Buku “LDK Undercover”


Buku berisi kumpulan kisah LDK yang tidak pernah terceritakan sebelumnya yang terpilih menjadi juara writing competition IMSS FSLDKN. Penuh inspirasi dan menguatkan tekad kita untuk terus berdakwah dan memakmurkan dakwah kampus.

Berikut ini daftar judul artikel dan penulis dari buku “LDK Undercover”:

1.
″Aku dan LDK, Ini Ceritaku Mana Ceritamu?”
Nama Lengkap : Diah Mahastika
Nama Panggilan : Tika
Pekerjaan : Mahasiswa
Angkatan : 2011
Jurusan : Farmasi
Alamat FB : ntieck.1315@yahoo.co.id
Twitter : @diahmahastika1
Blog : http://www.imajinasitika.blogspot.com

2.
″Semoga Cahaya itu adalah Aku”
Nama Lengkap : Yustiar Ghana Saputra
Angkatan/Jurusan: 2010/T. sipil dan lingkungan UGM
Fb: yuztiar_kuro43@yahoo.co.id (Yustiar Ghana Saputra)
Blog: yustiarghana.blogspot.com
Amanah: Kajian Syiar KMT UGM

3.
″LDK-ku Sayang, LDK-ku Malang”
Nama : Fahnida Nazliah
FB : Nida nidaa
Amanah :
– DPO LDF kedokteran
– Koord. Kaderisasi FSLDF

4.
″Akhirnya Aku Menemukan-Mu”
Nama : Neneng Nurhasanah
TTL : Bekasi, 28 April 1991
Fb : neuna.aljumanatulali@gmail.com.
Amanah :
– Sie. Bidang Syiar dan Pelayanan Kampus
– Sie. Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia

5.
″Berjuang Tanpa Henti dengan Janji yang Pasti”
Nama: Hamidatun
Angkatan: 2008,
Jurusan : Fisika,
FB: Hamida Hamid Hamidatun,
Twitter: @mard_yah_mid,
Blog: pesonasemata.wordpress.com,
Amanah: Islamic Learning Center (Sekarang)
Baca lebih lanjut

Standar Interaksi Antargender


Ini tidak bicara tentang dalil quran dan sunnah, tetapi bicara pandangan saya terkait interaksi antara laki-laki dan perempuan nonmuhrim. Tujuannya tentu saja untuk menjaga diri untuk tidak mendekati zina (yang ini dalilnya udah jelas lah ya)

Pertama, kita bicara dulu tentang pakaian. Pada prinsipnya, pakaian yang dikenakan oleh seorang laki-laki harusnya sejalan dengan syariah yaitu menutup aurat. Akan tetapi, bagi saya, pantang untuk menggunakan celana pendek atau celana panjang yang robek di atas lutut. Ditambah lagi, saya lebih senang menggunakan jaket bila akan melakukan interaksi yang cenderung bebas, agar tidak bersentuhan kulit dengan perempuan.

Sedangkan untuk perempuan, sudah jelas apa yang disampaikan oleh Rasulullah: “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah baligh, tidak ada yang layak terlihat kecuali ini dan ini sambil menunjuk wajah dan telapak tangan.” (HR Imam Abu Dawud dan Imam Baihaqi).

Untuk itu, hendaknya seorang wanita menggunakan kerudung (khimar) dan jilbab dengan warna yang tidak menarik perhatian. Perlu juga diperhatikan, ketika menggunakan jaket, jangan sampai lekuk tubuh terlihat (meskipun ga pernah merhatiin sih). Juga musti hati-hati dengan tangan dan kaki. Kebanyakan, lengan (dari pergelangan tangan hingga siku) dan kaki (sekitar betis hingga engkel) masih terlihat. Maka dari itu, penting menggunakan manset dan kaos kaki seperlunya untuk menutupi aurat yang masih terbuka tersebut.

Kedua, kita bahas isu-isu yang sering menimpa laki-laki, perempuan, dan interaksi keduanya. Misalnya, VMJ? Hehe. Virus makin jayus Virus merah muda merupakan tanda kelabilan dan kegalauan para pemuda dan pemudi yang baru beranjak dewasa ini (tsah, kata-katanya sok iyeh banget). Ngga becanda, karena ini juga pertanda hati yang sedang terkena penyakit karena lawan jenis. Nah, sebenernya saya juga bingung kalo udah gini gimana, jarang banget bertindak. Akan tetapi, sebaiknya bilsa menemukan hal itu maka hal itu jangan diumumkan. Harus mengecek dulu terkait status kelabilan bin kegalauannya.

Kalo orang itu laki-laki juga, ajak ngobrol langsung (lebih didahulukan) atau minta ke teman terdekatnya yang bisa dipercaya untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sembarang ngobral info ini, nanti malah akan muncul masalah baru. Namun, bila orang itu perempuan (lawan jenis), hendaknya kita mengingatkan dapat dengan cara mengingatkannya melalui perempuan yang lain (lebih didahulukan) dan perempuan yang dititipkan sebaiknya tidak perlu memberi tahu siapa laki-laki yang mengingatkan (kalo-kalo si perempuan itu kepo, haha), sehingga hati perempuan yang diingatkan lebih nyaman. Malah, kalau bisa jangan dibilang bahwa ada laki-laki yang mengingatkan, bilang aja saya mau mengingatkan. Kan beres!

Biasanya VMJ ini berawal dari becanda-becanda. Misalnya ngeledek “cie cie…” atau “ihiy…”. Nah, yang kayak gitu juga musti dihindari. Betul?
Baca lebih lanjut

Cerita KP #1: Kultur di Kantor


orang bilang bahwa dunia kerja itu sangat luar biasa kerasnya. kalo di kampus, kita masih bisa meluangkan waktu untuk shalat dhuha atau sekedar membaca beberapa lembar ayat suci. nah, di lingkungan kerja (katanya) sangat susah untuk itu. akan tetapi, hal-hal tersebut justru bertolak belakang dengan yang saya alami di tempat KP saya.

saya KP di Elang Group (PT Elang Semestaguna), tepatnya di anak perusahaan yang jadi developer, yaitu PT Dwikarsa Semestaguna. kenapa disitu? udah ada jawabannya di blog saya. hehe. oia, ternyata di Elang Group ini ada bagian konsultan arsitektur dan urban planning juga, namanya PT BILD Consulting. saya baru tau ketika udah kepalang disuruh jadi pengawas lapangan oleh Pak Eko (dosen matkul Praktek Profesi) ='(

sekilas tentang Dirut Elang Group, dia adalah Elang Gumilang, alumni IPB dan SMA Negeri 1 Bogor, usianya hanya terpaut 4 digit lebih banyak dari saya namun asetnya sudah miliaran rupiah (saya pernah baca di CV-nya sekitar 61 miliar rupiah). meski banyak prestasi yang diraihnya (cek aja di gugel atau twitter), orangnya tetap sederhana. ketika ada undangan untuk menghadiri talkshow tentang green housing (semacam itulah) dari Jotun di Hotel Mulya Jakarta, beliau mengingatkan ke saya: wah za, harus menundukkan pandangan nih. ketika ada undangan untuk presentasi di Bali, yang terucap pertama kali: enak apanya, banyak godaannya tau. keren kan? hehe =D

nah, kembali ke topik. ada hal menarik di kultur Elang Group. di sini ada 3G yang menjadi orientasi perusahaan: yang pertama dan utama adalah GOD, orientasi pada nilai-nilai Ketuhanan; kedua adalah GOLD, orientasi pada pencapaian target yang diukur dari aspek materi; dan terakhir GLORY, orientasi pada terwujudnya visi besar perusahaan.

kali ini, saya akan menjelaskan tentang orientasi pertama, yaitu nilai-nilai ketuhanan. perusahaan ini selalu mengawali paginya dengan briefing singkat dan pembacaan alquran oleh salah satu karyawan secara bergantian. cukup tiga ayat beserta artinya, namun sangat memberikan semangat untuk bekerja selama seharian.
Baca lebih lanjut

Cerita KP #0: Pendahuluan


Mata Kuliah AR4098 Praktik Profesi (2 SKS) merupakan mata kuliah wajib di program studi Arsitektur ITB. Mata kuliah ini membahas profesi arsitek dan berbagai jenis profesi terkait, termasuk membahas etika profesi; menyiapkan peserta kuliah untuk melakukan magang praktik profesi; serta membahas laporan hasil magang praktik para mahasiswa.

Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa memiliki wawasan tentang profesi arsitek dan profesi lain terkait dengan pendidikan arsitektur, memiliki pengalaman praktik nyata di salah satu profesi tersebut, dan memiliki beberapa pengetahuan tentang pengalaman praktik yang tidak dialami sendiri secara langsung yaitu pengetahuan didapat oleh rekan sesama mahasiswa peserta yang magang di tempat lain, dan sikap kritis dalam menghadapi pengetahuan dari dunia profesi.

Pada kesempatan praktik profesi ini, praktikan memilih untuk melakukan praktik profesi di Elang Group.

Berikut ini beberapa alasan mengapa praktikan memilih berpraktik di sini:
Baca lebih lanjut

Balloon of IMA Gunadharma


Green Balloon of Rujakota : Bandung Public Intervention from vidour on Vimeo.

but when i’m miserable i want to run around and play like a child
filling a balloon full of my small dreams
during my childhood i dreamed a beautiful dream about riding a balloon and flying away

(DBSK – Balloons)

Balon hijaunya rujakota mengintervensi Dago CFD (Car Free Day)
Kangen IMA G, udah lama ga vivat-vivat.
Semoga kalian baik-baik saja dan akur sama gARis =j

Gundharma! Vivat vivat G, IMA G tetap jaya!!!
I’m a G!

Manajemen Organisasi


Sebenarnya ini adalah materi keorganisasian umum, yaitu: POAC.
Walau begitu, mari kita bahas satu persatu:

1. Planning

Dalam perencanaan organisasi, hal pertama kali yang harus dilakukan adalah pendefinisian PFP organisasi, yaitu: peran, fungsi, dan potensi organisasi. Peran dan fungsi bersifat given, karena biasanya kedua hal tersebut telah tercantum pada AD/ART kemudian ditambah dengan arahan dari Badan Legislatif organisasi tersebut. Sedangkan potensi, berasal dari analisis kondisi organisasi tersebut yang terjabarkan dalam SWOT, yaitu: Strength adalah kelebihan yang berasal dari internal organisasi, weakness adalah kekurangan yang berasal dari internal organisasi, opportunity adalah kelebihan yang berasal dari eksternal organisasi, sedangkan threat adalah kekurangan yang berasal eksternal organisasi.

Tahap selanjutnya dari masa perencanaan adalah perumusan visi organisasi. Visi ini haruslah mendefinisikan fungsi dari organisasi yang bersangkutan. Agar mudah, visi sebaiknya dibuat keyword dari tujuan organisasi terlebih dahulu, setelah itu baru dibuat kalimatnya. Syarat visi terangkum dalam akronim SMART, yaitu Spesific agar mudah divisualisasikan, Measurable dengan memiliki parameter-parameter untuk mengukur tingkat keberhasilan kita dalam mencapai visi, Achievable yaitu harus rasional dan dapat dicapai oleh suatu kepengurusan. Reasonable sehingga layak diperjuangkan dan terdapat alasan yang kuat bagi kita untuk mengejarnya, serta Time-phased dengan memiliki bingkai waktu yang jelas dan memiliki tahapan-tahapan waktu dalam pencapaiannya. Dan kalimat visi biasanya diawali dengan kata “Menjadi…”

Terakhir, silakan tentukan Misi dari organisasi ini. Misi merupakan hal yang lebih strategis dan harus ‘mengakurkan’ antara PFP dengan Visi organisasi, serta harus bisa diturunkan menjadi sebuah atau beberapa proker sehingga tercapai tidaknya visi bisa kita lihat dari keberhasilan prokernya. Sebagai tambahan, biasanya misi diawali dengan kata “Melakukan…” atau “Membuat…”

2. Organizing

Setelah masa perencanaan selesai, kini saatnya beralih pada tahap pengorganisasian. Setidaknya ada 2 hal yang harus diorganisasikan, yaitu struktur organisasi dan sumber daya manusia.
Baca lebih lanjut

Dari Kampus Menuju Indonesia Islami


Pada bulan keduabelas tahun keduaributujuh sejak penanggalam Masehi diberlakukan, GAMAIS ITB mengadakan sebuah rangkaian kegiatan yang diberi nama Muktamar GAMAIS ITB. Ketika itu, Kang Iqbal selaku Kepala Departemen MSDA/Kaderisasi, mengumpulkan saya dan teman-teman angkatan 2007 lainnya yang baru saja dilantik menjadi kader muda GAMAIS ITB untuk dijadikan panitia Muktamar tersebut.

Saya masih ingat saat itu, kang iqbal berbicara tentang blueprint yang akan menjadi visi jangka panjang (waktu itu disebutkan 10 tahun, tetapi kemudian diubah jadi 6 tahun) dari GAMAIS ITB, sebagai output yang akan didapat dari Muktamar ini. Sayangnya ketika itu saya tidak jua mengerti blueprint itu seperti apa. Haha, dasar bocah!

Anehnya, saya malah diamanahi sebagai Koordinator Divisi HPD (Humas, Publikasi, dan Dokumentasi). Seperti namanya, divisi ini memiliki tiga tugas. Pertama, menyebarkan undangan kepada seluruh lembaga dakwah fakultas, sekolah, dan program studi yang ada di ITB. Kedua, membuat poster dan spanduk acara Muktamar. Dan ketiga, mengabadikan acara Muktamar dalam bentuk foto, video, rekaman suara, serta tulisan (notulensi).

Nah, untuk bisa memenuhi semua jobdesc tersebut, saya dibantu oleh beberapa orang. Dalam pembuatan surat undangan untuk lembaga dakwah fakultas, sekolah, dan program studi, saya dibantu Denli yang meminta tandatangan kang Ucup, sang kepala GAMAIS ITB. Lalu ketika harus menyebarkan beberapa surat, saya dibantu oleh kang Gamma yang saat itu menjadi Sekretaris Jendral GAMAIS ITB, sehingga saya tinggal memberikan surat ke beberapa lembaga saja. Untuk mendesain poster dan spanduk, ada Annisa dan teman-temannya. Waktu itu saya hanya sedikit menyunting poster dan spanduk yang telah mereka desain, mencetaknya, lalu memasangnya di sekitar ITB. Untuk dokumentasi, saya dibantu oleh Adjie, Aditya, Habiburrahman, Taufiq, Rika, dan yang lainnya.

Alhamdulillah, semuanya terlaksana dengan baik. Bahkan notulen yang kami buat, dijadikan sebuah buku yang berjudul Pedoman Lembaga Dakwah Kampus dan disebar ke seluruh kampus di Indonesia.

Ada satu hal yang membuat saya kagum ketika blueprint tersebut telah rampung, yaitu visi GAMAIS ITB tahun 2008-2013. Berikut saya tuliskan secara lengkap:
Baca lebih lanjut