Pengembangan Komunitas


ORGANIZATIONAL DEVELOPMENT

Rangkuman

Roles of Organizations in the Community
Peran-peran organisasi dalam suatu komunitas:
1. Menghasilkan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang diperlukan komunitas
2. Memberikan akses kepada sumber daya dan peluang-peluang yang ada dalam komunitas
3. Menjadi perantara terhadap sumber daya di luar komunitas
4. Membantu perkembangan sumber daya manusia
5. Menciptakan atau meningkatkan identitas dan komitmen komunitas tersebut
6. Mendukung advokasi komunitas dan penggunaan kekuatan dalam komunitas

Tanggapan

Setiap manusia membutuhkan wadah untuk berinteraksi dan berkarya. Adanya organisasi akan memfasilitasi kebutuhan manusia untuk berkreativitas dan membuat potensi-potensi yang ada dalam diri manusia bisa saling bersinergi menghasilkan karya yang luar biasa. Semakin berkembang suatu organisasi akan semakin mengembangkan community capacity.

COMMUNITY ORGANIZING

Rangkuman

Definisi Community Organizing adalah suatu proses yang membawa banyak orang secara bersama-sama untuk menyelesaikan masalah yang terdapat dalam suatu komunitas dan membawa mereka menuju tujuan kolektifnya.
Tujuan dari Community Organizing bisa berubah-ubah, mulai dari untuk bisa mendapatkan sumber daya hingga agar mendapatkan kekuasaan untuk menentukan ulang identitas sebuah kelompok. Mungkin juga untuk menggulingkan sebuah institusi, mungkin juga justru meningkatkan efektivitas dan efisiensi suatu institusi.
Baca lebih lanjut

presentasi cakARis pas mubes gARis


Bismillah
Ini adalah bahan presentasi saya waktu jadi cakARis (calon kepala gARis)
Tapi ada yang udah ditambahin sih.
Karena waktu itu yang dateng dikit, jadi saya pengen berbagi mimpi saya untuk gARis kepada teman-teman.
Walaupun yang kepilih bintang, semoga tulisan ini menginspirasi teman-teman untuk berkarya dimanapun.
Kenapa?
Karena Kita Keluarga

VISI 2010

“Satu Keluarga yang Progresif, Inklusif, dan Sinergis, Menuju Indonesia yang Islami”

1. Satu Keluarga: menunjukkan sebuah nuansa yang dibentuk di gARis ITB. Sebuah keluarga dakwah yang saling memahami, berbagi, dan mengasihi satu sama lain dengan landasan kecintaan terhadap Allah Subhanahu Wata’ala.

2. Progresif: menunjukkan bahwa sebagai sebuah keluarga, gARis ITB selalu menjadi lebih baik dalam setiap aspeknya. Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dialah orang yang paling beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, dialah orang yang merugi. Dan, barang siapa hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, dialah orang yang celaka. Fokus kepengurusan kali ini pada aspek: Pembinaan, Kompetensi, dan Syiar.

3. Inklusif: menunjukkan sebuah keluarga yang dekat dengan semuanya, yaitu gARis yang lebih bersahabat dan diterima oleh banyak pihak.

4. Sinegis: menunjukkan sebuah keluarga yang berkoordinasi dan bekerja sama sehingga tercipta sebuah idealitas dengan lebih optimal. gARis dengan organisasi lainnya saling melengkapi dan terintegrasi untuk tujuan yang mulia.

5. Menuju: menunjukkan kedinamisan dan orientasi gerak yang jelas untuk mencapai sebuah proses dan hasil yang baik dan berkah.

6. Indonesia Islami: menunjukkan bahwa gARis ITB memiliki pandangan dan cita-cita yang besar dalam kinerja dakwahnya. Serta menunjukkan peran gARis ITB sebagai salah satu batu bata di dalam proyek besar pembangunan Indonesia Islami. gARis memimpin LDPS lainnya untuk mengambil alih dakwah di kampus ITB dari GAMAIS Pusat, sehingga GAMAIS pusat bisa lebih fokus untuk melakukan Islamisasi masyarakat Indonesia.

MISI
Baca lebih lanjut

kokurikuler vs ekstrakurikuler


assalamu’alaykum wr wb.

kita semua sadar, bahwa kewajiban kita selama berada di kampus gajah duduk ini adalah bukan kuliah, melainkan studio =p hehe
(tapi kuliah juga wajib sih, untuk membantu studio kita juga soalnya)

ditengah-tengah kesibukan studio kita, datanglah sebuah penunjang lainnya.
dia berupa lembaga kemahasiswaan berbasis keprofesian arsitektur.
IMA GUNADHARMA!!!

kita bangga berada di dalamnya.
terlebih IMA G menawarkan hal-hal yang tidak diberikan secara langsung di bangku studio.
hal-hal tentang profesi arsitek yang akan sangat berguna ketika pascakampus nanti.

disiplin, integritas, kreativitas, etika profesi, idealisme arsitek, manajemen organisasi, teamwork, network, berpikir besar dan ‘beda’, dan berbagai hal lainnya.
semuanya sangat diperlukan untuk menjadi arsitek yang hebat!

namun,
ada satu lembaga lagi.
dia bukanlah penunjang kegiatan akademis maupun keprofesian arsitektur kita.
dia hanyalah sebuah tambahan saja.
syarat menjadi anggotanya hanya satu: muslim di arsitektur itb.
syarat menjadi pengurusnya hanya satu: mau (ga usah ikut kaderisasi/penjenjangan selama berbulan-bulan).
Baca lebih lanjut

Surat untuk BPA, Cakahim, dan G’08 lainnya ^^v


Hehe, bukan pengen sotoy-sotoyan (bahasa apa pula ini?)
Tapi hanya ingin berbagi mimpi untuk himpunan kita tercinta.
Semoga bisa bermanfaat.

Pertama, tentang orientasi gerak.

• Mempererat hubungan kekeluargaan dan persahabatan antar anggotanya.
• Membela dan membantu kepentingan anggotanya guna kelancaran pendidikannya.
• Memperdalam dan memperluas pengetahuan anggota dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan, arsitektur khususnya.
• Membentuk para anggotanya menjadi sarjana Indonesia.
• Memasyarakatkan arsitektur.
• Mendermakan pengetahuan kepada nusa dan bangsa.

Hehe, pasti temen2 udah pada hapal kan, dengan poin-poin di atas?
Ya, itu adalah tujuan IMA-G yang tercantum dalam AD/ART.

Kalo kita sederhanakan, mungkin keenam tujuan tersebut terangkum dalam 3 hal: keanggotaan, ke-arsitektur-an, dan kebangsaan. Atau dengan kata lain, kuncinya adalah: kaderisasi, keprofesian, dan pengabdian masyarakat (sebenernya gw ga suka dengan kata pengabdian masyarakat, gw lebih seneng ke konsep pengembangan masyarakat/community development)

Kemudian, tercantum pula dalam AD Pasal I bahwa: ”Perhimpunan bernama Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma disingkat IMA Gunadharma atau IMA-G.”
Ya, ada empat kata yang merangkai nama perhimpunan kita, Ikatan, Mahasiswa, Arsitektur, dan Gunadharma.
Kalo kita konversi ke bentuk kata lain, mungkin bisa seperti ini:
I berarti tentang keanggotaan, M berarti tentang kemahasiswaan, A berarti tentang kearsitekturan, sedangkan G berarti tentang keorganisasian.
Kalo kita perjelas maka berdasarkan nama, IMA-G seharusnya memiliki fokus pada hal-hal yang berhubungan dengan anggota (kaderisasi, penjagaan, kekeluargaan, dll), mahasiswa (pengabdian masyarakat, kajian, jaringan, dll), arsitektur (menunjang akademis/perkuliahan, keprofesian, dll), dan organisasi (ciri khas organisasi, peningkatan sofskill dan lifeskill, dll)
Dan ternyata, ketiga tujuan IMA-G sudah masuk ke dalam rangkaian diatas ^^

Jadi, gw sangat berharap bahwa IMA-G berorientasi pada hal-hal di atas secara lembaga. Nah, kalo fokus untuk tahun ini, gimana kalo KEPROFESIAN!!?
Baca lebih lanjut

Mengkritisi Sistem imaG


assalamu’alaykum wr wb

hanya ingin melemparkan wacana tentang sistem di imaG,,
saya kurang sreg dengan beberapa hal, terutama yang berkaitan dengan proses pembelajaran seseorang di imaG…
sebenernya solusinya udah terpikirkan, tapi pengen tahu dulu, pandangan temen2 yang baca seperti apa… ^^v hehe
ini dia:

1. adanya nonBP, kesempatan belajar lebih dikit karena pilihannya cuma satu: kepanitiaan
2. adanya BP yang jadi ‘pejabat’ di kepanitiaan, sehingga semakin mengurangi ladang kerja nonBP. sebaiknya, posisi penting di kepanitiaan (panitia inti, kordiv) diisi oleh nonBP. tapi, saat ini masih ada yang dijabat oleh BP.
3. adanya anggota baru (jenjang bina) yang langsung menjabat di level tertinggi (BPA), hal ini membuat jam terbangnya kurang. karena BPA tidak terlibat dalam hal2 teknis (yang seharusnya, jenjang bina banyak mengambil pelajaran yang banyak disini). kaderisasi tidak sehat, tidak mengalami low management, tapi langsung ke top management. dampaknya kurang terasah kemampuannya
4. adanya anggota biasa yang ‘ga ngapa2in’, sebut saja swasta/tingkat akhir. seharusnya pada jenjang anggota biasa, peranannya harus besar mengingat mereka adalah jenjang tertinggi yang masih tercatat sebagai mahasiswa (tingkat tertinggi juga)
5. kurang terorganisasinya anggota madya. saya yakin anggota madya ini masih ingin berkontribusi ke imaG, tapi gak ada wadah dan koordnatornya. lahan kontribusinya pun membingungkan/ga jelas/sulit didefinisikan
6. posisi senator di luar BP, sehingga sulit koordinasi. sebaiknya senator selalu ikut rapat BP sehingga tahu kondisi internal perhimpunan
7. adanya anggota mula yang menjadi anggota bina di tingkat tiga atau empat, biasanya setelah itu tidak ngapa2in lalu tiba2 jadi anggota madya/lulus
8. umm, apa lagi yah? udah dulu ah…

menurut saya, jika hal2 di atas masih ada, akan ada beberapa orang anggota yang akan tidak sempurna pembelajarannya di imaG, sehingga peran imaG sebagai kokurikuler tidak optimal.

ada tanggapan?? makasih

-PH AR07 G08 PSDA09-

Mengenal SAPPK ITB


Apa sih SAPPK itu?
Emang fakultas yang satu ini aneh banget! Namanya panjang sendiri…
Eiss, jangan salah dengan namanya, karena didalamnya ada hal yang keren banget lho ^^
penasaran kan?
Yuk, lebih dekat dengan SAPPK…

PROFIL SAPPK ITB

Latar Belakang

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB didirikan pada tanggal 29 Agustus 2005, berdasarkan SK Rektor ITB No. 222/2005 yang bertujuan melakukan reorganisasi unit-unit akademik ITB dengan menambahkan jumlah Fakultas / Sekolah dari 7 (tujuh) menjadi 11 (sebelas). Namun unsur-unsur pembentuk SAPPK bukanlah hal yang baru, karena seluruh program akademik dan sumber dayanya berasal dari dua departemen yang semula bernaung di bawah Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (yaitu: Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota) dan dua program studi yang semula bernaung di bawah Fakultas Teknik Industri (yaitu: Studi Pembangunan dan Transportasi).

SAPPK ITB mulai aktif beroperasi sejak tanggal 1 Januari 2006 sebagai unit implementasi akademik yang bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. SAPPK memiliki 10 (sepuluh) program studi mulai dari strata pendidikan sarjana sampai dengan doktor, 8 (delapan) kelompok keahlian, 82 (delapan puluh dua) staf akademik, dan 44 (empat puluh empat) staf non akademik, dan 1420 mahasiswa program sarjana dan pascasarjana (kondisi 31 Desember 2008).

Seperti telah digariskan dalam AD/ART ITB BHMN, SAPPK ITB mengemban amanat untuk membina dan mengembangkan pengetahuan ilmiah, budaya dan komunitas akademik yang kondusif, serta jejaring dan inisiatif kerjasama internasional.

Visi:
Baca lebih lanjut

Filosofi Pendidikan dan Kaderisasi


UNDANG-UNDANG DASAR 1945
BAB XIII
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Pasal 31
(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.
(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

UNDANG-UNDANG NO. 20/2003

Tujuan Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi perserta didik agar menjadi manusia yang:
a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa:
b. Berakhlak mulia;

c. Sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri;
d. Menjadi warga negara yang demoktratis;
e. Bertanggung jawab.

********

Pendidikan sejati adalah yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi perserta didik agar menjadi manusia yang: Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; Berakhlak mulia; Sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri; Menjadi warga negara yang demoktratis; Bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut