Diari Da’wah #2


Hujaaann… AlhamduliLlah, Allahumma shayyiban nafi’an. Bagi seorang aktivis da’wah, hujan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, disesali, ataupun jadi penghalang berbagai aktivitas, karena ia adalah rahmat dari Allah SWT. Bisa saja, dengan turunnya hujan, Allah sedang menggagalkan berbagai kemaksiatan yang akan terjadi. Dan sebaliknya, bisa saja dengan turunnya hujan, Allah membantu terjadinya berbagai kebaikan yang tak terduga-duga.

Hujan


saya selalu suka pada hujan, pada rerintiknya, pada gemericiknya, pada wanginya, dan pada suasananya. serta yang pasti pada pelanginya.

saya selalu suka pada hujan, karena kedatangannya menjadi penyejuk bumi. terutama bagi yang hatinya kering oleh nafsu.

sesungguhnya Allah lah yang menurunkan hujan dari langit ke bumi dan airnya jatuh di tempat yang baik.

di tempat itu pula ada biji, sehingga kebusukan tanahnya tidak menghalangi biji tersebut untuk tumbuh. semua dari hujan.

hujan buat biji itu berkembang, menghijau, dan menjadi bagus. hingga akhirnya berbuah dan menebar banyak manfaat.

dan sungguh, al Qur’an adalah penyejuk hati orang mukmin, sebagaimana halnya hujan menjadi penyejuk bumi.

lalu, apa yang telah ditumbuhkan al Qur’an di dalam hatimu? adakah ia basahi hatimu seperti hujan?

sudah berapa surat yang kita miliki? dan apa yang sudah anda amalkan darinya? mestinya al Qur’an membekas laiknya hujan

Allahumma shayyiban nafi’an, Allahumma shayyiban nafi’an, Allahumma shayyiban nafi’an…