Filosofi Nama MuSA


Bismillah
Assalamu’alaykum wr wb

Sungguh, ketika pertama kali mendengar nama lembaga kerohanian Islam di fakultas SAPPK ini, sekitar 2 tahun yang lalu, saya agak bergidik.
Musa adalah nabinya umat yahudi, bukan nabinya umat Islam.
Ada rasa penolakan dalam diri, mungkin karena kebencian saya terhadap sikap yahudi yang menganut zionisme di Palestina.

Namun ternyata, nabi Musa memberikan contoh yang luar biasa kepada kita.
Setiap perjuangannya, pengorbanannya, kesabarannya… Luar biasa!
Patut kita contoh…

Namanya berulangkali disebut oleh Allah dalam kitab umat Islam.
Kisah perjalanannya bertebar merambah hampir di tiap surah.
Beliaulah nabi pertama yang disebut Allah dalam Al Quran, selain nabi Muhammad.
Terlebih Allah telah menetapkan, nabi Musa terkisah untuk menguatkan jiwa, hati, dan rasa seorang nabi Muhammad.

Kini begitu terasa, betapa tak mudah menjadimu, hai Musa.
Nabi Musa mengemban risalah dalam keadaan yang serba tak sempurna.
Ia tak fasih bicara, sulit berkata-kata.
Lidahnya cadel akibat pernah memakan bara api semasa kecil.
Ia pun tersalah karena pernah membunuh secara tidak sengaja.

Maka, saat wahyu turun, air matamu menitik dan tubuhmu berpeluh.
Dalam kesadaran penuh akan beratnya beban da’wah, kau mengeluh:
“Bicaraku gagap, lidahku kelu, aku takut mereka akan mendustakanku
dan pada mereka aku berdosa sungguh, aku takut akan dibunuh”

Baca lebih lanjut

Filosofi Nama LDSAPPK “MuSA”


namamu, sang rasul

dulu aku bertanya, mengapa namamu yang berulangkali disebut-Nya
dan kisahmu yang bertebar merambah hampir tiap surah
bahkan Allah menetapkan: kau terkisah untuk menguatkan jiwa hati dan rasa
seorang Nabi penutup masa

ya, kini aku tahu.. betapa tak mudah menjadimu hai Musa
mengemban risalah dalam keadaan yang serba tak sempurna
kau tak fasih bicara, sulit berkata-kata
dan sebab khilaf masa lalu, kau tersalah membunuh

maka saat wahyu turun, air matamu menitik, tubuhmu berpeluh
dalam kesadaran akan beratnya beban, kau mengeluh
“bicaraku gagap, lidahku kelu, aku takut mereka akan mendustakanku..
dan pada mereka aku berdosa sungguh, aku takut akan dibunuh”

ya, kini aku tahu, sungguh tak mudah menjadimu
sebab dalam keterbatasan itu, Allah berikan untukmu lawan penuh kuasa
perbendaharaannya kaya, kerajaannya luas, tentaranya perkasa
punggawanya setia, lagi taat buta
mengaku tuhan tertinggi, dia merasa berkuasa atas hidup dan mati
dan kau.. kau terhutang budi masa kecil padanya

dan tahukah kau duh Musa, kelak kaum yang kau pimpin
yang kau bimbing bebas dari perbudakan tiran
yang menyaksikan sejuta kuasa Allah menaungi mereka
akan berlomba membangkangi Allah dan mendurhakaimu?
Baca lebih lanjut