Lapang Dada

Baru tau Sheila On 7 ngeluarin album “Musim yang Baik” setelah 1 bulan peluncurannya tahun lalu. Haha, yaudah sih.

Lagu pertama yang dijadikan andalan adalah Lapang Dada, sebuah posisi paling rendah dari ukhuwwah. Kalo klik music video di atas, cerita yang diangkat berbeda jauh dengan latar belakang lagu ini. Jadi, dengerin aja, jangan ditonton.

Sebenernya lagu ini diciptakan Eross untuk mengisahkan tentang 3 generasi: Eross sendiri, ayahnya yang telah tiada, dan anaknya. Eross merasa setelah punya anak, makin rindu sama ayahnya dan masih banyak hal yang belum terselesaikan dengan halnya.

Saya pun jadi teringat sama ayah saya sendiri. Seseorang yang selalu mendukung saya secara materi dan moril. Inget sama sekelebat memori masa kecil: tidur dengan kepala di pangkuannya sambil merasakan tiap helai nafasnya, nyebrang jalan ahmad yani yang lagi rame padahal masih kecil terus dimarahin, menyusuri jalan ahmad yani sambil mencari buah kenari yang jatuh dari tangkainya, atau saat jalan kaki berdua ke air mancur untuk beli koran dan eskrim. Dan kini beliau menjadi seseorang yang selalu bangun pukul 03.00 untuk mendirikan malam lalu pergi ke masjid untuk shubuh berjamaah.

Semoga sehat selalu, diberkahkan rizkinya dan rizki keluarga darinya, diberi kebaikan dalam setiap langkah kakinya. Mohon maaf selalu menyusahkan dan mengecewakan. Mohon doa agar saya bisa menjadi ayah teladan untuk cucu-cucumu. Amiin…

One thought on “Lapang Dada

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s