Interstellar


Christopher Nolan bikin film tentang luar angkasa dengan penata musiknya Hans Zimmer? Itu sih W.O.W banget! Dijamin cerita dan latar suaranya gak abal-abal. Udah gitu ada Mackenzie Foy yang masih imut di film The Conjuring. Muhahaha…

Inti dari cerita Interstellar adalah tentang pencarian planet baru karena Bumi sudah tidak bisa lagi memberi kehidupan kepada manusia (beda sama film luar angkasa lainnya yang lebih nampilin alien dengan bentuk aneh-aneh). Di film ini dikisahkan makanan yang tersisa tinggal jagung, terus kabut-asap dimana-mana. Jadi terpaksa butuh cari tempat tinggal yang baru di luar angkasa.

Yah, sebenernya itu adalah fungsi utama adanya astronomi kalo kata saya mah. Bukan sekedar ber-wow ria melihat keindahan ciptaan Allah, terus udah, gitu doang. Tapi juga mengoptimalkannya menjadi suatu manfaat untuk umat manusia. Bukankah itu makna syukur yang sebenarnya? Dulu pernah ngobrol sama anak jurusan astronomi ITB angkatan 2006, katanya (kurang lebih) pembahasan astronomi itu udah sampai bagaimana caranya bisa bawa oksigen dari bulan atau planet lain.

Kalo di kuliah astronomi dan lingkungan sih yang namanya Habitable Zone (HZ) adalah wilayah dalam orbit yang berpusat pada bintang, dimana pada planet mirip Bumi yang berada pada wilayah tersebut dimungkinkan memiliki air dalam fase cair. Patokannya emang cari tempat yang memungkinkan adanya air dalam bentuk cair sih, bukan tempat yang memungkinkan adanya makhluk hidup (lebih rumit). Karena kalo ada air dalam bentuk cair, dia akan menjadi media reaksi biokimia yang mengawali timbulnya kehidupan.

Terus, HZ sendiri merupakan irisan dari dua wilayah: circumstellar habitable zone (CHZ) dan galactic habitable zone (GHZ). Penjelasan mengenai keduanya bisa dilihat pada gambar berikut ini:
Baca lebih lanjut