Surat untuk Forkom Alims

Dan Yusuf berkata, “…Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan…”

Saudaraku, ketahuilah bahwa hanya orang-orang besar yang berbicara tentang ide
Yaitu tentang mimpi-mimpi yang jauh melebihi zamannya berada
Dia bisa melihat apa yang orang lain luput melihatnya
Dia bisa visualisasikan hal-hal yang orang lain belum bisa membayangkannya
Dia bisa mengemukakan inspirasi yang bahkan orang lain tidak pernah terlintas di benaknya

Saudaraku, kita berdiri di sini dalam bingkai visi akan kebangkitan Islam
Kita berjuang di jalan ini dalam harap bahwa Islam akan jadi soko guru peradaban
Memang perjalanan yang sulit
Jaraknya terasa selangit
Bekal pun sedikit
Namun dengan keyakinan pada mimpi-mimpi, kita akan tertuntun pada kejayaan itu
Lantas, seberapa kuat keyakinanmu?

Saudaraku, meski di sekitaran kita terlihat pekat
Namun cahaya visi di hadapan akan buat kita kuat
Meski harus tertatih
Janganlah letih
Meski harus berpeluh
Janganlah mengeluh
Walau kita terantuk dan terjatuh
Bangkit, terus berlari, dan melompat lebih tinggi
Menuju cahaya visi
Lantas, seberapa terang cahayamu?

Saudaraku, percayalah bahwa kejayaan Islam berawal dari dunia sekolah ini
Semua berawal dari individu yang bersih dan membawa jernih
Di sekolah, di mana kita menebarkan cinta Allah di Bumi
Di sana ada jiwa-jiwa yang begitu polos dan suci
Dalam balutan putih-abu yang bagi kita selalu lebih indah dari pelangi
Merekalah bibit-bibit Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur yang kita semai
Kelak mereka akan jadi pohon kebaikan yang akarnya menghujam bumi
Cabangnya menjulang ke langit bersandar pada Ilahi Rabbi
Buah manfaat yang mereka beri pun takkan habis terbagi

Saudaraku, kita tahu, kita sadari, dan kita pahami
Kita masih berkutat pada segudang masalah
Syi’ar yang monoton, itu-itu saja
Pembinaan yang macet, dia-dia saja
Kurang orang, kurang dana, kurang waktu
Belum lagi pelajar terwabah virus merah jambu
Badai tawuran antarpelajar di setiap penjuru
Baik, itu memang masalah
Namun marilah kita bangun kecemerlangan da’wah sekolah
Mari kita sejenak, cukup sejenak saja, pejamkan mata
Lalu bayangkan:
Mushola sekolah yang selalu penuh kala dhuha
Kelas-kelas selalu terisi lingkaran cahaya
Diskusi pelajar yang berbobot penuh inspirasi dan karya
Jauh dari ghibah dan bahasan sia-sia
Juara kelas dan ketua organisasi yang hanif pribadinya
Kantin yang juga didengungkan dzikir dan tilawah
Guru-guru yang senantiasa ajarkan hikmah dan da’wah
Dan berbagai kecemerlangan lainnya
Kemudian, kita buka lagi mata kita
Kumpulkan lagi semangat kita
Untuk berikan yang terbaik dalam lingkup kerja kita
Karena kita tak ingin sekedar berhasil
Namun yang kita ingini ialah berhasil dengan gilang-gemilang
Sungguh, bila balasan bagi seorang perantara hidayah
Adalah lebih baik daripada unta merah
Lebih luas dibandingkan jarak matahari semenjak terbit hingga terbenamnya
Serta didoakan oleh penduduk langit dan bumi seisinya
Mulai dari malaikat hingga semut yang ada di lubangnya
Juga ikan-ikan yang ada di kolamnya
Maka, sungguh tak terbilang karunia Allah pada kita
Atas kesempatan berkecimpung di awal kedewasaan para siswa

Jadi saudaraku, semoga perjalanan amanah yang akan kau emban
Senantiasa menghantarkan kemashlahatan pada umat
Selalu semangat!
Allah akan selalu menolong orang-orang yang menolong agama Allah
Selamat berjuang para penyemai tunas-tunas Indonesia
Lakukan dengan ikhlas dan cinta karena Allah
Kuatkan ukhuwah Islamiyah
Jadilah rumah yang selalu belajar dan penuh perbaikan
Buka pintu silaturahim dan tebarkan salam
Bersihkan jendela dari debu-debu kemaksiatan
Rawat dinding-dinding yang penuh amal kebaikan
Bangun atap yang lindungi dari rusaknya impian
Kokohkan pilar kerja sama dalam rangka ketaatan
Karena dengannya, orang biasa akan hasilkan sesuatu yang luar biasa

Maka saudaraku, tetaplah di sini, di jalan ini…
Dan yakinlah, bahwa ujungnya adalah pertemuan dengan Yang Mahaindah di Tempat yang Terindah
Teruslah bercahaya nan teruslah percaya…
Bahwa suatu hari nanti, suatu saat di kemudian hari
Visi kita menjadi nyata, dan kita akan berkata:
“…Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan…”


Bogor, 28 September 2014

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.