Kalender Astronomi 2011


Bulan Januari
3 dan 4 – Hujan Meteor Quadrantids. Sebenarnya hujan meteor ini dapat dilihat pada tanggal 1-5 Januari, tetapi puncak hujan meteor ini jatuh pada tanggal 3 dan 4 Januari. Pada 2 hari tersebut akan terlihat sekitar 40 meteor per jam. Baiknya dilihat dari tempat yang gelap setelah tengah malam di sekitar konstelasi Bootes.
4 – Bulan Baru. Berarti seharusnya tanggal 1 Safar.
4 – Gerhana Matahari Sebagian. Dapat terlihat disebagian besar Afrika utara, Eropa, and Asia. Berarti Indonesia gak kebagian =(
5 – Venus Elogasi Maksimum. Venus akan berada pada posisi tertingginya di langit menjelang matahari terbit. Kenali planet Venus sebagai benda langit paling cemerlang di langit timur menjelang matahari terbit.
19 – Bulan Purnama. Berarti tanggal 17-19 Januari kita shaum ayyamul bidh.

Bulan Februari
3 – Bulan Baru. Berarti seharusnya tanggal 1 Rabiul Awal.
18 – Bulan Purnama. Berarti tanggal 16-18 Februari kita shaum ayyamul bidh.

Bulan Maret
4 – Bulan Baru. Berarti seharusnya tanggal 1 Rabiul Akhir.
19 – Bulan Purnama. Berarti tanggal 17-19 Maret kita shaum ayyamul bidh.
20 – Vernal Equinox terjadi di belahan Bumi bagian utara pada 23:31 UT, yaitu ketika waktu siang hari dan malam hari sama jumlahnya. Hari ini juga merupakan hari pertama di musim semi. Matahari akan singgah sejenak tepat di ekuator dalam perjalanan semu menuju langit utara. Di Indonesia, peristiwa ini menandai dimulainya musim kemarau.

Bulan April
3 – Bulan Baru. Berarti seharusnya tanggal 1 Jumadil Awal.
3 – Oposisi Saturnus. Planet bercincin ini akan berada pada posisi terdekat dengan Bumi. Ini adalah waktu yang paling baik untuk melihat dan memotret Saturnus dan satelitnya. Saturnus akan nampak sepanjang malam dan terlihat bagai benda langit putih terang.
18 – Bulan Purnama. Berarti tanggal 16-18 April kita shaum ayyamul bidh.
21 dan 22 – Hujan Meteor Lyrids. Sebenarnya hujan meteor ini dapat dilihat pada tanggal 16-25 April, tetapi puncak hujan meteor ini jatuh pada tanggal 21 dan 22 April. Pada 2 hari tersebut akan terlihat sekitar 20 meteor per jam. Meteor-meteor tersebut dapat menghasilkan jejak debu terang yang berlangsung selama beberapa detik. Hujan meteor ini terlihat di sekitar konstelasi Lyra setelah tengah malam. Konstelasi Lyra sendiri dapat ditemukan di arah utara menjelang matahari terbit.
Baca lebih lanjut