Do’a


  • Do’a untuk orang tua:
    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ
    “Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku…” (QS. Nuh: 28)
    رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
    “…kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al Isra: 24)
  • Do’a untuk istri:
    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
    “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan: 74)
  • Do’a untuk anak:
    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
    “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.” (QS. Ash Shaffat: 100)
    رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
    “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ibrahim: 40)
  • Do’a untuk negeri yang aman:
    رَبِّ اجْعَلْ هَـذَا الْبَلَدَ آمِناً وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ
    “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim: 35)
  • Do’a untuk diri sendiri:
    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al Baqarah: 201)

Pelajar Bogor Ikuti Talkshow dan Doa Bersama Menuju Ujian Nasional


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

BOGOR – Puluhan pelajar SMA se-Kota Bogor memenuhi Masjid At Taqwa Balaikota Bogor untuk mengikuti acara Metamorfosa, (27/3). Metamorfosa merupakan talkshow Islami yang diadakan oleh lembaga pembinaan pelajar muslim Kota Bogor, Sentra Inspirasi Teladan Siswa (SINTESA).

Talkshow Islami kali ini mengambil tema besar manajemen prioritas bagi para pelajar. “Kami sengaja mengangkat bahasan ini agar adik-adik pelajar bisa membagi waktunya dengan baik antara menunaikan kewajibannya belajar dengan aktivitas lainnya yang juga bermanfaat,” tutur Rama Adeyasa, ketua SINTESA.

Demi memberikan gambaran pengaturan prioritas hidup yang baik, panitia Metamorfosa menghadirkan M. Sigit Susanto, Ketua BEM KM IPB periode 2012-2013 yang juga mendapatkan predikat Mahasiswa Berprestasi Fakultas Pertanian IPB tahun 2012. Sigit pun tak canggung berbagi pengalaman dengan adik-adik kelasnya. Peserta juga tampak mengikuti jalannya talkshow dengan antusias.

“Materinya bagus,” kata Rifqi Abdul Jabbar, siswa SMA IT Ummul Quro. “Saya jadi lebih paham bagaimana caranya mengatur waktu saya, mulai dari yang penting sampai ke hal yang tidak penting,” lanjutnya.
Baca lebih lanjut

Keluarga: Wasilah Surga


Keluarga sebagai Wasilah Mencapai Surga.

  1. Menikah adalah perintah dari Allah SWT.

    وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (TQS An Nur: 32)

  2. Menikah merupakan bagian dari da’wah, yaitu: syi’ar dan pembentukan generasi yang shalih.

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    “Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.” (TQS. Ash Shaffat: 100)

  3. Pembentukan keluarga taqwa

    وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
    أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا
    خَالِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

    “Dan orang orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.’ Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. (TQS. Al Furqan: 74-76)

  4. Baca lebih lanjut

Meminta Negara


Ia (Nabi Sulaiman) berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha pemberi.” (TQS. Shad : 35)

Sebuah keteladanan Nabi Sulaiman telah Allah abadikan dalam Quran-Nya. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah agar kita suatu saat bisa menirunya. Meminta negara dalam rangka kebaikan: Rabbighfirli wa habli mulkan la yanbaghi li ahadin minba’di, yaitu menginstitusikan ajaran-ajaran Islam di pemerintahan agar mau tak mau rahmat Allah terlimpah kepada seluruh penduduknya.

Bagi saya, ini juga sebuah tamparan keras, karena selama ini kita lebih sering meminta kebaikan untuk diri kita sendiri. Namun, Nabi Sulaiman memiliki mentalitas pemenang sejati, yaitu ingin bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi manusia dan alam semesta. Karena memang mustahil, Nabi Sulaiman meminta kekuasaan hanya untuk memperkaya diri semata.

Dibalik pintanya itu, ternyata Nabi Sulaiman mendapat barakahnya juga. Karena bila kita minta suami/istri, anak, kekayaan saja, belum tentu Allah memberikan negara. Akan tetapi, bisa terjadi bila kebalikannya, karena menurut riwayat istri Nabi Sulaiman berjumlah sembilan puluh sembilan.

Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (TQS. Al Isra’: 80)

Baca lebih lanjut

Doa Terlengkap


اللَّهُمَّ إنِّي أسَألُكَ مِنْ خَيْر مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ محمَّدٌ صلى الله عليه وسلم. وأعوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا استَعَاذَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صلى الله عليه وسلم. وأنتَ المُسْتَعانُ, وَعَليْكَ البَلاَغُ, وَلا حَولَ وَلا قُوَّةَ إِلا باللهِ

“Allahumma inni as-aluka min khairi ma sa-alaKa minhu nabiyyuKa Muhammadun sallallahu ‘alaihi wa sallam. Wa a’udzubiKa min syarri mas-ta’adha minhu nabiyyuKa Muhammadun sallallahu ‘alaihi wa sallam. Wa Antal-Musta’anu, wa ‘alaiKal balaghu, wala hawla wa la quwwata illa biLlah.”

Baca lebih lanjut

Serba-Serbi Walimah


*terpaksa ngepost ginian, karena lagi butuh banget untuk mempersiapkannya*

Kewajiban walimah
1. Rasulullah saw bersabda: “Untuk satu pengantin (dalam riwayat lain: sepasang pengantin) harus diadakan WALIMAH.” (HR. Ahmad [V/359] dan Ath Thabrani [I: 112/1])
2. Rasulullah saw bersabda: “..Rahasiakan pinangan, UMUMKANLAH PERNIKAHAN!” (HR. Ibnu Hibban [1285], Ath Thabrani [I: 1/69])

Acara walimah
Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: “Tatkala Rasulullah saw menikahi seorang perempuan, beliau mengutus saya agar mengundang orang-orang hadiri JAMUAN MAKAN.” (HR. Al Bukhari [IX/189-194], Al Baihaqi [VII/260])

Hiburan dalam walimah
1. Aisyah pernah menikahkan kerabatnya dari golongan Anshar. Maka datanglah Rasulullah seraya bersabda: “Apakah kalian akan memberi hadiah pada gadis itu?” Mereka menjawab: “Ya.” Rasulullah bertanya: “Apakah kalian kirim bersamanya seseorang untuk BERGHINA (bernasyid)?” Aisyah menjawab: “Tidak!” Lalu Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang-orang Anshar adalah orang-orang melankolis. Alangkah baiknya jika kau kirim bersama gadis itu orang-orang yang menyenandungkan, ‘Kami datang.. kami datang. Marilah kami.. marilah kalian..'” (HR. Ibnu Majah)
2. Rasulullah bersabda: “Pemisah antara yang halal dan yang haram adalah SUARA TABUHAN REBANA.” (HR. An Nasa’i [II/91] dan At Tirmidzi [II/170])

Tempat dan waktu walimah
1. Rasulullah saw bersabda: “Umumkanlah pernikahan ini, adakan di dalam MASJID. Dan meriahkan dengan pukulan rebana!” (HR. Ahmad dan At Tirmidzi)
2. “Ketika Abu Usaid As Sa’idi menikah, dia mengundang Nabi saw dan para sahabat ke RUMAH-nya..” (HR. Al Bukhari [IX/200, 205, 206] dan Muslim [VI/103])
3. Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: “Di kala Nabi saw menikahi Shafiyyah binti Huyyai, beliau menjadikan pembebasan diri Shafiyyah sebagai mahar. Beliau mengadakan walimah selama TIGA HARI.” (Abu Ya’la dikutip Al Fath [IX/199] dan Al Bukhari [VII/387])

Hidangan walimah
1. Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: “…Suatu ketika ia (Abdurrahman ibn Auf) datang kepada Rasulullah mengenakan pakaian yang penuh dengan noda-noda minyak wangi za’faran (dalam riwayat lain minyak wangi khaluq). Rasulullah bertanya kepadanya: ‘Ada apa denganmu?’ Abdurrahman menjawab: ‘Ya Rasulallah, saya telah menikah dengan wanita Anshar.’ Rasulullah bertanya, ‘Apa maharnya?’ Ia menjawab, ‘Emas satu nawat.’ Beliau saw bersabda: ‘Semoga Allah memberkahi pernikahanmu. Adakanlah walimah meski hanya dengan seekor KAMBING.'” (HR. Al Bukhari [IV/232, VII/89, dan IX/95, 190-192], An Nasa’i [II/93], Al Baihaqi [VII/258], dan Ahmad [III/165, 190, 204, 226, 271])
2. Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: “Tidaklah aku saksikan bagaimana Rasulullah menyelenggarakan walimah untuk isteri beliau seperti yang aku saksikan saat beliau menikahi Zainab. Beliau menyembelih seekor KAMBING. (Anas berkata: ‘Beliau menjamu para tamu dengan ROTI DAN DAGING sampai tidak habis.’)” (HR. Al Bukhari [VII/387], Abu Dawud [II/137], Ibnu Majah [I/590], dan Ahmad [III/98, 99, 105, 163, 172, 195, 200, 227, 236, 241, 246, dan 263)
3. Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: “…Dalam walimah tersebut tidak terhidang roti maupun daging. Saya hanya disuruh oleh beliau saw untuk mengambil alas makan dari lembaran kulit yang disamak rapi, lalu saya hamparkan. Kemudian saya meletakan KURMA, KEJU, dan MINYAK SAMIN di atas alas makan itu. (Lalu para tamu makan hingga mereka kenyang.)” (HR. Al Bukhari [VII/387], Muslim [IV/147], An Nasa’i [II/93], dan Al Baihaqi [VII/259])
Baca lebih lanjut

Untuk yang Berbahagia


Ahad, 19 September 2010

Huaa, senangnya bisa kembali ke Indonesia. Kampung halamanku tercinta. Empat tahun yang kuhabiskan di Eastern Mediterranean University (EMU), Turki, untuk mendalami keilmuan arsitektur, sungguh masa-masa yang takkan kulupakan karena Turki memang negara yang indah. Disana saya jatuh cinta beberapa kali. Pada Karang Pamukkale di provinsi Denizli, pada kota Aphrodisias dan kota Herapolis yang penuh bangunan bersejarah, pada pantai-pantai yang indah di Provinsi Antalia, pada susunan batu unik Cappadocia, pada roti kebab, dan tentu saja pada gadis-gadis Turki. Nah, yang terakhir tadi sangat spesial, entah mengapa ketika melihat gadis-gadis Turki saya merasa bahwa kecantikan gadis-gadis Indonesia tidak ada apa-apanya, bahkan seujung kukunya pun tidak. Perpaduan mata yang indah, hidung yang mancung, rambut hitam legam, dan bibir tipis menawan itu tidak ada di Indonesia. Ah, sudahlah. Sekarang saatnya menumpahkan segala rindu yang begitu membuncah di dada kepada ummi, abi, dan adik-adik.

Senin, 20 September 2010

Hari kedua di Indonesia. Terasa ada yang hilang di hati, sepertinya jiwa saya tertinggal di sana, di Turki. Kerinduan ini kembali muncul, kepada makhluk Allah yang disebut perempuan. Akan tetapi yang perempuan yang kumaksud adalah perempuan Turki. Jadi ingat, kemarin berbincang dengan ummi semalam suntuk. Sepertinya ummi sudah sangat rindu pada anak pertama yang dilahirkan tetapi yang kedua yang dikandungnya ini. Dari situ saya tahu, ternyata ummi mengharapkan saya segera menikah. Mungkin tidak ya, saya menikah dengan gadis Turki?

Selasa, 21 September 2010

Keinginan ummi agar saya segera menikah bukan gurauan belaka. Tadi ummi mengajak saya jalan-jalan keliling kompleks rumah. Lalu ummi menunjuk seorang gadis berkerudung lebar hingga siku dan memakai jilbab yang membuat saya hampir tidak bisa melihat sepatunya. Namanya Raudhatul Jannati. Cantik sih, tetapi beda jauh sama gadis Turki. Saya agak keberatan, tetapi ummi bilang bahwa ummi terlanjur sayang pada gadis itu. Dia pernah menolong ummi ketika ummi terkilir kemudian memijit ummi selama beberapa hari. Pada saat itulah ummi tahu kalau dia adalah gadis yang paham agama dan pintar secara akademis. Dia adalah sarjana berpredikat cumlaude program studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Namun, hingga kini saya masih mendambakan memperistri seorang Turki.

Rabu, 22 September 2010

Saya bingung sama diri saya sendiri. Tidak tahu dihipnotis siapa, hari ini saya sekeluarga berkunjung ke kediaman Raudhatul Jannati dan saya mengkhitbahnya. Cukup singkat, kami hanya saling memberi info tentang diri kami masing-masing yang kira-kira dibutuhkan. Setelah itu selesai, jawabannya akan dikirim besok.

Kamis, 23 September 2010
Baca lebih lanjut