SINTESA masuk berita!


AlhamduliLlah, pertama kalinya SINTESA masuk ke berita euy. Yah, walopun masih berita daring, lumayan lah. Semoga ke depannya SINTESA bisa menghiasi koran lokal hingga koran nasional dengan berita-berita positif dan membawa kebaikan bagi bangsa Indonesia. Amiin.

Ini dia kutipan penuh beritanya:

POJOK SATU – Lima belas pelajar Bogor dikirim untuk mengikuti Silaturahim Rohis Skala Nasional ke-2 (SILATNAS) selama tiga hari (22-24/12) kemarin di Yogyakarta. Didampingin oleh Pembina Rohis sekolah dan perwakilan dari Yayasan SINTESA Bogor (Sentra Inspirasi Teladan Siswa).

Acara yang di koordinir oleh FORNUSA DIY (Forum Rohis Nusantara DIY) ini mengangkat tema “Sinergi Pelajar Berprestasi dan Peduli Untuk Negeri”. Tema tersebut diambil karena pelajar Indonesia saat ini dinilai telah banyak mengalami degradasi kepedulian antar sesama, serta menurunnya semangat para pelajar dalam meraih prestasi. Fenomena ini berlawanan dengan karakteristik pelajar seharusnya, sehingga dengan didasari hal tersebutlah diadakan acara ini.

Sebelumnya, SILATNAS pertama diadakan pada tahun lalu di Lembang Bandung dan berhasil mendatangkan lebih dari 2000 peserta pelajar ROHIS dari seluruh nusantara. Tahun ini SILATNAS ke-2 diadakan dengan Yogyakarta sebagai tuan rumahnya, selain karena Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, Kota Yogyakarta juga masih kental akan seni, budaya, sejarah, dan pariwisatanya.
Baca lebih lanjut

Serba Pendukung Rohis/DKM


URGENSI SERBA PENDUKUNG

Agar roda organisasi Rohis/DKM bisa berputar untuk program pembinaan dan syi’ar/pelayanan, dibutuhkan sistem pendukung (supporting system) dari dua sisi organisasi. Pertama, pendukung dari internal Rohis/DKM yakni kemampuan untuk mengadakan dana. Kedua, pendukung dari eksternal Rohis/DKM yakni kemampuan untuk membangun jaringan.

  1. Pendukung internal
    Pendukung internal dalam hal ini adalah kebutuhan untuk menyukseskan program pembinaan dan syi’ar/pelayanan dalam bentuk dana. Bagi da’wah, dana ibarat bahan bakar untuk mobil. Tanpa bahan bakar, mobil semewah apapun tidak akan pernah bisa membawa penumpangnya pergi jauh. Begitu juga dengan Rohis/DKM sebagai ekskul da’wah Islam, mungkin bisa berjalan dengan dana nol, tetapi sampai sejauh mana? Mampukah bersaing dengan acara konser musik yang menghabiskan ratusan juta rupiah?
  2. Pendukung eksternal
    Pendukung eksternal dalam hal ini adalah kebutuhan untuk menyukseskan program pembinaan dan syi’ar/pelayanan dalam bentuk jaringan. Dengan jaringan yang dimiliki, Rohis/DKM dapat mengembangkan sayap dakwah lebih luas sehingga menguatkan kredibilitas lembaga dan mempermudah sumber dana. Kemudian, jaringan ini diharapkan dapat memicu untuk gerak da’wah di dalam tubuh Rohis/DKM ini lebih kreatif dan bermobilitas tinggi.

DUKUNGAN INTERNAL BERUPA KEKUATAN FINANSIAL

  1. Cita-cita kemandirian finansial

    Keterbatasan dana adalah suatu ironi yang akan membatasi ruang gerak Rohis/DKM, maka yang biasa dilakukan hanyalah menyiasati keterbatasan tersebut. Ketika yang dipikirkan adalah bagaimana menyiasati keterbatasan, selamanya keterbatasan itu adalah menjadi realitas kita. Oleh karena itu, fokus pikiran kita harus segera diubah dari bagaimana menyiasati keterbatasan menjadi bagaimana menciptakan keberlimpahan. Jika tidak demikian, keberlimpahan dana tidak pernah menjadi nyata karena hal tersebut tidak pernah dipikirkan. Sebuah Rohis/DKM harus mulai mencita-citakan kemandirian finansial sebagai salah satu pendukung kekuatan gerak roda da’wah dan ‘izzah sebuah lembaga da’wah.

    Allah SWT sudah  berjanji  akan  menolong  setiap  hamba  yang  menolong  agama-Nya dalam Surat Muhammad ayat ke-7 dan tentu keimanan kita tidak pernah menyangsikan kebenaran firman-Nya. Namun, bila Rohis/DKM selalu saja kekurangan dana, mungkin ikhtiar para pengurusnya yang bermasalah. Salah satu hal penting dalam pendanaan adalah action plan yang diikuti langkah konkrit. Tanpa semua itu, kemandirian finansial Rohis/DKM yang diharapkan, selamanya hanya sekedar mimpi.

  2. Dana usaha yang berkesinambungan
    Baca lebih lanjut

Syi’ar dan Pelayanan Rohis/DKM


URGENSI SYI’AR DAN PELAYANAN

Yang dimaksud dengan Syi’ar adalah mengajak atau menyeru manusia kepada jalan Islam, sedangkan Pelayanan adalah memberikan bantuan dan memenuhi kebutuhan manusia agar mereka bisa menjalani aktivitas mereka dengan baik. Contoh untuk syi’ar misalnya mengajak seseorang untuk tilawah Al Qur-an 1 juz per hari, sedangkan contoh untuk pelayanan misalnya membagikan Al Qur-an secara gratis bagi yang tidak punya.

Karena Syi’ar dan Pelayanan merupakan salah satu sarana da’wah yang sangat efektif, maka keberlangsungan pelaksanaannya sangatlah penting, diantaranya adalah:

  1. Sekolah merupakan tempat yang kondusif untuk menyemai pemahaman Islam yang benar sehingga syi’ar Islam sangat dibutuhkan untuk menghalau “syi’ar-syi’ar” dari kelompok lain di luar sekolah.
  2. Para pelajar merupakan tunas-tunas bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa ini, maka harus disirami dan dibekali dengan nilai-nilai Islam dengan harapan mereka dapat menjadi barisan pendukung da’wah.
  3. Syi’ar Islam ini akan melindungi pemikiran dan akhlak para pelajar dari segala kerusakan yang ada di masyarakat saat ini.

DA’WAH DENGAN HIKMAH

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (TQS. An Nahl: 125)

Seorang ustadz pernnah berkata bahwa da’wah bil hikmah adalah seruan yang tidak tertolak. Misalnya, bila ada orang yang lapar, seruan makan adalah hal yang tidak akan ditolak olehnya karena orang lapar sangat membutuhkan makan. Contoh lainnya, ajakan bermain futsal gratis adalah hal yang tidak akan ditolak oleh penggila bola karena hal itu adalah kegemarannya.

Da’wah bukanlah suatu hal yang dilakukan dari sudut pandang subjek, melainkan dari sudut pandang objek. Syi’ar dan pelayanan tidak berbicara tentang “keinginan pengurus Rohis/DKM”, melainkan tentang “kebutuhan dan kesukaan warga sekolah.” Mungkin salah satu penyebab sepi atau monotonnya kegiatan Rohis/DKM adalah masih menggunakan sudut pandang pengurus Rohis/DKM sehingga tidak menyentuh area kebutuhan dan kesukaan warga sekolah. Kesimpulannya, agar dapat diterima oleh setiap orang, syi’ar dan pelayanan harus bersifat:
Baca lebih lanjut

Pembinaan Pengurus Rohis/DKM


URGENSI PEMBINAAN PENGURUS DI ROHIS/DKM

Urgensi pembinaan pengurus dijelaskan dalam posisi, peran, dan fungsi pembinaan berikut ini:

  1. Posisi pembinaan dalam da’wah Rohis/DKM itu sangat strategis dan vital, karena merupakan hal pokok dalam organisasi Rohis/DKM selain syi’ar.
  2. Peran pembinaan dalam da’wah Rohis/DKM adalah sebagai bentuk asupan untuk pengurus dalam peningkatan kualitas dan kapasitas sekaligus penjagaan pengurus.
  3. Fungsi pembinaan dalam da’wah Rohis/DKM:
    • Menindaklanjuti proses syi’ar
    • Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengurus
    • Mendukung upaya-upaya pemenuhan karakter muslim paripurna (kaffah)

KARAKTER CAPAIAN PEMBINAAN

Setiap agenda pembinaan haruslah memiliki target-target tertentu yang harus dicapai oleh peserta pembinaan, yaitu menjadi muslim yang paripurna, karenanya pembinaan itu memang bersifat lebih memaksa dibandingkan syi’ar. Peserta pembinaan sebaiknya memiliki pemahaman yang baik tentang urgensi dan tujuan pembinaan ini. Jadi, mau-tidak mau peserta tetap harus menerima meski kurang menyukai metodenya.

Pernah dengar istilah ‘berawal dari yang akhir dan berakhir di awal’? Seperti itulah pembinaan yang baik: nanti di akhir pembinaan yang panjang ini, peserta diharapkan hendak jadi seperti apa. Karena kita sedang membahas pembinaan keislaman, tentu target akhirnya peserta pembinaan bisa menjadi muslim yang paripurna, yaitu memiliki:

  • Aqidah yang selamat
  • Ibadah yang benar
  • Akhlak yang tegar
  • Kemampuan berpenghasilan
  • Pikiran yang intelek
  • Fisik yang kuat
  • Bersungguh-sungguh terhadap dirinya
  • Teratur dalam urusan-urusannya
  • Efisien menjaga waktu
  • Bermanfaat bagi orang lain

Sepuluh karakter muslim di atas masih terlalu umum, buatlah penjabarannya lagi yang lebih spesifik untuk pengurus Rohis/DKM, misalnya seperti ini untuk kelas XI:
Baca lebih lanjut