Water Feature


Kali ini mau bahas 1 desain yang saya bikin di sebuah taman dalam suatu cluster perumahan, yaitu water feature. Dan ada 2 hal yang ingin dibahas mengenai elemen lansekap tersebut, pertama tentang proses kreasinya dan kedua tentang gambar detail.

Ide utama dari desain ini adalah bentuknya segitiga dan keseimbangan asimetris. Penggunaan geometri segitiga memang lazim dipakai oleh kantor saya. Hampir semua desain menggunakan segitiga yang sudutnya di-fillet jadi kurva. Kadang tiap sisinya dibuat cembung, kebetulan desain water feature ini menggunakan yang sisinya cembung. Jadi, semua garis dalam segitiga ini melengkung, tidak ada yang lurus.

Kalau seimbang yang tidak simetris memang digunakan karena water feature ini ingin jumlahnya dibuat ganjil, yaitu tiga. Maksud dari seimbang atau balance adalah kesan yang sama ‘berat’ antara bagian kiri dan kanan komposisi, sedangkan simetris adalah penyebaran bentuk yang merata di sekitar garis sumbu atau titik tengah. Sedangkan keseimbangan asimetris adalah keseimbangan yang tidak sama bentuknya antara kiri dan kanan, namun tetap mempunyai kesan seimbang. Untuk lebih jelas, sila baca buku ‘Bentuk, Ruang, dan Tatanan’ karya Francis DK Ching.

Nah, 3 segitiga yang asimetris itu didesain dari angka-angka Fibonacci. Percaya gak? Hanya saja, proses mendesainnya itu sudah saya hapus, dan sekarang pas mau coba untuk bikin lagi, udah lupa caranya. Hehe. Intinya, saya bikin segitiga yang kanan dan kiri itu dari angka-angka Fibonacci, terus di-rotate. Kalo yang tengah ada 1 sudutnya yang saya geser supaya lebih asimetris. Jadi deh! Hasilnya bisa dilihat di gambar denah di bawah ini:
Baca lebih lanjut

OZ Landscape Architecture


OZ crew

Postingan kali ini cuma pengen ngabarin kalo sejak 15 september 2015 M atau 1 muharram 1437 H, saya menjadi bagian di OZ Landscape Architecture. Yeeaaahh..!!!

Ya, saya agak geser bidang ke lansekap nih. Mirip arsitektur sih, hanya saja lingkup kerjanya lebih sempit dan skala manusia (kalo arsitektur kan biasanya bikin gedung yang tak jarang berukuran gigantic). Di sini saya belajar tentang detail2 dan nama2 tanaman (termasuk nama latinnya). Kantornya ada di Bumi Menteng Asri, enak banget dah. Deket, homy, masuknya jam 9 pagi, ada makan siangnya, bisa minjem motor, ada shalat berjamaah ke masjid, dan bosnya baik. Mehehe…

Kantor ini punya proyek sebanyak 80-an yang masih on going (dan akan terus bertambah). Saya sendiri sedang berkecimpung di proyek Alexandria Tower, World Capital Tower, Supermal Karawaci, dan Bogor Senior Hospital. Sisanya cuma bantu2 aja kalo lagi dedlen. Berikut ini contoh kerjaan saya (pas masih awal2 masuk OZ):
Baca lebih lanjut

Daniel Libeskind: Architecture is a Language


Biografi Singkat

Lahir di Lód’z, Polandia, pada tahun 1946, Daniel Libeskind berimigrasi ke Amerika Serikat saat masih remaja bersama keluarganya dan menetap di Bronx. Setelah belajar musik di New York dan Israel dengan Beasiswa Yayasan Budaya Israel-Amerika, ia berkembang menjadi seorang musical virtuoso, sebelum akhirnya meninggalkan musik untuk belajar arsitektur.

Ia menerima gelar profesional di bidang arsitektur dari Cooper Union untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Seni pada tahun 1970 dan gelar pascasarjana dalam sejarah dan teori arsitektur dari Sekolah Studi Perbandingan di Essex University di Inggris pada tahun 1972. Daniel Libeskind mendirikan studio arsitektur di Berlin, Jerman, pada tahun 1989 setelah memenangkan kompetisi untuk membangun Jewish Museum di Berlin. Pada Februari 2003, Studio Daniel Libeskind memindahkan kantor pusatnya dari Berlin ke kota New York ketika Daniel Libeskind terpilih sebagai master planner untuk pembangunan kembali World Trade Center.

Cara Pandang terhadap Arsitektur

Daniel Libeskind berpendapat bahwa bangunan menghasilkan energi baru untuk ruang sosial budaya di suatu kota. Penggunaan bahasa adalah suatu harapan untuk berbicara dengan cara apapun kepada semua orang dan hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat menginspirasi Daniel Libeskind dalam berarsitektur dan dalam merancang kota. Daniel Libeskind selalu berpikir bahwa arsitektur dan musik memiliki keterkaitan yang erat. Pertama-tama, secara emosional arsitektur itu sama rumit dan sama abstraknya dengan musik yang datang hingga menyentuh jiwa, tidak hanya menyentuh pikiran saja. Ketika kita mendengarkan Bach, itu berbicara tentang jiwa, begitu juga dengan arsitektur. Arsitektur didasarkan pada keseimbangan dan keseimbangan dalam tubuh manusia berada di telinga bagian dalam, bukan di mata ataupun bagian tubuh lainnya.

Daniel Libeskind berpikir tentang gambar tangan (drawing) benar-benar sebuah score, sebuah lembaran musik, yang nantinya ditafsirkan oleh masyarakat. Tentu saja proporsi, cahaya, dan material harus disertakan dalam gambar tangan sebuah bangunan, begitu juga dengan penyajian ruangan dan suasana dari suatu bangunan. Dengan demikian, sebuah gambar tangan untuk membantu latihan bagi arsitek. Kita selalu berpikir bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu tanpa komputer agar bisa efisien secara waktu, rasional, dan seterusnya. Akan tetapi, Daniel Libeskind tetap percaya bahwa gambar (drawing) adalah sumber dari arsitektur. Maksudnya, memang benar-benar sumber dari arsitektur, karena tangan bagaikan mata yang saling berhubungan dan saling berbagi dalam proses yang tidak murni intelektualitas, tetapi itu spiritual dari suatu keinginan, kepercayaan kepada sesuatu yang tidak dapat dilihat, dan itu adalah bukti dari sesuatu yang benar-benar ada tetapi tidak jelas terlihat.

Karya-Karya dan Proses Perancangannya

  1. 18.36.54 House, Connecticut
    Baca lebih lanjut

Archinesia #4


Archinesia #4

2014-03-22 14.30.03

Sebenernya ini udah lama sih, cuman baru bisa sekarang pamer nge-post-nya (haduuu, ini blog udah mulai jarang diisi euy). AlhamduliLlah, kembali bisa meramaikan dunia publikasi arsitektur se-Asia Tenggara lagi.

Archinesia adalah book-gazine arsitektur yang keren lho…
Kita bisa dapat banyak wawasan arsitektur dari berbagai negara dan berhubung buku-majalah ini diperuntukkan untuk akademisi/praktisi arsitektur jadi bahasanya tuh ilmiah banget (bukan bahasa iklan properti gitu, hehe).

Di proyek ini, saya meliput event(s) arsitektur, seperti: Jakarta Vertical Kampung, Bazaar Art Jakarta and Casa by Bravacasa (mewawancarai Cosmas D. Gozali), Indonesian Contemporary Art & Design, Designing Memorials di AtAmerica (oleh Julie Beckman dan Ridwan Kamil), serta Penjurian Akhir Kompetisi Nasional Mahasiswa Perancangan Pasar dan Ruang Pertunjukan (Jurusan Arsitektur UPH dan Aboday).
Baca lebih lanjut

Info Dunia Arsitektur


image

Alhamdulillah, akhirnya bisa turut berkontribusi dalam kemajuan dunia publikasi arsitektur Indonesia bersama rekan-rekan Imelda Akmal Architectural Writer. Semoga menginspirasi! (Adiar Ersti Mardisiwi, maap ya ci, gak bilang-bilang ambil fotonya)

Ihiy, nama saya mulai mengglobal euy. Lumayan lah ada di beberapa negara Asia Tenggara. Semoga bisa terus menebar manfaat lebih luas lagi. Sila temukan “Houses by Indonesian Architects” di toko buku kesayangan anda (bantu promosiin). In-sya Allah banyak inspirasi desain yang bisa diambil dari situ, karena menampilkan karya-karya terkini dari berbagai arsitek ternama: Andra Matin, Realrich Sjarief, Irianto Purnomo Hadi, Kusuma Agustianto, dan lain-lain.
Baca lebih lanjut