Otobiografi

Perkenalkan, nama lengkapku Reza Primawan Hudrita. Orang-orang kerap memanggilku dengan sebutan PH sejak SMP kelas 2. Aku lahir 20 tahun 7 bulan yang lalu, tepatnya 4 November 1989.

Saat ini aku berdomisili di Bandung, di Jl. Cisitu Lama VIII No. 12. Di dunia maya, aku bisa dikontak di alamat email kooei_ikh1@yahoo.com atau jika ingin menghubungiku di jejaring social atau messenger, bisa meng-add-ku sebagai teman di facebook atau YM dengan id: kooei_ikh1. Jika ingin menghubungi secara langsung, bisa juga menghubungi handphone-ku di nomor kontak 081311158***. Nge-blog adalah salah satu hobiku, selain bermain sepak bola, menggambar, dan berorganisasi. Blogku kuberi nama https://rezaprimawanhudrita.wordpress.com.

Kehidupanku sedari kecil banyak dihabiskan di Kota Hujan. Aku besar dari keluarga Bogor dengan karena memang kedua orang tua asli dari Bogor. Alhamdulillah aku dibesarkan disebuah keluarga yang berkecukupan, harmonis, dan islami. Sedari kecil, orang tuaku mengutamakan pendidikan agama sebagai basic dari ilmu kehidupan yang harus dimiliki oleh anak-anaknya. Orang tuaku memasukkan aku ke dalam grup pengajian membaca dan menulis Al Quran yang pengajarnya sering menjadi juri pada lomba MTQ.

Dalam pendidikan formal, bisa dikatakan aku termasuk orang yang beruntung. Aku memulai pendidikan formalku di TK Bina Insani. Sebuah taman kanak-kanak swasta yang menjadikan Islam sebagai basisnya. Kemudian aku melanjutkannya ke SD Bina Insani. Di sekolah ini aku bertemu dengan seorang sahabat yang sekarang menjadi kepala GAMAIS ITB. Setelah lulus, aku memilih SMP Negeri sebagai sekolahku selanjutnya, yaitu SMP Negeri 5 Bogor. Disini prestasi akademis aku membaik sehingga dapat diterima di SMA favorit kota ini, SMA Negeri 1 Bogor. Sebuah sekolah yang sedang merintis dirinya menjadi sekolah bertaraf internasional. Lalu, ketika SPMB aku memilih Arsitektur ITB diurutan pertama dan FMIPA ITB diurutan kedua. Sebenarnya aku lebih berharap mendapat pilihan kedua karena ketertarikan aku terhadap astronomi, hanya saja Allah memilihkan Arsitektur ITB untukku.

Aku termasuk pribadi yang senang beraktivitas, bahkan multi aktivitas. Di SD aku mulai mengenal aktivitas ekstrakurikuler. Pada tahap ini aku memilih pencak silat sebagai pengisi waktu luang. Aku sering mengikuti perlombaan dan pertunjukkan sehingga aku menjadi salah satu kader terbaik di perguruan pencak silat itu. Sedangkan di masa SMP, aku lebih memilih ke ekstrakurikuler futsal. Disini pun aku masuk ke dalam tim yang sering mengikuti kejuaraan futsal se-Bogor Raya. Saat itulah aku pertama kali mengenal istilah dispensasi, izin untuk tidak masuk kelas.

Nah, di SMA-lah skill keorganisasianku terasah. Aktivitasku adalah Kepala Departemen Da’wah Umum DKM (Dewan Keluarga Masjid) Ar Rahmah, Subseksi Rohani Islam OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) Cakram, Staf Divisi Matematika KIR (Kelompok Ilmiah Remaja), Bendahara I Sketsa (Sanggar Kertas Smansa) sebuah ekskul gambar, dan pemain di PANSSERA (Perkumpulan Anak Sepakbola Smansa Raya).

Bisa dikatakan bahwa pengenalanku dengan DKM, menjadi katalisator peningkatan kapasitas keilmuan dan pemikiranku dalam menjalani hidup ini. Sungguh berjuta-juta terima kasih bagi mentorku, guruku, dan teman-temanku pada waktu itu. Di SMA pula, jadi panitia kegiatan, mengelola kegiatan, melakukan kegiatan sosial, dan aktivitas lainnya banyak dilakoni olehku.

Di kampus, perkelanaanku semakin menjadi-jadi. Aku kembali aktif di unit kegiatan keislaman kampus yang dikenal dengan nama GAMAIS (Keluarga Mahasiswa Islam) ITB. Di GAMAIS ini aku bertemu kembali dengan Kepala Departemen Da’wah Umum 2 tahun sebelumku. Beliau menjadi Sekjen GAMAIS. Di tingkat I, aku aktif di unit ini, yaitu sebagai staf FORCE-T (Front Reaksi Cepat Tanggap) dan kemudian menjadi Koordinator Acara Lomba Ramadhan “Metamorphosis” 1429 H. Selain itu, saya juga mendaftar menjadi Anggota Muda Majelis Ta’lim Salman, menjadi maganger di sektor internal gARis (Keluarga Besar Islam Arsitektur) ITB, menjadi Koordinator Wilayah Arsitektur di Forum Muslim Angkatan 2007, menjadi Koordinator Divisi Rohani FORMASI-B (Forum Mahasiswa ITB Bogor) dan sering ikut kumpul angkatan Ganesha Muda 2007.

Tahun selanjutnya, aktivitasku bertambah dengan menjadi kepala sektor internal LDSAPPK “MuSA” ITB, staf divisi Pembinaan Anggota Mata, dan ikut AAEI (Asistensi Agama dan Etika Islam). Di AAEI aku berganti-ganti jabatan, mulai dari Koordinator Divisi Data, kemudian menjadi Koordinator Divisi Kaderisasi, dan terakhir menjadi Koordinator Divisi Internal sekaligus Asisten Kelas AEI. Aku pun mulai bersentuhan dengan Himpunan di program studiku, yaitu IMA G (Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma)

Di tahun 2009, aku mengalami perpindahan divisi di gARis. Yang tadinya divisi internal menjadi syiar, suatu bidang yang menjadi keahlianku semasa SMA dulu. Sedangkan di IMA G, aku memilih menjadi pengkader dengan menjadi staf PSDA (Pengembangan Sumber Daya Anggota).

Teruslah berlanjut pembelajaranku di GAMAIS dan Mata Salman ITB, hingga diamanahi menjadi kepala LDSAPPK “MuSA” ITB dan menjadi koordinator divisi Pembinaan Anggota Mata. Di kedua unit ini pula aku diingatkan kembali tentang hakikat hidup. Bermanfaat sebesar-besarnya bagi orang lain, Keyakinan bahwa Allah akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya, tak ada yang tak mungkin di mata Allah, adalah relung-relung keyakinan yang kembali mengisi hati dan pemikiranku. Kekuatan motivasi, kekuatan do’a, kekuatan mimpi dan pertolongan Allah adalah satu paket yang tak lepas dariku hingga saat ini. Terima kasih untuk saudaraku yang telah mengingatkanku kembali pada Dakwah. Aku sadar, bahwa hingga saat ini aku dibesarkan oleh Dakwah, dan insya Allah aku pun tak akan berpaling dari Dakwah.

Aku punya mimpi untuk mewujudkan peradaban islam dalam ruang lingkup arsitektur dan perencanaan wilayah dan kota. Aku yakin, suatu desain mampu membentuk perilaku masyarakat yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, peninggalan kejayaan Islam di masa lalu, perlu kita pelajari agar peradaban Islam dapat kembali kita
wujudkan.

Di Lembaga Da’wah Fakultas SAPPK, aku sedang merencanakan untuk membuat semacam ‘buku panduan’ untuk merancang secara Islami dan bagaimana langkah-langkah menuju ke sana. Saya harap, hal ini akan melibatkan semua Lembaga Da’wah Arsitektur dan Planologi se-Indonesia.

Dan ketika ada peluang belajar terkait hal di atas dengan menjadi tim dalam proyek Perjalanan Quran, aku berharap dapat terlibat sebagai perekam jejak, yaitu bagian yang melakukan strukturisasi dan dokumentasi semua bahan dan catatan yang telah ada (termasuk gambar). Aku insya Allah mampu menjalaninya karena aku cukup sering membuat tulisan yang tersusun rapi. Tulisan-tulisan yang kuhasilkan sedapat mungkin memiliki tata letak yang baik sehingga menarik untuk dibaca. Semua informasi yang kuterima secara acak, dapat saya tulis ulang dengan sistematis.

Walaupun, target buku yang akan dibuat LDSAPPK “MuSA” ITB dijadwalkan sebelum Perjalanan Quran berlangsung kuharap dengan bergabung dengan tim ini, saya dapat menambah ‘vocabulary’ arsitektur dan tata kota islam dari berbagai negara.

Berbicara tentang perjalanan, aku langsung teringat akan hidup ini. Ya, hidup ini adalah suatu perjalanan, bukan tujuan sebenarnya. Aku menyukai perjalanan, karena bagiku, perjalanan itu sungguh mengasyikan. Menikmati sebuah perjalanan memiliki banyak manfaat, walaupun biasanya hal tersebut tanpa kusadari telah kurasakan. Dalam masa yang panjang dalam mengarungi suatu perjalanan, ada sebuah perenungan yang dapat kulakukan.

Aku membayangkan sebuah perjalanan jauh, lagi panjang, sukar, dan mendaki, yang ujungnya belum pernah kukunjungi tetapi berita mengenainya sungguh telah memacu semangatku untuk menggapainya. Jalanan yang sempit, terik, diselingi badai, duri, dan berkelok. Namun, kuyakin bahwa di ujung jalan ini ada Yang Mahaindah di Tempat yang terindah sedang menunggu. Begitulah seharusnya kita memaknai hidup. Tak selamanya jalan hidup tanpa hambatan. Ada ujian yang datang melanda, ada perangkap menunggu mangsa. Perlu kita sadari bahwa jalan kebenaran, selalu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, mengharapkan sebuah kesenangan dalam perjuangan untuk menggapai cita, tiada beda dengan merindu rembulan di tengah siang.

Ternyata, halangan yang menyapa di jalan tidak hanya berupa hal-hal yang tidak menyenangkan, tetapi juga hal-hal yang menyenangkan. Hanya saja, hal-hal yang menyenangkan tersebut justru melenakan dan membuat kita lupa akan tujuan di awal perjalanan, sehingga bisa saja tersesat.

Dalam perjalanan inilah tempatnya menikmati setiap jenak-jenak langkah. Memang melelahkan, namun aku akan mengumpulkan lelah-lelah itu untuk dijadikan energi baru dalam menyongsong perjalanan selanjutnya. Tak memperdulikan rasa jenuh dalam menghadapi tantangan dan ujian hidup, tetapi tetap melaju menuju impian. Asalkan sungguh-sungguh, pastinya akan ada jalan keluar menuju kesana dan itu akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Perjalanan pun berlanjut. Tak peduli waktu apa yang berjalan dan musim apa yang berganti. Yang pasti, aku sudah tak sabar untuk segera tercapai mimpi-mimpi yang dirajut sebelum perjalanan. Ada rindu yang terselip diantara peluh ini. Ada semangat yang membuncah dalam dada untuk memenuhi dahaga kerinduan ini.

Ya, pertemuan dengan Yang Mahaindah itu.

Perjalanan ini membutuhkan kesabaran yang tinggi agar perjalanan ini menjadikan kita seorang yang beruntung. Seperti yang difirmankan oleh Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (TQS. ‘Ali Imran: 200)

Ya, karena Tiada kemuliaan tanpa kesungguhan dan tiada istirahat bagi seorang mukmin kecuali di surga. Laa izzata illa bil jihad, laa rohata lil mu’miniina illa fil jannah! Allahu Akbar!!!

Iklan

3 thoughts on “Otobiografi

  1. menginspirasi banget kak PH, semoga ttp istiqomah dan mampu menjadi arsitektur yang mewujudkan bangunan2 yang berkonsep islam di tanah air tercinta

  2. Arsitek? Hobi menggambar? Tapi karyanya kok ga ada? Malah serentetan pengalaman organisasi dan sederet bahasa yang dikuasai. Jika penulis dilihat dari tulisannya, maka seniman dilihat dari karyanya. Anda mungkin pintar, tapi membaca otobiografi anda sepertinya hidup anda sebagai seorang arsitek sangat membosankan, tidak ada karya yang dipublikasikan di media, tidak ada cerita perjalanan mengunjungi pameran arsitektur overseas, tidak ada cerita internship di perusahaan/studio/biro arsitektur, tidak punya akun di web portfolio macam Behance. Yang ada hanya organisasi, panitia acara ini itu, visi misi membangun peradaban. Hoaam… Nampaknya memang anda tercebur masuk jurusan arsitektur tanpa benar-benar memiliki passion di bidang seni dan desain. Yah, mudah-mudahan anda sukses dalam profesi anda sebagai arsitek hingga bisa menghidupi anak istri dengan layak, instead berprofesi sebagai pejabat organisasi/panitia ini itu.

    Reply:
    makasih atas kunjungan dan sarannya. iya yah, jarang ngepost tentang desain sendiri. haha…
    kalo yang ini sebenernya otobiografi lama banget, dibuat sebagai salah satu syarat gabung ke suatu komunitas keislaman dan emang harus nyantumin pengalaman organisasi.
    alhamduliLlah tulisan tentang karya sih ada, yang pernah dimuat di media juga ada, tentang internship juga ada, tentang perjalanan ekskursi overseas (bali doang sih hehe) juga ada, tentang portofolio juga ada. tapi udah lamaaaa banget… =D
    amiin (doa terakhirnya bagus)

  3. assalammualaiku, salam kenal, bang. Aku dari Padang jurusan teknik sipil, semoga bisa share ilmu yah hehehe…

    Reply:
    wa’alaykumsalam wr wb. salam kenal juga. amiin…

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.