Konten Syi’ar Rohis/DKM Sekolah


Setelah sebelum-sebelumnya saya menulis tentang konsep-konsep dan metode-metode syi’ar untuk Rohis/DKM sekolah, saya merasa perlu untuk menulis mengenai konten syi’arnya. Penentuan konten ini sangat penting, karena meski semua ajaran Islam itu penting mulai dari gimana mengurus negara dan masyarakat hingga menyisir rambut ataupun menggunting kuku, hanya saja perlu ada prioritas yang harus disampaikan kepada objek da’wah Rohis/DKM.

Saya biasa membagi konten syi’ar menjadi dua macam, yaitu: konten yang sifatnya mengoptimalkan momentum dan konten yang sifatnya berubah-ubah (sesuai momentum). Untuk konten yang mengandalkan momentum (misalnya: 1 Muharram mensyi’arkan perubahan/hijrah menjadi lebih baik), tujuannya agar daya sentuhnya lebih masif. Sekali saja, tapi ledakannya dahsyat. Sedangkan yang sifatnya tetap itu sebagai konten default yang terus-menerus, tidak ada momentum apapun Rohis/DKM tetap melakukan syi’ar mengenai hal itu secara kontinyu.

Setidaknya ada 2 alasan dari sudut pandang objek da’wah mengapa setiap Rohis/DKM harus memiliki konten syi’ar yang tetap:

  • Konten da’wah yang terlalu banyak dan berubah-ubah bisa membuat para siswa kebingungan, karena terlalu banyak informasi yang didapat. Untuk itu, Rohis/DKM perlu memilih dan memilah konten da’wah dari yang paling penting dan genting.
  • Konten da’wah yang sama, bila disyi’arkan secara terus menerus akan lebih mudah membuka hati dan pikiran siswa sekolah untuk menerima da’wah sehingga mereka mau untuk berubah menjadi muslim yang kaffah.

Baca lebih lanjut

Keluarga: Wasilah Surga


Keluarga sebagai Wasilah Mencapai Surga.

  1. Menikah adalah perintah dari Allah SWT.

    وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (TQS An Nur: 32)

  2. Menikah merupakan bagian dari da’wah, yaitu: syi’ar dan pembentukan generasi yang shalih.

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    “Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.” (TQS. Ash Shaffat: 100)

  3. Pembentukan keluarga taqwa

    وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
    أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا
    خَالِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

    “Dan orang orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.’ Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. (TQS. Al Furqan: 74-76)

  4. Baca lebih lanjut

SINTESA masuk berita! (2)


AlhamduliLlah, SINTESA masuk berita daring untuk kedua kalinya nih. Dan yang spesialnya, ada nama saya di berita ini. Mehehehe…

Gak nyangka banget satu panggung sama Pak Oleh Solihin. Beliau bisa dibilang salah satu perantara hidayah saya di jalan da’wah ini dengan bukunya yang berjudul “Jangan Jadi Bebek” “Jangan Nodai Cinta” “Loving You Merit Yuk” dan novel “Serial Ogi.” Selain beliau, ada juga Almh Afifah Afra Amatullah dengan novel Serial Elang, terutama “Seratus Bunga Mawar untuk Mr. Valentine.” Semoga tulisan-tulisan beliau berdua senantiasa menghadirkan hidayah bagi para pembacanya.

Dan semoga ke depannya SINTESA bisa menghiasi koran lokal hingga koran nasional dengan berita-berita positif dan membawa kebaikan bagi bangsa Indonesia. Amiin.

Ini dia kutipan penuh beritanya:
Baca lebih lanjut

Syi’ar dan Pelayanan Rohis/DKM


URGENSI SYI’AR DAN PELAYANAN

Yang dimaksud dengan Syi’ar adalah mengajak atau menyeru manusia kepada jalan Islam, sedangkan Pelayanan adalah memberikan bantuan dan memenuhi kebutuhan manusia agar mereka bisa menjalani aktivitas mereka dengan baik. Contoh untuk syi’ar misalnya mengajak seseorang untuk tilawah Al Qur-an 1 juz per hari, sedangkan contoh untuk pelayanan misalnya membagikan Al Qur-an secara gratis bagi yang tidak punya.

Karena Syi’ar dan Pelayanan merupakan salah satu sarana da’wah yang sangat efektif, maka keberlangsungan pelaksanaannya sangatlah penting, diantaranya adalah:

  1. Sekolah merupakan tempat yang kondusif untuk menyemai pemahaman Islam yang benar sehingga syi’ar Islam sangat dibutuhkan untuk menghalau “syi’ar-syi’ar” dari kelompok lain di luar sekolah.
  2. Para pelajar merupakan tunas-tunas bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa ini, maka harus disirami dan dibekali dengan nilai-nilai Islam dengan harapan mereka dapat menjadi barisan pendukung da’wah.
  3. Syi’ar Islam ini akan melindungi pemikiran dan akhlak para pelajar dari segala kerusakan yang ada di masyarakat saat ini.

DA’WAH DENGAN HIKMAH

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (TQS. An Nahl: 125)

Seorang ustadz pernnah berkata bahwa da’wah bil hikmah adalah seruan yang tidak tertolak. Misalnya, bila ada orang yang lapar, seruan makan adalah hal yang tidak akan ditolak olehnya karena orang lapar sangat membutuhkan makan. Contoh lainnya, ajakan bermain futsal gratis adalah hal yang tidak akan ditolak oleh penggila bola karena hal itu adalah kegemarannya.

Da’wah bukanlah suatu hal yang dilakukan dari sudut pandang subjek, melainkan dari sudut pandang objek. Syi’ar dan pelayanan tidak berbicara tentang “keinginan pengurus Rohis/DKM”, melainkan tentang “kebutuhan dan kesukaan warga sekolah.” Mungkin salah satu penyebab sepi atau monotonnya kegiatan Rohis/DKM adalah masih menggunakan sudut pandang pengurus Rohis/DKM sehingga tidak menyentuh area kebutuhan dan kesukaan warga sekolah. Kesimpulannya, agar dapat diterima oleh setiap orang, syi’ar dan pelayanan harus bersifat:
Baca lebih lanjut

Surat untuk Forkom Alims


Dan Yusuf berkata, “…Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan…”

Saudaraku, ketahuilah bahwa hanya orang-orang besar yang berbicara tentang ide
Yaitu tentang mimpi-mimpi yang jauh melebihi zamannya berada
Dia bisa melihat apa yang orang lain luput melihatnya
Dia bisa visualisasikan hal-hal yang orang lain belum bisa membayangkannya
Dia bisa mengemukakan inspirasi yang bahkan orang lain tidak pernah terlintas di benaknya

Saudaraku, kita berdiri di sini dalam bingkai visi akan kebangkitan Islam
Kita berjuang di jalan ini dalam harap bahwa Islam akan jadi soko guru peradaban
Memang perjalanan yang sulit
Jaraknya terasa selangit
Bekal pun sedikit
Namun dengan keyakinan pada mimpi-mimpi, kita akan tertuntun pada kejayaan itu
Lantas, seberapa kuat keyakinanmu?

Saudaraku, meski di sekitaran kita terlihat pekat
Namun cahaya visi di hadapan akan buat kita kuat
Meski harus tertatih
Janganlah letih
Meski harus berpeluh
Janganlah mengeluh
Walau kita terantuk dan terjatuh
Bangkit, terus berlari, dan melompat lebih tinggi
Menuju cahaya visi
Lantas, seberapa terang cahayamu?
Baca lebih lanjut

Matematika Para Generasi Terbaik


“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…”
(TQS. ‘Ali Imran: 110)

Sudah jelas dari ayat di atas bahwa generasi terbaik adalah generasi awal umat ini yang beriman kepada Allah dan ber-‘amar ma’ruf nahi munkar. Para sahabat yang membenarkan risalah yang dibawa oleh Sang Nabi senantiasa menyebarkan cahaya Islam ke seluruh dunia, yang kemudian dilanjutkan oleh para thabi’in. Hal ini bisa kita lihat buktinya bahwa beberapa makam para sahabat dan thabi’in berada jauh dari pusat peradaban Islam (Mekkah). Mengapa para sahabat masih mau berdakwah keluar Makkah, padahal di dalam kota tersebut terdapat keutamaan ini:

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik 1000 shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih baik 100.000 shalat di masjid lainnya.”
(HR. Ahmad 3/343. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Yup, para sahabat meninggalkan keutamaan shalat di Masjidil Haram yang 100.000 kebaikan lebih banyak dibanding shalat di Masjid lainnya. Inilah matematika para generasi terbaik. Mereka meninggalkan keutamaan yang sebanyak itu untuk keutamaan lain yang hanya bisa didapatkan melalui da’wah.
Baca lebih lanjut

Da’wah bil Hikmah


Termasuk pemahaman terhadap agama adalah berusaha mempelajari beragam pengetahuan yang dapat membantu para da’i untuk menarik manusia dengan beragam wawasan dan kecenderungan…

…ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik…”

Menurut ar-Raghib, al hikmah berarti mengetahui perkara-perkara yang ada dan mengerjakan hal-hal yang baik. (Shihab al-Din al-Alusi, Rûh al-Ma’ânî, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, 1993, Hal. 82/XI)

Menurut Mujahid, al hikmah adalah pemahaman, akal, dan kebenaran dalam ucapan selain kenabian. At-Thabary mengatakan bahwa Hikmah dari Allah SWT bisa berarti benar dalam keyakinan dan pandai dalam din dan akal. (Abu Jafar At-Thabari, Jâmi’ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân, op.cit., Hal. 269/5)

Bila boleh saya menyimpulkan, da’wah bil hikmah adalah seruan yang tidak tertolak. Misalnya, bila ada orang yang lapar, seruan makan adalah hal yang tidak akan ditolak olehnya. Lantas seperti apakah da’wah bil hikmah itu? Saya mendapatkan jawabannya saat membaca buku Isti’ab karya Ust. Fathi Yakan.
Baca lebih lanjut