SINTESA masuk berita! (2)

AlhamduliLlah, SINTESA masuk berita daring untuk kedua kalinya nih. Dan yang spesialnya, ada nama saya di berita ini. Mehehehe…

Gak nyangka banget satu panggung sama Pak Oleh Solihin. Beliau bisa dibilang salah satu perantara hidayah saya di jalan da’wah ini dengan bukunya yang berjudul “Jangan Jadi Bebek” “Jangan Nodai Cinta” “Loving You Merit Yuk” dan novel “Serial Ogi.” Selain beliau, ada juga Almh Afifah Afra Amatullah dengan novel Serial Elang, terutama “Seratus Bunga Mawar untuk Mr. Valentine.” Semoga tulisan-tulisan beliau berdua senantiasa menghadirkan hidayah bagi para pembacanya.

Dan semoga ke depannya SINTESA bisa menghiasi koran lokal hingga koran nasional dengan berita-berita positif dan membawa kebaikan bagi bangsa Indonesia. Amiin.

Ini dia kutipan penuh beritanya:

BOGOR – Forum Sillah Ukhuwah Antar Pemuda Muslim (Fos Armi) bekerjasama dengan KAMMI Bogor, SINTESA, dan Pesantren Media menggelar diskusi yang bertema Pengaruh Media Sosial terhadap Dakwah dan Ukhuwah. Diskusi tersebut bagian dari acara Bogor Islamic Book Fair ke-8 yang digelar Ahad (08/02/2015) di pelataran Masjid Raya Bogor.

Deni Rahman selaku Ketua Umum Fos Armi mengatakan, media sosial itu seperti pedang. Dapat digunakan untuk kebaikan dan keburukan, maka perlu ada nya pengawasan dan bimbingan terhadap anak muda dalam menggunakan media sosial

“Media sosial seperti pedang yang dapat digunakan kepada kebaikan dan keburukan. Jangan mengandalkan media sosial sebagai satu-satunya alat komunikasi. Perlu bimbingan dan kepengawasan anak-anak muda untuk pengaruh terhadap media sosial,” ujar pria berkacamata itu.

Sementara itu, perwakilan dari KAMMI Bogor Abdus Salam mengungkapkan, dalam menyampaikan pandangan di media sosial harus disertai dengan tanggungjawab. Melalui media sosial juga rekayasa sosial dapat dibuat sebutnya.

“Media sosial ialah alat penyampaian ideologi dan rekayasa sosial. Kembali kepada pengguna bagaimana cara menyampaikannya dan banyak membaca buku, diskusi. Apa yang disampaikan terdapat isi dan bobot yang dapat dipertanggung jawabkan dan menyantumkan sumber terkait dengan informasi yang disampaikan”.

Adapun Reza Hudrita dari SINTESA berpendapat bahwa media sosial adalah media dakwah selama 24 jam. Sehingga menurutnya, dalam menggunakan media sosial tidak boleh netral, harus berpihak kepada kebenaran.

“Media sosial merupakan media dakwah selama 24 jam sehingga tidak ada batasan waktu. Ketika kita menggunakan media sosial kita tidak boleh netral artinya berpihak kepada kebenaran dan tercantum kepada Al-Qur’an dan Sunnah”, ujarnya

Terakhir penulis O. Solihin mepaparkan pesantren media sebagai fasilitator dalam dakwah media. Kang Oleh, begitu biasa disapa, juga menampilkan hasil karya dari para santri pesantren media.

“Pesantren media adalah sebuah jawaban kepada masyarakat terkait dengan informasi di lapangan dengan media yang ada. Terdapat problem seperti dua sisi pedang terkait dengan sisi mana yang akan diambil. Target dakwah kami khusus untuk kaum muda sehingga target dapat terealisasi”

Acara ini diakhiri dengan lelang amal yang bekerjasama dengan Auction for Humanity. Fos Armi adalah sekumpulan anak muda dari lintas harokah yang bergabung menyatukan visi misi untuk bergerak dalam bidang dakwah dan kemanusiaan. Fos Armi membuka peluang bagi pembaca yang ingin bergabung dengan kami, silakan hubungi 0821-3321-2956 (ikhwan) dan0857-7256-6540 (akhwat).

(Wahyu)

Sumber: ini dan ini

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s