Get Your Own Dream


“Hey. Don’t ever let somebody tell you… You can’t do something. Not even me. All right?
You got a dream… You gotta protect it. People can’t do somethin’ themselves, they wanna tell you you can’t do it. If you want somethin’, go get it. Period.”

Untuk si 10 centi yang tadi kami temui…
Dan untuk yang berkurang usianya hari ini, semoga jenak-jenak waktunya semakin berkah dan bermanfaat…

Iklan

Kembali ke Bandung


“Aku kembali ke Bandung kepada cintaku yang sesungguhnya.” (Soekarno)

Tadi baca Mata Najwa edisi ultah Metromini ke-15, terus Pak Emil menyebutkan kuot di atas. Jadi baper deh. Inget selama numpang hidup di Bandung. Hehe… AlhamduliLlah pekan lalu berkesempatan untuk menyambanginya lagi.
Bandung memang akan selalu terkenang, karena sebagian diri saya ada di sana. Di tiap sudut kota itu…

Surat untuk Forkom Alims


Dan Yusuf berkata, “…Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan…”

Saudaraku, ketahuilah bahwa hanya orang-orang besar yang berbicara tentang ide
Yaitu tentang mimpi-mimpi yang jauh melebihi zamannya berada
Dia bisa melihat apa yang orang lain luput melihatnya
Dia bisa visualisasikan hal-hal yang orang lain belum bisa membayangkannya
Dia bisa mengemukakan inspirasi yang bahkan orang lain tidak pernah terlintas di benaknya

Saudaraku, kita berdiri di sini dalam bingkai visi akan kebangkitan Islam
Kita berjuang di jalan ini dalam harap bahwa Islam akan jadi soko guru peradaban
Memang perjalanan yang sulit
Jaraknya terasa selangit
Bekal pun sedikit
Namun dengan keyakinan pada mimpi-mimpi, kita akan tertuntun pada kejayaan itu
Lantas, seberapa kuat keyakinanmu?

Saudaraku, meski di sekitaran kita terlihat pekat
Namun cahaya visi di hadapan akan buat kita kuat
Meski harus tertatih
Janganlah letih
Meski harus berpeluh
Janganlah mengeluh
Walau kita terantuk dan terjatuh
Bangkit, terus berlari, dan melompat lebih tinggi
Menuju cahaya visi
Lantas, seberapa terang cahayamu?
Baca lebih lanjut

Fight Together!


Yo ga akeru mae ni tabidatou | Let’s leave before the dawn shows
Mada minu ashita wo mukae ni ikou | Let’s go meet a tomorrow we haven’t seen yet
Sou kimeta koto kui wa nai | There’s no regret about this decision
(Oh I know what I’m supposed to do)

Donna shiren ga machiukete iyouto | What kind of trial awaits ahead?
Takanaru kodou tomerare wa shinai | My heart just can’t stop beating fast
Mezasu basho wa tada hitotsu | The place I want to reach is just one
(Fly to the light)

Tatakai no hate ni eta kizuna | The bonds I got at the end of the fight
Dareni mo kizutsukesase wa shinai | I won’t let anyone broke them
Nigiri shimetatte hirakeba | If I just open the fists I grasped
Soko ni chikara ga yadoru | I find my strength lying there

Baca lebih lanjut

The Messenger


Seketika, teringat dengan jelas berbagai peristiwa yang dijalani oleh Nabi Muhammad saw mengarungi samudra perjuangan dakwahnya. Berbagai ombak cobaan dan badai cercaan datang menerpa silih berganti.

Ketika di awal-awal risalah, beliau mengalami tahun kesedihan, lalu beliau harus meninggalkan kampung halamannya sekaligus kenangannya semasa kecil. Ketika di Marhalah Madaniyyah, banyak perang-perang besar yang terjadi. Uhud dan Ahzab yang paling membekas, karena banyak kesedihan dan kepayahan yang diterima sang Nabi.

When you feel you’re alone
Cut off from this cruel world
Your instincts telling you to run

Apa jadinya bila Nabi Muhammad lari dari tugas yang diembannya. Mungkin saat ini agama yang kita anut bukanlah Islam atau mungkin saat ini kita ada di tempat-tempat maksiat menghabiskan waktu untuk dimasukkan ke neraka. Na’udzubiLlah.

AlhamduliLlah, kita diberikan suri tauladan yang sangat tidak pernah putus asa dan tidak pernah mengikuti keinginan hawa nafsu. Padahal harta, tahta, dan wanita telah ditawarkan oleh musuh-musuhnya agar dia berhenti dari aktivitasnya.

Listen to your heart
Those angel voices
They’ll sing to you

Baca lebih lanjut

Bermula dari Lingkaran Cahaya


Kumandang adzan shubuh berkumandang di kompleks rumahku. Suara sang muadzin terdengar syahdu merayu-rayu agar mata yang terpejam jadi terjaga tuk penuhi panggilan Rabbnya. Selidik punya selidik, ternyata semua warga di sekitar masjid telah bangun sedari tadi karena telah biasa menegakkan shalat tahajud. Saya pun baru saja selesai shalat tahajud dengan istri.

Saya memandang istri saya dan member isyarat untuk bangkit menunaikan shalat fajr masing-masing, karena pesan Nabi shalallahu ‘alayhi wassalam yang disampaikan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha begitu berharga untuk ditinggalkan: “Dua raka’at shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.”

Seusainya, saya berdoa banyak agar hidup kami berdua bisa bemanfaat dan berkah di dunia dan akhirat.

“Sayang, saya ke masjid dulu ya. Seperti biasa akan agak lama.” Ucap saya.
“Iya a, hati-hati ya.” Jawabnya sembari melepaskan senyum terbaiknya yang selalu ia hadiahkan untuk saya.

Sahut-menyahut salam mengakhiri percakapan kami. Saya pun mantap menuju masjid bersamaan dengan warga di kompleks ini. Kompleks perumahan saya sebenarnya adalah hasil rancangan saya. Ya, karena saya adalah seorang arsitek. Kompleks rumah ini didesain dengan menjadikan masjid sebagai pusatnya sehingga setiap rumah yang ada bisa kebagian suara adzan. Di sekitar masjid terdapat pasar yang mengelilinginya. Pasar ini hidup dan menghidupkan masjid. Setiap sampai waktu shalat, tak ada satupun toko yang buka. Inspirasi desain ini tentu berasal dari Alquran.

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al Jumu’ah: 9-10)

Baca lebih lanjut