“Designing Memorial” Discussion with Julie Beckman and Ridwan Kamil

Pada hari Rabu tanggal 11 September 2013, AtAmerica mengadakan diskusi dengan tema “Designing Memorials: American and Indonesian Architects Commemorate the Past, Give Light to the Future” dengan menghadirkan dua orang arsitek, yaitu: Julie Beckman dan Ridwan Kamil, dan dimoderasi oleh Imelda Akmal. Mereka berdua memaparkan bagaimana proses merancang dan membangun karya mereka, yaitu: Pentagon Memorial dan Museum Tsunami Aceh.

Acara yang dimulai pada pukul 19.00 WIB ini, dibuka dengan video singkat mengenai tragedi yang terjadi 12 tahun lalu, yaitu penabrakan pesawat terbang ke gedung pentagon yang menewaskan 184 jiwa. Setelah itu, Duta Besar Amerika Serikat, Richard A. Capone, melakukan opening remarks untuk acara ini. Dalam pidato singkatnya, Pak Richard memperkenalkan kedua pembicara dan menceritakan ulang peristiwa memilukan yang menimpa Pentagon dan Aceh. Sebagai penutup, beliau mengajak peserta diskusi untuk mengheningkan cipta sejenak untuk mendoakan para korban yang meninggal.

Diskusi utama diawali dengan presentasi yang dilakukan adalah Julie Beckman. Beliau menceritakan bahwa proyek Pentagon Memorial ini didapatkan melalui sayembara terbuka. Saat itu, Bu Julie adalah seorang fresh graduate yang nekad untuk mengikuti sayembara dengan total peserta kurang-lebih sebanyak 12.000 orang. Jadi, proyek ini adalah nerve-wracking experience baginya.

Pentagon Memorial adalah tugu peringatan permanen untuk mengenang Gedung Pentagon yang ditabrak sebuah pesawat pada tanggal 11 September 2001. Oleh karena itu, tugu ini terletak persis di depan bagian dari Pentagon yang tertabrak. Pada 11 September 2008, Pentagon Memorial dibuka untuk umum sebagai sebuah memorial landscape.

Julie Beckman bersama seorang temannya, Keith Kaseman, merancang Pentagon Memorial untuk menghormati 184 korban jiwa. Caranya adalah dengan mendesain 184 buah benches elegan yang berbentuk lengkung, berdiri kokoh dengan kantilever, dan disusun sesuai dengan usia para korban. Di setiap benches tersebut, terukir nama-nama semua korban sehingga Pentagon Memorial ini diharapkan bisa menjadi bagian dari keluarga para korban. Bu Julie memberikan unsur air yang mengalir pada setiap benches agar keluarga yang sedang berkunjung bisa lebih tenang dalam mengingat para korban, karena menurutnya, “the sound of running water is a peaceful sound. It brings calm.”

Berbeda dengan peristiwa Pentagon yang merupakan perbuatan manusia, Museum Tsunami Aceh dibuat untuk mengenang bencana alam Tsunami yang menewaskan 200.000 jiwa. Ridwan Kamil yang merancang museum tersebut menyatakan bahwa proyek ini sangat emosional dalam pengerjaan desainnya, karena beliau menginginkan rancangan yang penuh makna, baik itu di dindingnya, di kolomnya, di ornamennya, maupun di setiap gelap-terang ruangnya. Jadi, menurutnya ini adalah proyek yang sangat sulit, karena merancang Architecture of Meanings.

Pak Emil, nama panggilan Ridwan Kamil, memenangkan sayembara Museum Tsunami Aceh pada tahun 2007, bangunannya mulai dibangun pada tahun 2009, dan selesai hingga interior kurang-lebih tahun 2011. Sebelum mendesain, Pak Emil mengamati bahwa masyarakat Indonesia jarang mengunjungi museum, maka beliau ingin merancang sebuah museum yang juga menjadi hangout space sehingga setiap saat ramai dikunjungi masyarakat.

Dalam bangunan Museum Tsunami Aceh ini, tempat untuk mengingat kejadian bencana Tsunami diletakkan di basement. Lantai dua adalah tempat untuk mengetahui Tsunami secara sains agar masyarakat bisa teredukasi bila di kemudian hari terjadi Tsunami lagi. Kemudian, rooftop dari bangunan ini adalah tempat evakuasi yang mampu menampung 1000 orang saat Tsunami datang. Itulah Museum Tsunami Aceh karya Ridwan Kamil yang tiap jengkalnya ada makna dalam desainnya.

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s