Syi’ar dan Pelayanan Rohis/DKM

URGENSI SYI’AR DAN PELAYANAN

Yang dimaksud dengan Syi’ar adalah mengajak atau menyeru manusia kepada jalan Islam, sedangkan Pelayanan adalah memberikan bantuan dan memenuhi kebutuhan manusia agar mereka bisa menjalani aktivitas mereka dengan baik. Contoh untuk syi’ar misalnya mengajak seseorang untuk tilawah Al Qur-an 1 juz per hari, sedangkan contoh untuk pelayanan misalnya membagikan Al Qur-an secara gratis bagi yang tidak punya.

Karena Syi’ar dan Pelayanan merupakan salah satu sarana da’wah yang sangat efektif, maka keberlangsungan pelaksanaannya sangatlah penting, diantaranya adalah:

  1. Sekolah merupakan tempat yang kondusif untuk menyemai pemahaman Islam yang benar sehingga syi’ar Islam sangat dibutuhkan untuk menghalau “syi’ar-syi’ar” dari kelompok lain di luar sekolah.
  2. Para pelajar merupakan tunas-tunas bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa ini, maka harus disirami dan dibekali dengan nilai-nilai Islam dengan harapan mereka dapat menjadi barisan pendukung da’wah.
  3. Syi’ar Islam ini akan melindungi pemikiran dan akhlak para pelajar dari segala kerusakan yang ada di masyarakat saat ini.

DA’WAH DENGAN HIKMAH

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (TQS. An Nahl: 125)

Seorang ustadz pernnah berkata bahwa da’wah bil hikmah adalah seruan yang tidak tertolak. Misalnya, bila ada orang yang lapar, seruan makan adalah hal yang tidak akan ditolak olehnya karena orang lapar sangat membutuhkan makan. Contoh lainnya, ajakan bermain futsal gratis adalah hal yang tidak akan ditolak oleh penggila bola karena hal itu adalah kegemarannya.

Da’wah bukanlah suatu hal yang dilakukan dari sudut pandang subjek, melainkan dari sudut pandang objek. Syi’ar dan pelayanan tidak berbicara tentang “keinginan pengurus Rohis/DKM”, melainkan tentang “kebutuhan dan kesukaan warga sekolah.” Mungkin salah satu penyebab sepi atau monotonnya kegiatan Rohis/DKM adalah masih menggunakan sudut pandang pengurus Rohis/DKM sehingga tidak menyentuh area kebutuhan dan kesukaan warga sekolah. Kesimpulannya, agar dapat diterima oleh setiap orang, syi’ar dan pelayanan harus bersifat:

  1. Apa yang mereka butuhkanBila Rohis/DKM mengadakan sebuah agenda syi’ar Islam atau pelayanan keislaman yang dibutuhkan oleh warga sekolah, seharusnya mereka tidak akan menolak seruan tersebut, karena suka-tidak suka, mereka membutuhkan hal tersebut.
  2. Apa yang mereka sukaiBila Rohis/DKM mengadakan sebuah agenda syi’ar Islam atau pelayanan keislaman yang disukai oleh warga sekolah, seharusnya mereka tidak akan menolak seruan kita, karena butuh-tidak butuh, mereka menyukai hal tersebut.

Oleh sebab itu, setiap pengurus Rohis/DKM penting untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan dan disukai oleh warga sekolah saat ini untuk syi’ar dan pelayanan. Untuk itu, selayaknya setiap bidang syi’ar di Rohis/DKM memiliki perencanaan sebagai sebuah proses pengumpulan data dan pembuatan proyeksi masa depan mengenai kecenderungan dan kebutuhan objek da’wah, serta kemungkinan metode penyebaran nilai-nilai Islam guna tercapainya peningkatan efektivitas dalam setiap kegiatan Rohis/DKM.

CARA-CARA SYI’AR DAN PELAYANAN

  1. Manajemen masjid sekolah

    Sejak mula menapakan kakinya di tanah Yatsrib, RasuluLlah saw menjadikan masjid sebagai salah satu batu pertama bangunan peradaban Islam. Ya, RasuluLlah saw mendirikan masjid di kota Yastrib persis di lokasi unta yang membawanya hijrah, berhenti. Selanjutnya masjid menjadi pusat peradaban Islam hingga mencerahkan dunia yang sebelumnya berada dalam kegelapan jahiliyyah.

    Sebagai penerus perjuangan beliau saw, sudah selayaknya menempatkan masjid sebagai pusat kegiatan warga sekolah. Oleh karena itu, Rohis/DKM harus bisa ‘menghias’ masjid dengan program-program baku, misalnya: shalat dhuha bersama dan do’a setelahnya, mengoordinasi adzan dzuhur dan ashar, kultum (kuliah terserah antum) setiap ba’da dzuhur, penjadwalan imam dan khatib shalat Jumat dari guru, ngaji weekend sepulang sekolah, dan GSM (Gerakan Sayang Masjid) dengan bersih-bersih masjid.

  2. Syi’ar Multimedia

    Jangan biarkan teman-teman kita di sekolah tidak tersentuh dengan nilai-nilai Islam walaupun hanya 1 hari. Masalahnya, bila kita mengadakan acara setiap hari, tentu akan menguras tenaga, waktu, dan dana. Lalu bagaimana caranya? Jawabannya adalah dengan pengoptimalan media.

    Rohis/DKM harus mengupayakan dirinya menjadi corong opini di sekolah. Setiap persoalan yang sedang jadi tren di kalangan pelajar secara umum, Rohis/DKM baiknya membuat suatu opini dan pastikan menjadi rujukan oleh siapapun. Misalnya, tentang Palestina, Piala Dunia, kenaikan harga BBM, Ramadhan, dan isu-isu lainnya.

    Buatlah kesan bahwa sekolah kita itu Islami dan buatlah kegiatan Islami itu biasa di sekolah kita (dan menarik tentunya). Penyuasanaan yang terus-menerus inilah yang akan menjadi lintasan pikiran warga sekolah, kemudian ujungnya menjadi karakter. Karena penyuasaannya Islami, in-syaaLlah karakter yang terbentuk adalah karakter Islam yang mudah menerima nilai-nilai Islam karena memliki semangat untuk berislam lebih dalam.

    Kuantitas dan kualitas propaganda bisa menunjukkan besarnya pengaruh suatu lembaga di mata publik, tak peduli seberapa baik atau buruknya lembaga itu di balik layar. Oleh karena itu, penempatan media pun menjadi penting. Bila warga sekolah melihat propaganda Rohis/DKM kemanapun mereka pergi, mereka akan selalu ingat Rohis/DKM, karena Rohis/DKM ada dimana-mana! Lebih baik lagi jika pada setiap media Rohis/DKM punya ciri khas tertentu sehingga dengan melihat sekilas aja, orang-orang sudah tahu kalau media itu buatan DKM.

    Fungsi dari media adalah sebagai perantara untuk komunikasi dan penyebaran suatu informasi, maka yang terpenting dari media adalah orang yang membacanya harus memahami pesan dan memberikan tanggapan sesuai yang diharapkan. Jangan sampai media yang dibuat malah membiaskan pesan hingga menimbulkan kesalahpahaman. Jadi, yang perlu diperhatikan adalah pemilihan kata dan desain, terutama terkait unsur-unsur berikut: (1) waktu; (2) tempat; (3) acara; (4) contact person; dan (5) kelebihan acara.

    Saat ini sedikitnya terdapat 2 jenis media, yaitu: media luring (luar jaringan) atau biasa disebut media off-line, dan daring (dalam jaringan) atau biasa disebut media on-line. Mari kita bahas keduanya lebih rinci.

    • Media luring

      Media luring adalah media konvensional yang ada fisiknya (bisa dilihat dan disentuh). Beberapa jenis media luring  dan keunggulannya antara lain:

      • Poster: dapat dicetak dalam jumlah banyak, bisa membentuk sebuah nuansa tertentu bila di tempatkan di lokasi-lokasi strategis, bisa dicetak hitam-putih maupun berwarna-warni, dan bentuknya bisa divariasikan karena tidak harus persegi empat.
      • Baliho: keunggulan dari segi ukuran dan menimbulkan kesan ‘wah’ pada sebuah agenda.
      • Pamflet/Leaflet: lebih personal karena langsung diberikan ke orang dan bisa berupa kertas taushiyah, kartu ucapan, stiker, dsb.
      • Banner: vertical banner yang disebut umbul-umbul dan horizontal banner yang disebut spanduk, sebagai alternatif baliho yang lebih murah.
      • Buletin/Majalah: bisa memuat banyak tulisan dan pesan serta ragam penyajiannya: komik, TTS, tips ‘n trick, kisah, humor, dsb.
    • Media daring

      Media daring adalah media virtual menggunakan bantuan jaringan internet. Kelebihan media daring adalah hampir meniadakan jarak dan itu artinya tidak ada waktu jeda dan ongkos untuk ‘mengantarkan’ pesan kepada khalayak umum.

      Beberapa alasan mengapa penting memanfaatkan media daring untuk kegiatan Rohis/DKM: Indonesia merupakan salah satu negara yang paling banyak menggunakan internet, terutama anak mudanya; serta minimnya konten keislaman dan kacaunya informasi tentang Islam di internet. Dengan memanfaatkan internet untuk da’wah, berarti kita telah berkontribusi menambahkan konten positif sekaligus  memperluas jangkauan silaturahim kita.

      Beberapa jenis media daring dan keunggulannya antara lain:

      • E-mail/electronic mail (surel/surat elektronik): kunci utama untuk bisa memanfaatkan internet seluas-luasnya, selain itu bisa juga untuk surat-menyurat dan mengirim file.
      • Mailing list (milis): tempat berdiskusi atau saling memberi taushiyah, dan bisa menyebarkan info ke beberapa e-mail sekaligus.
      • Messenger: untuk chatting/mengobrol, conference/rapat online, phone book, dan mengirim file.
      • Online Social Networking (OSN): menambah jaringan dengan menambah teman atau bergabung ke grup, menjaga jaringan dengan me-like atau menulis komentar positif pada postingan teman, jenis media daring paling popular saat ini: facebook, twitter, whatsapp, line, path, instagram, dll.
      • Website: paling dominan di internet, multifungsi: informasi, berita, dll.
      • Blog: tempat untuk latihan menulis, tempat mencurahkan opini, menambah teman dengan blogwalking dan saling bertukar link.
      • Forum: tempat berdiskusi atau bisa juga untuk jualan secara online seperti di Kaskus atau myquran.
      • Data storage and sharing (menyimpan dan membagi data): all files: Rapidshare, Ziddu; dokumen: Googledrive, Slideshare; gambar: Flickr, Picassa, Photobucket; audio: Soundcloud, Mp3search; video: Youtube, Vimeo.
  3. Memanfaatkan momentum PHBI

    Sebelumnya perlu ditekankan bahwa dalam hal ini kita bukan sedang merayakan hari-hari tertentu, melainkan sedang memanfaatkan momentum hari besar dalam sejarah Islam, seperti: hari kelahiran Nabi Muhammad saw, hari Isra’ dan Mi’raj sang Nabi, hari hijrahnya sang Nabi, Idul Adha, serta Ramadhan dan Idul Fitri; untuk syi’ar Islam kepada warga sekolah.

    Pemanfaatan momentum ini diharapkan dapat membuat syi’ar dan pelayanan yang lebih masif serta menjangkau seluruh kalangan. Bentuknya bisa berupa kepanitiaan yang merupakan rangkaian pembinaan untuk pengurus. Oleh karena itu, kepanitiaan ini perlu untuk diinisiasi sedini mungkin, mengingat kepanitiaan ini merupakan ladang amal yang besar sehingga harus dimatangkan konsep dan teknisnya agar lebih berasa efeknya.

    Tahapan-tahapan kepanitian yang bisa dilakukan di antaranya:

    • Menentukan tim inti dan program/kegiatan, berdasarkan data dan proyeksi masa yang akan datang terkait kecenderungan dan kebutuhan warga sekolah, serta metode penyebaran nilai-nilai Islam. Dengan rincian: jenis kegiatan (nama), urgensi kegiatan (tujuan dan latar belakang), perkiraan waktu dan tempat, dll.
    • Menyesuaikan rancangan awal acara dengan sumber daya yang tersedia dan siap bergerak sinergis bersama, dengan cara pembekalan ilmu dan penyamaan tujuan. Pada tahap ini diharapkan sudah tercapai: fiksasi SDM pelaksana, perkiraan dana, dan timeline
    • Mengeksekusi rencana dengan progress tertentu yang telah disepakati oleh semua pantiia.
    • Menjaga progress hingga Hari-H acara agar tidak melenceng antara rencana dan realita.
    • Mengevaluasi acara dengan mencari tahu tingkat keberhasilan/pencapaian sasaran dan membuat rekomendasi untuk program/materi selanjutnya berupa laporan kegiatan (termasuk dokumentasi dan keuangan).

    Dalam kepanitiaan ini, momentum paling puncak syi’ar umat islam dalam setahun adalah pada bulan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan yang begitu spesial bagi setiap pengurus Rohis/DKM dan umat muslim di seluruh dunia. Keberadaannya merupakan anugerah yang sangat besar dari Allah SWT. Betapa tidak, banyak keutamaan yang terkandung di dalam bulan tersebut dan keutamaannya tidak akan pernah kita jumpai pada bulan-bulan selain Ramadhan.

    Selain itu, Ramadhan memiliki daya syi’ar Islam yang sangat luar biasa di seluruh duni. Kehadirannya bagaikan suatu oase iman penyejuk ditengah gersangnya gemerlap kehidupan dunia saat ini. Keistimewaan bulan Ramadhan tak jarang membuat sebagian besar umat Muslim lebih membuka diri dan pintu hatinya untuk lebih menerima cahaya rahmat dan hidayah Allah SWT sehingga membuatnya lebih rajin mendekatkan diri pada Allah SWT. Penyebabnya amalan sekecil apapun di bulan Ramadhan akan menjadi ‘wah’ di sisi Allah SWT, padahal bisa jadi jika di bulan-bulan lain tidak akan mendapatkan apapun dari Allah SWT.

    Oleh karena itu, setiap pengurus Rohis/DKM selayaknya memahami dengan baik bahwa pada saat Ramadhan peluang menyuarakan Islam dan menjadi jalan hidayah bagi banyak orang semakin besar. Dengan demikian, Ramadhan wajib menjadi momentum akbar bagi umat muslim khususnya di sekolah sehingga memicu Rohis/DKM untuk lebih intens dan gencar melakukan syi’ar Islam.

    Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:

    • Propaganda

      Mari ciptakan suasana sekolah yang Ramadhan banget dan Islam banget! Penyuasanaan ber-Ramadhan diharapkan membuat objek da’wah lebih bersemangat untuk menjadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terindah sepanjang hidupnya. Sedangkan penyuasanaan ber-Islam jika istiqomah ditanamkan ke siswa baru, akan merasuk ke alam bawah sadar mereka dan membuat mindset di pikiran mereka bahwa sekolahnya adalah sekolah Islami. Mindset seperti inilah yang nantinya bakal mereka bawa seterusnya dan biasanya sulit diubah karena sudah mengakar kuat di alam bawah sadar mereka.

      Selain itu, propaganda juga berperan sebagai sarana pengingat dan penyadaran. Sudah jelas bahwa salah satu tujuan media Islam adalah untuk terus mengingatkan sesama dalam kebaikan dan kesabaran, karena manusia tempat salah dan lupa. Misalnya mengingatkan warga sekolah tentang: shalat tarawih sebulan penuh, shalat malam sebelum sahur, tilawah setiap hari di sekolah, tebar senyum dan kebaikan, ajakan shalat sunnah dhuha, tidak menyontek saat ujian, keutaamaan ramadhan, tips berpuasa, mengenakan baju koko dan jilbab setiap hari jumat, dan jadwal imsakiyah.

    • Event (acara) dan Service (pelayanan)

      Event dan pelayanan yang dilakukan pun adalah kegiatan yang memiliki daya ikat sehingga banyak warga sekolah yang semakin tertarik kepada Islam. Kegiatan ini bisa dibagi menjadi agenda tingkat kota dan tingkat sekolah.

      • Agenda tingkat kota adalah gerakan yang diadakan oleh satu atau lebih Rohis/DKM Sekolah untuk tingkat kota, terutama Rohis/DKM yang sudah sering mengadakan acara besar (tidak hanya internal sekolah saja). Sifat gerakan: publikasi bombastis; sasarannya semua siswa se-Bogor, masyarakat umum, stakeholder strategis; mengundang tokoh publik regional/nasional; dan membutuhkan dana yang relatif besar tetapi profitable (bisa mendapatkan keuntungan). Tujuan dari agenda tingkat kota adalah menunjukkan (show off) kemanfaatan kegiatan Rohis/DKM ke warga sekolah dan masyarakat umum, dengan catatan jangan sampai ada jenis acara yang serupa di dua sekolah.
      • Agenda tingkat sekolah adalah gerakan yang diadakan oleh satu Rohis/DKM Sekolah untuk sekolahnya masing-masing, namun bisa dilakukan secara kompak-serentak se-Bogor (setiap sekolah sama-sama melakukan gerakan tersebut). Sifat gerakan: konsepnya sederhana tetapi punya daya sentuh yang kuat, luas, dan bisa dirutinkan, dengan motto “Terdepan dalam Pelayanan, Mengakar dalam Syi’ar.”

      Contoh kegiatan event antara lain: ta’lim dan ta’jil bareng sesekolah, sahur on the road, lomba-lomba keislaman, i’tikaf pada 10 malam terakhir, tabligh akbar pelajar se-Bogor, bazaar murah, baksos, dan sanlat.

      Sedangkan untuk pelayanan, kegiatan yang ditawarkan berupa fasilitas berupa:

      • Peningkatan keilmuan ke-Islaman. Ketika Ramadhan, bisa dipastikan seseorang akan semakin lebih shalih dari bulan-bulan lainnya. Ia akan mencari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Islam, terutama masalah ilmu dalam ibadah di bulan Ramadhan dan keutamaan bulan Ramadhan. Perlu dicatat juga bahwa saat Ramadhan, melakukan hal-hal Islami tidak akan dianggap aneh. Pada kesempatan yang baik ini, marilah digunakan sebaik mungkin untuk melakukan pelayanan terbaik, misalnya dengan layanan tanya-jawab tentang Islam via SMS (yang menjawab bisa Pembina Rohis/DKM), konsultasi/curhat masalah ke-Islaman, pembinaan intensif by request, layanan SMS taushiyyah gratis, dan siaran radio.
      • Peningkatan suasana beribadah yang kondusif. Jika pada poin sebelumnya hanya sebatas ilmu, pada poin ini lebih ke pengondisian suasananya dan penyediaan sarana-prasarana beribadah. Akan lebih baik jika membentuk kondisi berlomba-lomba dalam kebaikan dan mendahulukan kepentingan saudaranya di atas kepentingannya sendiri, misalnya dengan layanan ‘sahur wake upcall, pembagian jadwal imsakiyah, dan pengadaan spot untuk tilawah.

KESINAMBUNGAN DENGAN AJAKAN MENGIKUTI PEMBINAAN INTENSIF

Ada beberapa parameter keberhasilan kegiatan syi’ar dan pelayanan (baik proker bidang maupun kepanitiaan PHBI). Dari segi manajemen organisasi ada 4 hal yang jadi parameter, yaitu CAVD (baca: cape deh):

  • Cash flow (pendanaan)

    Perlu ada perubahan mindset para pengurus Rohis/DKM bahwa proker adalah tempatnya menghasilkan dana, bukan menghabiskan dana. Oleh karena itu, diharapkan setelah suatu program berakhir, yang terjadi adalah memberikan sejumlah uang ke bendahara, bukan sebaliknya. Minimal balance cashflow, tidak rugi meski tidak untung. Karena pendanaan yang baik akan membuat syi’ar dan pelayanan kita tidak terkesan dipaksakan dan bisa optimal. Ingat: syi’ar dan pelayanan yang baik tidaklah harus mahal, akan tetapi cocok dan sesuai dengan kebutuhan objek da’wah.

  • Appreciation/participation (apresiasi/partisipasi)

    Dalam setiap program kerja, kita perlu memerhatikan objek, subjek, dan supporter sehingga mereka memberikan tanggapan positif kepada setiap kegaitan yang Rohis/DKM lakukan. Salah satu tanggapan (apresiasi) yang bisa dilihat adalah banyaknya partisipasi yang mereka lakukan. Untuk objek, pastikan para peserta tercerahkan (menjadi tahu dari tidak tahu) dengan agenda yang disusun. Untuk subjek, pastikan panitia bertambah skill keorganisasiannya dan semakin baik amalan hariannya (tilawah, shalat sunnah, dll). Untuk supporter, pastikan setiap pihak yang terkait (pembicara, sekolah, donator, sponsor, dll) dengan kegiatan merasa puas dan senang sehingga bersedia bekerja sama lagi dalam kesempatan berikutnya.

  • Value (nilai)

    Inilah yang membedakan program Rohis/DKM dengan program organisasi/ekskul lainnya, program Rohis/DKM haruslah memiliki nilai-nilai Islam yang tersampaikan dan diterima oleh para objek, subjek dan supporter di atas. Inilah misi da’wah kita, mengubah pola pikir dari objek da’wah dengan nilai-nilai Islam.

  • Documentation (pemberkasan)

    Dokumentasi sangat penting dalam setiap program Rohis/DKM. Dengan adanya dokumentasi, diharapkan tercipta kebersinambungan untuk dijadikan referensi masa depan oleh para penerus estafet da’wah ini. Ada dua hal yang harus terdokumentasi dengan baik. Pertama, dokumentasi data seperti notulensi rapat, proposal, daftar hadir peserta, LPJ, dan lain-lain. Kedua, dokumentasi foto dan film kegiatan.

Seperti yang telah disampaikan pada poin appreciation, selayaknya syi’ar dan pelayanan selayaknya ujungnya adalah pengajakan peserta untuk mengikuti pembinaan intensif (yang nonpengurus Rohis/DKM). Dengan adanya pembinaan intensif, para peserta yang sudah tercerahkan akan semakin terbentuk kepribadian Islamnya.

Langkah-langkah follow up (penindaklanjutan) untuk berbagai kegiatan syi’ar dan pelayanan sebagai berikut:

  • Kumpulkan data peserta syi’ar dan pelayanan (pastikan ada daftar hadir di setiap kegiatan syi’ar dan pelayanan).
  • Penindaklanjutan awal, yaitu dengan SMS tausiyah kepada peserta kegiatan atas nama kegitan syi’ar/pelayanan yang bersangkutan.
  • Data peserta syi’ar dan pelayanan diolah dengan membandingkan data peserta pada berbagai kegiatan syi’ar (pengecekan untuk menghindari nama yang double) hingga rapi.
  • Membuat ranking peserta syi’ar dan pelayanan berdasarkan respons terhadap agenda-agenda, yaitu: simpatis (orang yang menerima atau mendukung), apatis (orang yang tidak peduli), dan antipatis (orang yang memberikan respons negatif).
  • Merekomendasikan pembinaan intensif dengan menanyakan langsung kepada peserta yang kehadiran dan responnya bagus pada kegiatan-kegiatan syi’ar dan pelayanan yang dilaksanakan.
  • Mengelompokkan para peserta kegiatan syi’ar dan pelayanan yang bersedia mengikuti pembinaan intensif, lalu meminta alumni untuk menjadi pembinanya.

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s