Berwakaf di Ramadhan? Kuy Lah!


🌏 Saat ini generasi muda Indonesia sedang mengalami ancaman yg serius. Negeri ini memiliki jumlah pengguna narkoba sebanyak 6,4 juta jiwa dimana lebih dari 27 persennya merupakan Pelajar & Mahasiswa (BNN 2017). Belum lagi paparan pornografi yg telah merusak 64 persen generasi muda. Tawuran, Genk Motor, Aborsi, dan Kecanduan Game Online juga menjadi ancaman serius yg merusak generasi muda harapan Bangsa..

Betulkah Indonesia mulai kehilangan generasi mudanya? 😧

💞 TIDAK! Harapan itu masih ada. Masih ada sekelompok pelajar yg berakhlak mulia, sopan dalam bertutur, dan juga berprestasi. Sekelompok pelajar yang aktif melakukan kampanye anti HIV/AIDS, kampanye Gemar Berbagi, juga lihatlah mereka yang berusaha ingin mengurangi tawuran dengan program persahabatan.

Rumah Peradaban Pelajar Indonesia adalah kumpulan pemuda dan pelajar yang beraktivitas dalam berbagai komunitas positif dan kegiatan mentoring keislaman yg secara berkesinambungan melakukan & menebar kebaikan ✊🏻✊🏻✊🏻
Baca lebih lanjut

Orang K*plak


Hehe, mohon maaf ya. Tema kali ini sangat kejam dan tajam, sangat keras dan kasar. Tapi sebenernya kata yang saya taro di judul tuh udah saya perhalus dan disensor. Jadi sekarang jadi ada 26 kemungkinan ya. Muhahaha…

Terus, asal mula ide tulisan kali ini adalah dari bahan standup pandji yang mesakke bangsaku yang di bawah ini. Tonton aja dari menit 3:51 sampe beres. Walaupun ada bit yang dipotong oleh si tipi.

Yah, ada benernya sih, kebodohan dan kek*plakan itu beda loh. Bodoh itu musuh bangsa, harus dihilangkan dengan pendidikan. Dan pendidikan itu tidak melulu tentang bangku sekolah. Saya juga sekarang mulai berpikir kalo anak saya tidak perlu disekolahkan, karena yang penting adalah anak saya tuh diberi pendidikan.

Tahun ini ada berita kalo anak 14 tahun diterima di ITB lewat SBMPTN. Itu pun setelah tahun lalu gagal. Jadi, anak umur 13 tahun tersebut udah pernah ikutan ujian SBMPTN. Nah, gimana caranya? Ya, homeschooling. Ga mungkin yang laen. Secepet-cepetnya kelas akselerasi, paling beda 3 tahun doang.

Karena emang, in my st*pid opinion, pendidikan formal yang penting untuk diikuti adalah Perguruan Tinggi, karena (selain dapat gelar akademis) di situlah keilmiahan seseorang bisa diuji (kalo kampusnya bener loh ya). Di kampus juga, tempat di mana daya kritis seseorang bisa berkembang. Karena kampus adalah tempat di mana semua tanya harus ada jawabnya, termasuk yang jawabannya Allahu a’lam.

Nah, kalo kek*plakan beda lagi. Seperti yang pandji bilang. Kalo orang k*plak itu ga ada hubungannya dengan pendidikan. Kek*plakan itu bisa saja ada pada orang yang berpendidikan tinggi. Dan yang kayak gitu tuh harus musnah aja, pokoknya harus ga ada. Karena dia yang k*plak, kita yang kena sial dari kek*plakannya.

Beberapa waktu lalu, saya menulis tentang kek*plakan para ahli hisap. Ga ada kata lain, para perokok itu ya k*plak. Terus pas SD kita sering belajar, kalo buang sembarangan atau nyerobot antrian itu ga boleh. Nah, kalo ada orang yang udah tua (dan saya yakin dia sekolah) melakukan hal-hal itu, berarti dia bukan bodoh melainkan k*plak. Dan saya yakin orang yang merokok, yang buang sampah sembarangan, atau yang nyerobot antrian itu ada yang berpendidikan tinggi juga. Dan liat deh poster di bawah ini:
Baca lebih lanjut

Hadiah Ramadhan untuk Pelajar Indonesia


rppi

HADIAH RAMADHAN UNTUK PELAJAR INDONESIA

Banyak yang dapat kita lakukan untuk membangun pelajar Indonesia yang lebih cerdas dan bermoral. Kami bersama puluhan rekan-rekan relawan lainnya memilih untuk membangun dan membesarkan Rumah Peradaban Pelajar Indonesia (RPPI).

Di Rumah ini para pelajar bisa mempelajari hal menginspirasi yang mungkin tidak mereka dapatkan di sekolah. Di Rumah ini, para pelajar bertemu, saling bergandengan tangan untuk melakukan kebaikan, saling menginspirasi dan berkolaborasi untuk membuat kehidupan pelajar menjadi lebih bermakna.

Rumah Peradaban Pelajar Indonesia menjadi saksi perjalanan inspiratif puluhan pelajar di Komunitas Gemar Berbagi, para pelajar duta ‪#‎anth‬ ‪#‎ayongajitiaphari‬, komunitas pelajar Peduli Kesehatan, komunitas Studentpreneur, komunitas ‪#‎cakep‬, komunitas Sintesa Studi Club, komunitas pena pelajar, AstroClub Imago dan Rumah ini juga menjadi tempat pelajar berdiskusi & menelusuri minat bakat mereka bersama Optima Talent Center sekaligus mendapatkan bimbel gratis intensif SBMPTN bagi para pelajar di komunitas ‪#‎sahabatOptima‬.

Setahun kemarin kami telah mengumpulkan dana wakaf RPPI sebesar Rp.543.000.000. Pembebasan bangunan RPPI sebesar Rp.900.000.000 masih membutuhkan dana sekitar Rp.357.000.000. Kebutuhan dana untuk melunasi sekretariat RPPI tersebut kami kemas dalam sebuah gerakan ‪#‎Hadiah‬ Ramadhan Untuk Pelajar Indonesia.
Baca lebih lanjut

Rohis SMA Bogor Tebar Selebaran Peringati Hardiknas


IMG-20160501-WA0004

BOGOR – Pelajar muslim SMA Kota Bogor yang tergabung dalam FSRB (Forum Silaturahim Rohis/DKM Bogor) membagi-bagikan selebaran bertema pendidikan di sekitaran Balai kota Bogor, Minggu (1/5). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei.

IMG-20160501-WA0005

Pembagian selebaran ini dilaksanakan setelah mereka mengikuti rapat kerja FSRB. Dikomandoi oleh ketua FSRB Rifqi Abdul Jabbar, siswa SMAIT Ummul Quro, dan ketua keputrian Nia Anggraeni, siswi MAN 1 Bogor, para pelajar yang berjumlah 30-an orang itu turun ke jalan dengan membawa selebaran tentang pendidikan. “Kami ingin memberikan gambaran kepada masyrakat tentang pendidikan sesuai dengan UUD 1945 pasal 31,” kata Rifqi. “Ternyata di pasal itu dijelaskan bahwa pendidikan bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, dan membentuk akhlak mulia pelajar,” sambungnya.

IMG-20160501-WA0006

Masyarakat pun merespon positif terhadap kegiatan ini. Mereka yang menerima selebaran kebanyakan masih berusia muda. Ketika diberikan selebaran, masyarakat menerima dengan senyuman dan langsung membaca selebaran tersebut.

[Video] RPPI


PROGRAM WAKAF RPPI

Web: http://rumahpelajar.com
Proposal: http://bit.ly/rumahpelajar
Fb: https://www.facebook.com/rpelajarindonesia/

Nomor Rekening Wakaf:

  1. Bank Syariah Mandiri
    No Rek : 7002744408
    an. Yayasan Imago
  2. BJB syariah
    No Rek 0040101001072
    an. Yayasan Imago

CP: 0813-1115-8182 (Reza PH)

Ayo dukung berjuta kebaikan untuk para pelajar di Rumah Peradaban Pelajar Indonesia!!!

Yuk Berwakaf di RPPI!


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

5 juta, mahal atau murah?

“Ih itu murah, biasanya gadget kan harganya 8 juta, karena lagi diskon spesial jadi aja dibandrol 5 juta, murah bingits itu.”  —> 5 juta = sedikit

Kalau 10 juta ?

“Hah, 10 juta? Ga salah PP ke jepang plus uang saku cuma 10 juta? Murah lah.” —> 10 juta = sedikit

Wakaf 5 juta?

“Hhhmmm bentar… gede juga ya 5 juta.” —> 5 juta = gede

Kalo wakaf 10 juta?

“Waduh gede bingits!” —> 10 juta = gede

*******

Eh monolog di atas cuma imajiner kok, karena ternyata, kami relawan Rumah Peradaban Pelajar Indonesia (RPPI) menerima donasi luar biasa dari para dermawan semua. Beberapa donatur seperti tak pikir panjang untuk segera meraih keberkahan waqaf dengan mentransfer 1 juta, 5 juta, 10 juta. Woww!!!

Selintas terasa besar uang 10 juta, tapi terasa murah ketika bisa membawa pada jutaaan kebaikan dan cinta-Nya.

Yuk wakaf di RPPI =)

*******

PROGRAM WAKAF RPPI

📩Proposal detail dapat dilihat dan unduh di: Bit.ly/rumahpelajar

📊Web: www.rumahpelajar.com

Proposal dalam pdf:
Bit.ly/rumahpelajarpdf

Sekilas profil RPPI:
Bit.ly/rumahpelajarvideo

📑Bank Syariah Mandiri
No Rek : 7002744408
an. Yayasan Imago

📑BJB syariah
No Rek  0040101001072
an. Yayasan Imago

CP: 0813-1115-8182 (Reza PH)

#wakaf RPPI
#Rumah Peradaban Pelajar Indonesia
#berlomba-lomba dalam kebaikan

 

Para Atlet Bulutangkis yang Berwisuda


greysia polii

Pada hari Sabtu, tanggal 10 Oktober 2015 (10.10.15) di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, beberapa atlet bulutangkis tengah berbahagia, karena telah diwisuda bersama ratusan mahasiswa Trisakti lainnya. Para atlet itu adalah Greysia Polii, Anggia Shitta Awanda, Richi Puspita Dili, Della Destiara Haris, Melvira Oklamona, dan Gebby Ristiyani Imawan.

Greysia Polii (27 tahun) berhasil meraih titel Ahli Madya (A.Md) setelah menempuh perkuliahan D-3 Perpajakan selama 4 tahun di Universitas Trisakti. Pasangan ganda putri dari Nitya Krishinda Maheswari (mereka berdua peringkat 5 dunia versi BWF) ini lantas langsung terbang ke Denmark dan Prancis untuk mengikuti turnamen bulutangkis internasional selanjutnya. Semangat, semoga sukses di sana ya..!