Perlukah Alasan Untuk Palestina?


Sudah hampir 1000 nyawa lepas dari raganya…
Sudah lebih dari 4700 tubuh terluka dan tidak sempurna lagi…

Namun,
dunia hampir tidak bergeming mendengar rasa kemanusiaan tidak terlihat di bumi Palestina..

Sahabat, masih perlukah alasan???
Nih, bagi yang memerlukannya…

Pertama, sebagai warga negara Indonesia

Landasan Konstitusional
Tercantum pada pembukaan UUD 1945…
alinea kesatu: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
alinea keempat: Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
Termaktub dalam pancasila
sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab

Landasan Historis
Ketika indonesia masih dijajah oleh belanda dan sekutunya, Palestina adalah negara yang mendukung indonesia. Sebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..”

Bahkan ketika indonesia baru merdeka secara de facto, pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah-lah yang membuat Negara Indonesia bisa berdaulat. Dukungan Palestina diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini (mufti besar Palestina). Berita yang disiarkan di radio secara dua hari berturut-turut ini, disebarluaskan juga pada harian “Al-Ahram” yang terkenal akan ketelitiannya.

Setelah seruan itu, maka negara berdaulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali adalah Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.

DAN ITU SEMUA BERAWAL DARI PALESTINA DAN KETIKA ITU PALESTINA MASIH DIJAJAH OLEH BANGSA YAHUDI DAN FREEMASONRY!

Hikmah yang bisa diambil, kita tidak perlu menunggu diri kita dan orang disekitar kita ‘sempurna’ untuk membantu orang lain yang jauh. Itu semua bisa dilakukan secara bersamaan, tergantung sebesar apa kepedulian kita…

Jadi, masih egoiskah kita hanya memikirkan diri sendiri dan negara sendiri? Padahal kita punya hutang kepada Palestina yang turut memerdekakan negeri ini.
Baca lebih lanjut