Sebuah Analisis Terhadap Salah Satu Koridor di Kawasan Cihampelas Walk


Kawasan Cihampelas Walk di Bandung merupakan salah satu contoh perancangan yang baik jika dilihat secara keseluruhan.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas salah satu koridor yang berada di sana. Tepatnya sebuah koridor yang terletak di sebelah kanan bila kita menghadap ke bangunan utama dari Cihampelas Walk.
Lahan yang menuju ke arah koridor dibiarkan mengikuti kontur sehingga lahan tersebut menjadi miring. Hal ini merupakan sesuatu yang patut diapresiasi, karena dengan tetap menggunakan sesuatu yang alami segala sesuatu akan lebih baik.

Walaupun lahan tersebut ditutupi paving block semua, hal itu tetap lebih baik karena paving block tetap menyempatkan sedikit air untuk meresap ke arah dan paving block tersebut tetap memungkinkan bagi rumput untuk tumbuh. Coba jika dibandingkan dengan perataan tanah terlebih dahulu. Tentu hal tersebut sangat disayangkan. Paving block tersebut dibuat pola lurus ke arah koridor sehingga membuat kesan bahwa kita dibimbing menuju koridor tersebut

Kemudian, ketika kita masuk ke koridor yang saya maksud, kita akan disambut oleh tanaman-tanaman rendah dan pohon-pohon tinggi yang tidak terlalu lebat dedaunannya di bagian kanan dan kiri koridor. Disertai dengan beberapa bangku taman dan tempat sampah.

Tanaman-tanaman tersebut akan digantikan oleh bangunan-bangunan sehingga tetap mengalami keberlanjutan. Namun, hal tersebut akan menimbulkan sebuah kekontrasan. Tanaman hijau dan berasal dari alam akan diteruskan dengan sesuatu yang dibuat oleh manusia.

Koridor ini sengaja dibuat berbelok melingkar sehingga pejalan kaki yang sedang berada di sini dibuat tidak bisa melihat apa yang ada di sana. Rasa penasaran akan muncul disini sehingga biasanya pejalan kaki akan lebih cepat mengayunkan langkahnya.

Sebelum beralih ke bangunan-bangunan tersebut, ada sebuah selingan berupa tangga yang mengarah ke plaza dan bangunan utama di atas, serta mengarah ke sebuah plaza kecil di bawah. Tangga ini terkadang digunakan sebagai tempat duduk-duduk juga. Padahal sudah cukup banyak disediakan bangku taman di sekitarnya. Di antara tangga ke atas dan ke bawah, terdapat batu ukiran yang berdiri di tengah membentuk aksen sekaligus penanda bahwa bangunan di bagian bawah akan dimulai.
Baca lebih lanjut