Matematika Para Generasi Terbaik

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…”
(TQS. ‘Ali Imran: 110)

Sudah jelas dari ayat di atas bahwa generasi terbaik adalah generasi awal umat ini yang beriman kepada Allah dan ber-‘amar ma’ruf nahi munkar. Para sahabat yang membenarkan risalah yang dibawa oleh Sang Nabi senantiasa menyebarkan cahaya Islam ke seluruh dunia, yang kemudian dilanjutkan oleh para thabi’in. Hal ini bisa kita lihat buktinya bahwa beberapa makam para sahabat dan thabi’in berada jauh dari pusat peradaban Islam (Mekkah). Mengapa para sahabat masih mau berdakwah keluar Makkah, padahal di dalam kota tersebut terdapat keutamaan ini:

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik 1000 shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih baik 100.000 shalat di masjid lainnya.”
(HR. Ahmad 3/343. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Yup, para sahabat meninggalkan keutamaan shalat di Masjidil Haram yang 100.000 kebaikan lebih banyak dibanding shalat di Masjid lainnya. Inilah matematika para generasi terbaik. Mereka meninggalkan keutamaan yang sebanyak itu untuk keutamaan lain yang hanya bisa didapatkan melalui da’wah.

Dari Ibnu Mas’ud ra., berkata RasuluLlah saw. bersabda: “Barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

Para sahabat jauh mengembara ke negeri-negeri yang saat itu belum terjamah oleh Islam untuk menyampaikan ayat-ayat Allah. Sehingga banyak penduduk negeri tersebut yang akhirnya tercerahkan lantas memeluk Islam, tak terkecuali Indonesia. Kini tanah air kita pun menjadi negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Coba hitung, berapa jama’ah haji Indonesia dalam setahun? Sebut saja, misalnya 1 juta orang. Maka, 1 juta orang itu akan shalat di Masjidil Haram yang bernilai 100.000 kebaikan lebih banyak dibanding Masjid lain saat berangkat haji.

Itu artinya, sahabat yang membuka lahan da’wah di Indonesia akan mendapatkan 100.000 pahala x 1 juta orang yang haji per tahunnya! Inilah matematika para sahabat!

Lantas, apa alasan kita untuk berhenti dari da’wah? Mungkin inilah makna julukan da’wah sebagai perkataan yang tiada lebih baik darinya. Jadi, tetaplah di jalan da’wah ini, kawan. Meskit sulit, meski sakit, meski bekal yang sedikit, meski jarak yang selangit…

2 thoughts on “Matematika Para Generasi Terbaik

  1. jika kita pintar matematika maka kita bisa tahu lebih dalam dan banyak tentang Islam dan betapa dimudahkannya kita oleh Allah SWT dalam beribadah🙂

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s