SALAM dan TAKBIR


A: eh, salam dan takbir-nya gimana?
B: dari zaman rasul, salam tuh assalamu’alaykum wr wb dan takbir tuh Allahu akbar!
A: *sigh*

hehe, becanda! =D

SALAM

patut disyukuri bahwa DKM memiliki peluang lebih awal untuk merekrut pengurus. ketika ekstrakulikuler lain hanya diberi kesempaan beberapa menit untuk display, DKM mendapatkan waktu 1 hari untuk ‘promosi’. ketika organisasi lain tampil dengan ‘garang’ dan penuh agitasi, DKM hadir dengan lembut dan menyenangkan. mungkin termasuk kufur nikmat ketika momentum ini lewat begitu saja. astaghfirullah..

kawan, mengajak siswa baru menuju kebaikan dimulai dari SALAM ini. jangan sampai persiapannya asal-asalan saja. siapkan apapun yang kita bisa, misal:

a. Branding

bagi para siswa baru, kesan di awal itulah yang kemudian dikenang dan mempengaruhi kehidupan di SMANSA selanjutnya. maka munculkanlah kesan bahwa DKM adalah organisasi yang eksis dan bermanfaat, yaitu memiliki karakter dan citra yang bersahabat bagi setiap siswa baru SMANSA sehingga mereka lebih membuka diri pada DKM. kalo udah gitu, da’wah pun akan lebih mudah.
tunjukkan juga bahwa DKM adalah organisasi yang besar, kuat, aktif, dan berpengaruh di mata publik. bikin asumsi bahwa kalo ga ikutan DKM, ga gaul. atau yang gak islami berarti ga trendi, hehe =D

perlu dicatat, saat SALAM ini yang dikejar adalah kuantitas karena sedang masa perekrutan, sedangkan kualitas dikejar ketika proses PODS dimulai. oleh karena itu, rekrutlah sebanyak-banyaknya para siswa baru dengan pencitraan yang baik di SALAM ini.
pencitraan yang baik mengenai lembaga dakwah, misal: acara yang tidak ngaret dan menunjukkan perilaku yang islami dari para panitia. oia, bisa juga nyambut siswa baru ketika sholat Dhuha pas MOS, insya Allah tersentuh.

b. Event (acara) dan Service (pelayanan)
Baca lebih lanjut

Program Tepat, Kerja (insya Allah) Berkah


Berikut ini ada rumus yang sering digunakan oleh GAMAIS ITB untuk membuat program kerja (terutama kepanitiaan), yaitu CAVD: Cash flow, Appreciation, Value, and Documentation. Yang perlu dicatat, rumus tadi bukanlah tahapan ataupun urutan, tapi biar enak aja nyebutnya CA-V-D! hehe =D

1. Cashflow/basis dana

perlu ada perubahan mindset di setiap departemen atau kepanitiaan bahwa proker adalah tempatnya menghasilkan dana, bukan menghabiskan dana. diharapkan setelah suatu program berakhir, yang terjadi adalah memberikan sejumlah uang ke bendahara, bukan sebaliknya. minimal impas lah.
lalu, perlu adanya kemandirian finansial. setiap departemen/kepanitiaan punya usaha sendiri dan tidak bergantung pada departemen danu atau donatur. misal, inkasi dari BIRU Smansa atau Al Mishbah.
bahkan, perlu ada target jangka panjang bahwa nantinya DKM memiliki keberlimpahan dana dan itu semua digunakan untuk pelayanan umat, semisal beasiswa dan penyaluran zakat/infaq/shodaqoh/hewan qurban. salah satu keberlimpahan dana itu didapat dengan mendirikan usaha mandiri.

2. Appreciation/Participation

dalam setiap program kerja, kita perlu memerhatikan objek, subjek, dan supporter sehingga mereka memberikan tanggapan positif kepada setiap yang DKM lakukan. ini juga menjadi salah satu parameter keberhasilan dakwah.
Baca lebih lanjut

rancangan pembinaan DKM


bismillah

sebelum bicara terkait pembinaan, saya ingin menekankan perbedaan antara agenda pembinaan dengan agenda syiar/dakwah.

agenda syiar (seperti yang telah dijelaskan pada note sebelumnya) bersifat lebih fun karena memang ditargetkan agar sebanyak-banyaknya yang ikut. makanya harusnya kegiatannya harus yang mereka butuhkan.
sedangkan agenda pembinaan bersifat lebih memaksa karena ada target tertentu yang harus dicapai (menjadi muslim yang kaffah). peserta pembinaan pun harusnya memiliki pemahaman yang baik tentang urgensi pembinaan. namun ga masalah, kalo dibuat fun (asalkan targetnya tercapai)

nah, pernah dengar istilah ‘berawal dari yang akhir dan berakhir di awal’? seperti itulah pembinaan yang baik, nanti di akhir pembinaan yang panjang ini, pesertanya mau jadi seperti apa. setelah ada, baru dibuat jalan-jalan menuju ke capaian di akhir tersebut.
karena kita sedang bicara tentang pembinaan keislaman, ya berarti target akhir kita, peserta pembinaan bisa menjadi muslim yang kaffah, yaitu memiliki:

a. Salimul ‘aqidah (‘aqidah yang bersih)
b. Shahihul ‘ibadah (ibadah yang benar)
c. Matinul khuluq (akhlak yang tegar)
d. Qadirun ‘alal kasbi (kemampuan berpenghasilan)
e. Mutsaqqaful fikri (pikiran yang intelek)
f. Qawiyyul jism (fisik yang kuat)
g. Mujahidun li nafsihi (bersungguh-sungguh terhadap dirinya)
h. Munazhzham fi syu’unihi (teratur dalam urusan-urusannya)
i. Haritsun ‘ala waqtihi (efisien menjaga waktu)
j. Nafi’un li ghairihi (bermanfaat bagi orang lain)

10 karakter muslim di atas masih terlalu umum, buatlah penjabarannya lagi yang lebih spesifik untuk pengurus DKM, misalnya seperti ini untuk kelas XI:
Baca lebih lanjut

hanya ingin berbagi untuk smansaku…


hampir enam tahun semenjak momentum itu. sebuah peristiwa yang membuat diri ini merasa lebih dekat dengan Rabbnya.
ya, hampir enam tahun lalu saya pertama kali menginjakkan kaki di SMA Negeri 1 Bogor. setelah display ekskul ketika MOS, saya berpikir untuk ikut tiga ekskul saja: Sketsa, Panssera, dan Diafragma. hanya itu, sampai suatu ketika seorang teman datang menghampiri saya, nyodorin selembar kertas, dan berkata “peh, isi!”
kertas itu adalah lembar formulir pendaftaran DKM Ar Rahmah.

saya ga kepikiran sama sekali mau ikut DKM sebelumnya. tapi itulah momentumnya, sebuah peristiwa yang membuat diri ini merasa lebih dekat dengan Rabbnya. hingga kini saya senantiasa bersyukur atas momentum itu. apa jadinya kalo saya tidak disodori beberapa lembar kertas itu? apa jadinya kalo saya males mengisinya? huff, mungkin saya ga akan menulis ini sekarang.

kawan, kebanyakan alasan teman-teman kita masuk DKM adalah ingin mendapat ilmu. betul tidak? tetapi ternyata DKM adalah lembaga dakwah yang secara tidak langsung menuntut pengurusnya untuk memberi (bukan menerima seperti yang diharapkan ketika pertama kali mendaftar)
ini yang banyak tidak dipahami oleh teman-teman kita, bahwa dakwah sejatinya adalah untuk diri kita sendiri.

pernah ga temen-temen merasa jenuh dalam beribadah? kalo saya sih sering. hehe.
atau pernah ga sengaja baru bangun waktu adzan shubuh padahal kita biasa tahajud?
atau pernah merasa gada waktu untuk ibadah? misal ada acara outbond yang kotor-kotoran dari pagi buta ampe zuhur. berarti ga sempet sholat dhuha kan, padahal kita udah biasa sholat dhuha. nah gimana noh?
gampang, solusinya adalah dakwah.

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia pun akan menanggung dosa yang sama dengan dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun.” (HR. Muslim)

jadi konsep mudahnya gini, ketika kita udah ga bisa buat apa-apa lagi untuk mendapat pahala, pakailah pahala orang lain. toh, orang lain juga ga rugi.
apalagi modalnya cuma ngasih petunjuk. cuma ngasih tau doang.
tapi ada yang perlu dicatat: jangan sampai jadi calo, kita ngajakin orang lain tapi kita sendiri ga ngelakuin.
menurut saya, itulah esensi dakwah sebenarnya (selain mengajak orang lain dari kegelapan menuju cahaya Islam)
CMIIW, Allahu’alam…
Baca lebih lanjut

Brand New DKM Ar Rahmah


perhatian!! yang tertulis dibawah ini bukan berarti paling benar. kalian lebih tahu kondisi lapangan yang sebenarnya. jangan telen mentah-mentah! semoga bisa memberikan pandangan baru. ingat: jangan terpaku pada tradisi, yang penting ESENSI.

STRUKTUR (secara operasional)

Penjelasan:

1. Ketua umum
Ketua umum adalah imam dari DKM Ar Rahmah. Membawahi seluruh struktur DKM. Namun, secara langsung ketua umum membawahi ketua I dan ketua II yang merupakan perpanjangan tangan untuk meng-koordinasi departemen-departemen di DKM. Ketua umum juga membawahi departemen humas, karena seharusnya ketua umum adalah wajah yang representatif dari DKM sehingga fungsinya sebagai pembangun jaringan dengan stakeholder terkait: DKM SMA lain dan Forkom Alims.

2. Ketua I
Ketua I adalah ketua sektor internal dan akademik. Membawahi departemen tarbiyyah intern, rumah tangga, dan pendidikan.

3. Ketua II
Ketua II adalah ketua sektor syi’ar dan ekonomi. Membawahi departemen dakwah umum, dana usaha, dan informasi komunikasi.

4. Sekretaris
Selain sebagai pengatur keluar-masuknya surat DKM dan masalah administrasi lainnya, sekretaris adalah koordinator bagi akhwat di sektor internal dan akademik. Sekretaris I dijabat oleh kelas XI sedangkan sekretaris II dijabat oleh kelas X.

5. Bendahara
Selain sebagai pengatur keluar-masuknya dana DKM, bendahara adalah koordinator bagi akhwat di sektor syi’ar dan ekonomi. Bendahara I dijabat oleh kelas XI sedangkan bendahara II dijabat oleh kelas X.

catatan: Dewan harian kelas X ikhwan menjadi koordinator seluruh pengurus DKM kelas X, walaupun aslinya dia adalah sekretaris II atau bendahara II. Yang dimaksud dewan harian adalah ketua umum, ketua I, ketua II, sekretaris I, sekretaris II, bendahara I, dan bendahara II. Sedangkan badan pengurus harian adalah dewan harian, seluruh kepala departemen, dan seluruh kepala subdepartemen.
Baca lebih lanjut