Berwakaf di Ramadhan? Kuy Lah!


🌏 Saat ini generasi muda Indonesia sedang mengalami ancaman yg serius. Negeri ini memiliki jumlah pengguna narkoba sebanyak 6,4 juta jiwa dimana lebih dari 27 persennya merupakan Pelajar & Mahasiswa (BNN 2017). Belum lagi paparan pornografi yg telah merusak 64 persen generasi muda. Tawuran, Genk Motor, Aborsi, dan Kecanduan Game Online juga menjadi ancaman serius yg merusak generasi muda harapan Bangsa..

Betulkah Indonesia mulai kehilangan generasi mudanya? 😧

💞 TIDAK! Harapan itu masih ada. Masih ada sekelompok pelajar yg berakhlak mulia, sopan dalam bertutur, dan juga berprestasi. Sekelompok pelajar yang aktif melakukan kampanye anti HIV/AIDS, kampanye Gemar Berbagi, juga lihatlah mereka yang berusaha ingin mengurangi tawuran dengan program persahabatan.

Rumah Peradaban Pelajar Indonesia adalah kumpulan pemuda dan pelajar yang beraktivitas dalam berbagai komunitas positif dan kegiatan mentoring keislaman yg secara berkesinambungan melakukan & menebar kebaikan ✊🏻✊🏻✊🏻
Baca lebih lanjut

Untuk yang Berbahagia (2)


Lanjutan dari cerpen Untuk yang Berbahagia. Kalo belum tau, mending baca dulu. Hehe…

Rabu, 4 April 2012
Wuah, kangen sama buku ini. Mengapa tiba-tiba saya menulis cerita harian lagi? Karena hari ini saya iseng menggeledah tumpukan buku-buku di gudang dan saya mendapati buku ini. Buku kecil yang berisi tentang rekam hidup saya semenjak S2 di Turki hingga hari-hari awal pernikahan dengan Raudhah.

Hhhh… ternyata sudah 1,5 tahun berlalu sejak kepergian Raudhah. Apa kabar di sana, sayang?

Kamis, 5 April 2012

Hari ini adalah hari yang selalu saya nantikan, karena paginya saya ada liqo’at dengan binaan-binaan saya dari Institut Pertanian Bogor. Alhamdulillah, mereka selalu datang 10 menit lebih awal ke rumah saya, sehingga kita bisa mengefektifkan waktu yang sempit antara subuh dengan jam kerja saya. Untuk itu saya selalu “membayar” mereka dengan selalu menyiapkan materi halaqah dengan sebaik mungkin.

Sekitar pukul 08.00, pertemuan diakhiri dan mereka langsung bergegas menuju tempat aktivitas mereka selanjutnya. Saya pun bersegera bersiap menuju tempat kerja di konsultan Arsitektur yang bertempat di Jl. K.H. Abdullah bin Nuh, dekat Taman Yasmin V. Seperti biasa, sebelum berangkat saya mampir ke swalayan dekat rumah untuk membeli sebotol teh manis kemasan botol plastik untuk menemani aktivitas saya selama 1 hari ini.

Nah, pas sudah sampai di kasir untuk bayar teh tersebut, saya melihat ada anak kecil dengan pakaian serba putih sedang melihat tumpukan permen lolilop di atas meja kasir. Anak kecilnya lucu banget. Karena ga tega membiarkannya, akhirnya saya membeli permen lolipop tersebut dan menyerahkannya kepada si anak lucu itu.

Jumat, 6 April 2012

Hari ini saya menyengaja hadir lebih awal di kantor agar bisa ikut apel pagi untuk briefing singkat dengan para karyawan lainnya. Saya selalu suka dengan suasana briefing ini sejak magang ketika masih kuliah di ITB, karena memang selalu ada pembacaan ayat suci Alquran yang dibaca secara bergantian. Yang paling sering membacanya adalah Pak Deden, Pak Taufik, dan Pak Andri.

Seingat saya, sewaktu saya magang, Pak Deden ini masih suka merokok dan nongkrong ga jelas, tetapi kini bacaan Quran-nya sangat merdu. Begitu juga dengan Pak Andri, beliau dulu baca Surat An Nas ketika jadi imam shalat maghrib di acara Outting Perusahaan saja masih salah dan terbata-bata. Namun kini hafalannya sangat banyak, subhanaLlah.

Sabtu, 7 April 2012

Weekend, yeah! Hehe. Saya pun pergi ke GOR Padjadjaran untuk sedikit jogging pagi. Sekitar 30 menit kemudian, saya mengakhiri olahraga pagi tersebut dan mampir ke swalayan dekat rumah. Kali ini saya tidak langsung pulang, tetapi duduk sejenak di kursi yang ada di depan swalayan.

Ketika sedang asik menikmati suasana sambil minum teh manis, saya kaget karena tiba-tiba ada yang menyentuh siku saya dari samping. Wah, ternyata si anak lucu kemarin, tapi kok dia masih berpakaian putih-putih dan masih memegang permen lolipop waktu itu. Saya pun bertanya: “Sedang apa, dik?” Alih-alih menjawab, si lucu ini malah bertanya balik: “Apa yang paling ingin kakak lakukan sebelum kakak meninggal?”

Deg! Saya benar-benar terhentak dengan pertanyaannya itu, serta merta saja bayangan Raudhah hadir dalam benak dan lisan saya pun mendadak kelu. “Umm, umm, apa… umm…” Saya hanya bisa memandang jejeran ruko di seberang jalan, beberapa belum buka. Dengan tertatih saya berkata lirih: “Mungkin… Saat ini saya ingin bertemu dengan orang yang saya sayangi kemudian membahagiakannya di dunia dan akhirat.”

Saya kemudian tertunduk malu dan tersipu. Ketika itu saya berpikir, anak kecil ini mana mengerti masalah orang dewasa. Begitu saya menoleh ke samping, anak kecil tadi mendadak hilang tanpa tanda-tanda bekas kehadirannya. Agak serem sih, tapi yaudah lah ya…

Ahad, 8 April 2012

WAAA!!! Saya benar-benar tidak akan melupakan hari ini, 8 April 2012! Perasaan saya campur aduk: senang, sedih, takut, lega, dan masih banyak lagi. Haha, mungkin saya sudah gila, karena saya sendiri tidak bisa mempercayai apa yang saya lihat. Oke, oke, akan saya tulis dari awal.
Baca lebih lanjut

Gurindam Kemenangan Hati


Km itb itu sedih, sedih bila tidak ada ANTUSIASme pada kegiatannya
Km itb itu takut, takut bila tidak adanya SATU kesatuan tiap elemennya
Km itb itu khawatir, khawatir bila tidak ada INISIATIF untuk peduli dari anggotanya
Km itb itu malu, malu bila tidak ada KARYA inovatif yang jadi solusi bagi negerinya

.

A gar bangsa ini tahu, bahwa
S angat besar rasa cinta kami pada mereka…
I ngin kami berjuang hingga batas kemampuan
K alau itu memang harga yang harus dibayar untuk kebangkitan bangsa ini…

.

A palagi selain rasa cinta yang mengharu biru
S enantiasa menguasai relung-relung hati kami…
I tu jualah yang menguras habis air mata kami, hingga
K antuk pun telah tercabut dari pelupuk mata kami…

.

A pa yang kami cari?
S udah pasti bukanlah semata posisi,
I tu juga bukanlah materi, namun
K emenangan hati lah yang kami cari…

.

A kan tiba masa-masa
S aat kita terjatuh dan sakit, tapi…
I tu bukanlah suatu masalah
K alau kita bisa bangkit, berlari, dan melompat lebih tinggi!!!

.

A ku
S ayang
I ndonesia dan
K m itb

.

A ktif
S olutif
I nspiratif
K ontributif

.

waiyyakunn…


Tetap semangat untuk memperbanyak pasukan (di Arsitektur)

Aku berpikir maka aku ada
Aku mencari maka aku mulai menjawab apakah aku ada
Aku mengkaji maka aku tahu mengapa aku ada
Aku berjuang maka aku membuktikan bahwa aku memang ada

Cinta bukan kuantitas
Meskipun saat ini secara fisik jumlah kita sedikit,
Semoga dengan cinta, kualitas ruhiyah kita berkali-kali lipat lebih banyak

Terus berjuang akh!

Mudah-mudahan umur yang tersisa lebih produktif di jalan dakwah.
Met milad…

Mudah-mudahan umur yang telah lalu menjadi pundi-pundi amal jihad sebagai titian menghuni surga

PH,,, met milad ya…
Barakallah…
Smangat-smangat!!!

*leganya bisa memindahkan tulisan itu kesini =D*

Jika Kau Cinta…


oleh: Ust. Aus Hidayat Nur

Katakanlah, “inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku-Mahasuci Allah-, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”

Saudaraku… sepertinya kita harus mempertanyakan kembali kesungguhan kita
Untuk memperjuangkan dakwah yang mulia ini
Karena sungguh,,,

Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lembah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
tetapi Cahaya Maha Cahaya, syurga dan ridha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia, ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalanannya, berdikusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya

Jika engkau cinta
maka dakwah adalah faham
Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra
Baca lebih lanjut

Cintaillah Cinta


‘Cintaillah Cinta: Mencintai Ilah dengan cinta yang tertinggi dan termurni’

Kuingin…

Cintaku dipersembahkan hanya pada-Nya

Biarkan ia tiada lagi di hati

Sebab telah kuserahkan sepenuhnya

seutuhnya

semurninya

Kuingin…

Jikalaupun ada cinta pada yang lain

Semoga itu dalam rangka mencintai-Nya

dalam tahap mencari keridhoan-Nya

Semoga tiada cinta yang mampu menandingi untuk-Nya

tiada yang lebih tinggi dari cinta kepada-Nya

Kuingin…

menjadi orang yang mencintai Cinta Yang Mahasejati

izinkanlah, ya Rabb…