Kepemimpinan

“Tiada Islam tanpa Jamaah,dan tiada Jamaah tanpa kepemimpinan dan tiada kepemimpinan tanpa ketaatan.” (Khalifah Umar ra)

Dalam suatu organisasi, apalagi Rohis selaku organisasi da’wah, diperlukan adanya amal jama’i yang baik. Tanpa amal jama’i, organisasi tersebut tidak akan berjalan seperti seharusnya dan tidak akan menjadi suatu tim. Suatu tim harus mempunyai pemimpin yang mengatur seluruh gerakan tim tersebut, menentukan tujuan dan sasaran, serta mengawasi dan mengontrol pelaksanaan programnya. Selain itu pemimpin juga berfungsi menghapus perselisihan yang timbul. Peran pemimpin dalam suatu tim, seperti kepala bagi tubuh. Karena itu kedudukan pemimpin sangat penting dan utama dalam suatu tim. Pemimpin tidak boleh hanya sebagai lambang, karena itu ia memerlukan kemampuan, kelayakan, dan aktivitas yang prima. Selain itu, pimpinan tidak boleh melakukan tindakan-tindakan inkonstitusional dan ia harus tunduk kepada ketentuan tim yang telah disepakati.

Dan keanggotaan pun tak kalah pentingnya dalam suatu tim. Anggota yang berjiwa prajurit dan berdisiplin tinggi tidak kurang penting kedudukannya dengan pemimpin. Karena kepemimpinan yang kuat sekalipun, bila tidak disertai anggota yang kuat, berkelayakan, dan berkemampuan; niscaya tidak akan dapat melaksanakan program-program besarnya. Sebaliknya, anggota yang kuat namun dipimpin oleh seorang pemimpin yang lemah, masih berkemungkinan mengganti pemimpinnya dan memilih yang baru dari kalangan mereka sendiri.

Kalahkan Target Diri Sendiri dan Menjadi Teladan bagi Orang Lain

Karakter wajib yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kemampuannya untuk mengalahkan target diri sendiri dan menjadi teladan bagi orang lain. Dia harus punya visi dan mengetahui mau kemana timnya hendak ia bawa, sekaligus mencontohkan bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh guna merealisasi mimpi tersebut. Contoh terbaik telah dilakukan oleh RasuluLlah saw pada perang Khandaq. Memang beliau adalah sosok uswah sebenarnya, karena semua karakter pemimpin yang ideal sudah ada pada diri beliau.

Menjelang perang Khandaq, keadaan umat Islam saat itu sedang mengalami berbagai kendala, baik internal maupun eksternal. Secara internal mereka tidak memiliki pasukan sebanyak yang dimiliki musuh. Dalam Perang Ahzab saja, umat Islam yang berjumlah tiga ribu orang harus menghadapi sepuluh ribu orang yang bersekutu dari kabilah-kabilah Quraisy dan Yahudi Madinah. Banyak pula umat Islam yang dulunya berasal dari kalangan budak yang sering dimarjinalkan. Pun, sarana yang dimiliki jauh lebih sedikit dibandingkan musuh. Sedangkan secara eksternal, umat Islam dirongrong oleh berbagai konspirasi yang memanfaatkan para oportunis munafiq di kalangan umat Islam.

Dalam keadaan payah tersebut, umat Islam menggunakan strategi yang prosesnya sangat berat, yaitu: membuat parit yang lebar dan dalam sepanjang celah kota Madinah. Ketika para sahabat sedang bekerja menggali parit, mereka menemukan kesulitan karena menandapati tanah yang terlalu keras untuk digali. Mereka kemudian mendatangi RasuluLlah saw dan melaporkan hal tersebut.

RasuluLlah pun turun tangan dan dengan mengucap “BismiLlah” beliau mengayunkan cangkulnya, menghantam tanah yang keras tersebut. Kemudian bersabda, “Allah Mahabesar. Aku diberi kunci-kunci Syam. Demi Allah, aku benar-benar bisa melihat istananya yang bercat merah saat ini.”

Pada hantaman yang kedua beliau bersabda lagi, “Allah Mahabesar, aku diberi tanah Persi. Demi Allah, saat ini aku pun bisa melihat istana Mada’in yang bercat putih.”

Hantaman yang terakhir pun diiringi sabda beliau, “BismiLlah…” Maka ketika hancur tanah keras itu beliau bersabda, “Allah Mahabesar. Aku diberi kunci-kunci Yaman. Demi Allah, dari tempatku ini aku bisa melihat pintu-pintu gerbang Shan’a.”

Jika kita gunakan logika dalam memahami kisah ini, tentu menjadi apa yang RasuluLlah katakan adalah sesuatu yang aneh. Saat perang Khandaq yang penuh rintangan saja belum selesai dan belum pasti akan menang atau tidak, RasuluLlah mengungkapkan visinya untuk menaklukan istana-istana bangsa besar lainnya. Itulah luar biasanya Rasul kita: dia adalah seorang yang visioner dan mampu mengalahkan targetnya sendiri. Selain itu, RasuluLlah juga bisa menjadi teladan dengan langsung turut membantu menggali parit ketika ada kesulitan yang dihadapi oleh para sahabat.

Hal-hal yang Harus Dimiliki oleh Seorang Pemimpin

Setiap pemimpin haruslah menjadikan RasuluLlah saw sebagai teladan tertingginya. Setiap pemimpin harus mengikuti jejak langkahnya, meneladani akhlak, sifat, dan perilaku, serta seluruh aktivitas kepemimpinannya. Berikut adalah beberapa sifat dan akhlak yang harus dimiliki seiap pemimpin:

  1. Senantiasa mengharapkan akhirat dengan ikhlas karena Allah semata.
  2. Berdaya ingat luas, bijak, cerdas, berpengalaman luas, berpandangan jauh dan tajam, berwawasan luas, mampu menganalisis berbagai persoalan dari segala sisi dengan tepat dan cepat menerapkan hasil analisisnya dengan baik.
  3. Berperangai penyantun, kasih sayang, lemah lembut, dan ramah.
  4. Bersahabat. Sifat ini perlu dimiliki oleh para pemimpin.
  5. Berani dan sportif, tidak pengecut dan tidak membabi buta.
  6. Shidiq. Benar dalam berkata, sikap, dan perbuatan adalah sifat asasi yang harus dimiliki setiap muslim.
  7. Tawadhu’, rendah hati dan tidak membanggakan diri kepada manusia.
  8. Memaafkan, menahan amarah dan berlaku ihsan.
  9. Menepati janji dan sumpah setia.
  10. Bersabar atas apapun yang dihadapinya.
  11. ‘Iffah dan kiram adalah dua sifat terpuji yang harus dimiliki para pemimpin. Sifat ini melambangkan kesucian jiwa dan tidak mudah tunduk pada hawa nafsu.
  12. Wara’ dan zuhud.
  13. Adil dan jujur, meskipun terhadap diri sendiri.
  14. Tidak mengungkit-ungkit dan menyombongkan diri.
  15. Memelihara hal-hal yang dimuliakan Allah.
  16. Berlapang dada dan tidak melayani pengumpat dan pengadu domba.
  17. Tekad bulat, tawakal, dan yakin.
  18. Sederhana dalam segala hal.
  19. Bertahan dalam kebenaran dengan teguh dan pantang mundur.
  20. Menjauhi sikap pesimistis dan overestimate.

Sikap Pemimpin terhadap Anggota

Beberapa sikap yang harus dilakukan oleh pemimpin terhadap anggota timnya:

  1. Ikhlas karena Allah semata, serta selalu benar dan jujur kepada-Nya.
  2. Pemimpin harus peka terhadap pengwasan dan penjagaan Allah yang terus-menerus terhadap seluruh waktu dan amal usahanya.
  3. Memohon pertolongan dan perlindungan Allah dalam seluruh keadaan dan aktivitasnya.
  4. Pemimpin harus memiliki rasa tanggung jawab besar yang dapat mendorongnya untuk selalu menjaga diri dalam memegang amanah.
  5. Pemimpin harus memberikan perhatian yang cukup kepada masalah pendidikan untuk menyiapkan kader dan calon pengganti.
  6. Terjalinnya rasa kasih sayang dan ukhuwah yang tulus di kalangan anggota tim.
  7. Pemimpin harus benar-benar merencanakan program yang tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana, persiapan-persiapan sesuai denga kemampuan.
  8. Para pemimpin bagian/divisi dan setiap anggotanya harus merasakan bagaimana beratnya amanah dan tanggung jawab pemimpin umum dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.
  9. Pemimpin harus selalu berungguh-sungguh menyalakan cita-cita, mengukuhkan tekad dan membangkitkan tekad dan membangkitkan harapan di kalangan anggota tim.

Sikap Anggota dalam Sebuah Tim

  1. Beberapa keharusan dan perilaku anggota yang harus ditegakkan:
  2. Berusaha menjadi mukmin yang teguh dan yakin terhadap amal jama’i dengan segala tuntunannya.
  3. Mengetahui secara mendalam segala ketentuan berjama’ah dalam tim.
  4. Melengkapi diri dengan berbagai bidang kemampuan dan kelayakan agar menjadi tenaga yang efektif, kuat, dan baik.
  5. Totalitas dalam perjuangan.
  6. Ber-iltizam dengan pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh yang menjadi landasan sebuah tim, jauh dari penyimpangan dan pemahaman parsial.
  7. Ber-iltizam dengan cara gerakan dan seluruh langkahnya sebagaimana telah ditentukan tim untuk mewujudkan tujuan yang agung.
  8. Menjadi pelindung terpercaya terhadap tujuan tim.
  9. Berani menempatkan dirinya di barisan jihad fi sabiliLlah.
  10. Mengetahui martabat jihad.
  11. Melatih diri agar mudah berkorban di jalan Allah.
  12. Menyadari bahwa sesungguhnya ia berkedudukan di suatu daerah pertahanan yang strategis.
  13. Menyadari bahwa mihnah (ujian) adalah sunatullah dalam da’wah.
  14. Pembela aqidah dan prajurit da’wah harus senantiasa mengikhlaskan ketaatan dan kesetiannya kepada da’wah Islam dan melepaskan kesetiaan kepada yang lain.
  15. Memperkuat ukhuwah Islamiyah.
  16. Membiasakan diri melaksanakan setiap perintah pemimpin.
  17. Memberikan kepercayaan penuh kepada pemimpin.
  18. Memperhatikan pembentukan pribadi muslim.
  19. Menjauhi cara-cara jahat, berkelompok-kelompok, dan semacamnya yang bertentangan dengan adab Islam dan ajarannya.
  20. Setiap anggota tim dianggap sebagai pengawal di sebuah benteng pertahanan.
  21. Menjauhi segala tindakan yang mempersukar barisan dalam amal Islami.
  22. Ber-iltizam dengan sikap adil dan sederhana, tidak keterlaluan dan meremehkan.
  23. Mempergiat mekanisme saling nasihat-menasihati dan bersungguh-sungguh memperbaiki hubungan, serta komunikasi dengan sesama aktivis amal Islami.
  24. Berpegang pada semboyan: “Perbaiki diri dan seru orang lain kepada kebaikan.”
  25. Menjaga waktu dan disiplin.
  26. Menumbuhkan harapan bahwa masa depan adalah untuk Islam.
  27. Tidak pesimis dan putus asa.

Adab Pemimpin dan yang Dipimpin

Aturan dan adab pergaulan pimpinan dan anggota tim:

  1. Saling menghormati dan menghargai.
  2. Memelihara adab pergaulan dan perbincangan.
  3. Saling mempercayai dan berbaik sangka.
  4. Saling menasihati.
  5. Saling mencintai dan bersaudara.
  6. Mempererat hubungan antara pemimpin dan anggota.
  7. Jika terjadi pergantian pemimpin, maka pemimpin tersebut menerima dengan lapang dada. Seorang anggota tim di manapun ia bertugas harus mempersiapkan diri untuk menjadi panglima dan bersedia memikul amanah pimpinan jika tiba masanya untuk dipilh.
  8. Tunduk di bawah hukum Allah dan Rasul-Nya.
  9. Mengkaji berbagai metode da’wah dan mengembangkan pengalaman.

dari berbagai sumber, dengan gubahan seperlunya

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s