adi Reza Nugroho- membantu peserta untuk bagaimana menceritakan ide dalam bentuk video, dengan banyak memberikan contoh-contoh video yang baik. Vidour mengajak peserta (yang notabene adalah arsitek dan calon arsitek) untuk memperluas cakupannya yang tadinya hanya gambar diam menjadi gambar bergerak (video).

Keluaran workshop Jakarta Vertical Kampung yang harus dibuat oleh masing-masing kelompok peserta adalah video arsitektural mengenai ide desain yang berdurasi 2 menit. Keuntungan dalam bentuk video adalah mudah disebarluaskan, terutama melalui social media.

Video Arsitektural

Untuk menjelaskan video arsitektural, Vidour memberikan tiga buah video dalam presentasinya. Video pertama adalah video tentang desain proposal sayembara arsitektur yang langsung menjelaskan solusi desain. Hanya saja, video ini hanya berupa animasi beberapa objek saja, yaitu: awan yang bergerak, sedangkan sisanya masih berupa gambar diam. Video kedua adalah video yang menceritakan site-nya terlebih dahulu dengan narasi cerita (tidak hanya menggunakan tulisan), kemudian solusi desainnya (tanpa memberitahu prosesnya). Video terakhir merupakan video dari rencana OMA untuk Hong Kong West Kowloon Cultural District yang dengan runut mengisahkan permasalahan yang ada dengan menghadirkan narasumber (langsung dari orang pertama), proses mendesain (dengan ikut minum kopi di warung), baru solusi desainnya.

Jadi, dari contoh di atas, alur cerita sebuah video arsitektur secara umum adalah mulai dari merumuskan permasalahan dan solusi desain. Menampilkan narasumber pada video cukup penting, karena langsung dari pihak pertama yang benar-benar merasakan permasalahan (hindari menceritakan ulang). Hal penting lainnya dalam video adalah mengenali audiens. Audiens dari video pertama dan kedua adalah juri sayembara, sedangkan video ketiga adalah masyarakat umum, termasuk arsitek.

Teknik Mengambil Gambar

Beberapa teknik mengambil gambar yang memudahkan kita untuk membuat video yang baik:

  1. Membawa baterai dan memory card cadangan.
  2. Merekam subjek dalam video minimal 5 detik.
  3. Pastikan subjek mendapatkan cahaya (tidak backlight).
  4. Rencanakan cara pengambilan gambar lebih dulu.
  5. Gunakan pergerakan kamera yang teratur (geser, miring, berputar, dll).
  6. Biarkan subjek dalam video untuk masuk dan keluar frame.
  7. Gunakan poin ketiga untuk mengomposisikan gambar dalam video.
    Tahan kamera agar tidak goyang atau gunakan tripod.

Video Viral

Kemudian, Vidour mendorong peserta untuk lebih mengeksplorasi video yang akan mereka hasilkan, sehingga mampu membuat menyampaikan pesan. Harapannya para peserta dapat membuat Video Viral, yaitu video yang cepat menyebar luas dan ditonton oleh banyak orang dalam waktu singkat, seperti MV Gangnam Style. Hanya saja, video viral yang dibuat peserta adalah video nyata yang membawa pesan positif dan bisa tersampaikan juga ke masyarakat luas (tidak hanya lingkaran arsitek saja).

Contoh video viral yang menarik adalah video layanan masyarakat dari Thailand mengenai bahaya merokok. Dalam video itu, dikisahkan ada anak kecil yang ingin meminjam lighter kepada orang-orang yang sedang merokok. Tidak hanya menolak, tetapi orang-orang yang sedang merokok tersebut menasehati anak kecil bahwa rokok itu berbahaya. Di akhir video, si anak kecil memberikan secarik kertas yang isinya “Daripada sibuk menasehati orang lain mengenai bahayanya, lebih baik anda berhenti merokok sekarang.”

What’s Next?

Untuk persiapan membuat video dalam event Jakarta Vertical Kampung ini, para peserta bisa menyiapkan: sinopsis, story boardfootage, sketsa/gambar, dan dokumentasi harian.

Selamat membuat video!

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s