A Lecture by Imelda Akmal: All About Architectural Writing


Hal-hal yang dikerjakan oleh Studio Penulisan adalah mulai dari menemukan IDE, produksi tulisan dan gambar (photograph) hingga NAIK CETAK. Dengan kata lain, Studio Penulisan hampir setara dengan Penerbit. Bedanya, Studio Penulisan hanya sampai menyiapkan file siap cetak yang disebut Final Artwork saja, sedangkan Penerbit hingga mencetaknya. Oleh karena itu, bagi Studio Penulisan, sebuah buku adalah setara dengan proyek di biro arsitektur.

IDE dan PEMBACA

Langkah pertama dalam penulisan adalah menemukan ide. Ide bisa didapatkan dari arah minat pribadi atau gagasan yang ingin disebarluaskan. Meski begitu, kita perlu mengambil sudut pandang pembaca agar tulisan kita bisa lebih luas tersebar, serta lebih punya benefit dan juga profit sebagai tambahannya. Penentuan objek pembaca bagi tulisan kita, akan memengaruhi langkah-langkah selanjutnya, mulai dari pemotretan, gaya bahasa, cara penulisan, pemilihan font, hingga layout tulisan.

PENULISAN ARSITEKTUR

  1. Dokumentasi arsitektur.
    Efeknya hingga jauh ke depan. Buktinya, saat ini ada Panduan Wisata di Jakarta yang sekitar 80% adalah arsitektur warisan kolonial Belanda. Fenomena ini disebabkan oleh kurangnya informasi dunia arsitektur kontemporer Indonesia, akibat terlalu sedikit dokumentasi tentangnya.
  2. Menyampaikan gagasan dan ide arsitek.
    Terkadang publik tidak bisa menangkap apa yang hendak disampaikan oleh arsitek melalui rancangan bangunannya. Untuk itulah penulisan diperlukan, agar desain arsitek bisa tepat guna di kalangan masyarakat umum. Lebih jauh lagi, penulisan arsitektur bisa digunakan untuk menyebarkan ideologi, terutama yang berkaitan dengan urban. Hal ini sudah dilakukan di dunia internasional.
  3. Bahan pembelajaran. Baca lebih lanjut