Balloon of IMA Gunadharma


Green Balloon of Rujakota : Bandung Public Intervention from vidour on Vimeo.

but when i’m miserable i want to run around and play like a child
filling a balloon full of my small dreams
during my childhood i dreamed a beautiful dream about riding a balloon and flying away

(DBSK – Balloons)

Balon hijaunya rujakota mengintervensi Dago CFD (Car Free Day)
Kangen IMA G, udah lama ga vivat-vivat.
Semoga kalian baik-baik saja dan akur sama gARis =j

Gundharma! Vivat vivat G, IMA G tetap jaya!!!
I’m a G!

presentasi cakARis pas mubes gARis


Bismillah
Ini adalah bahan presentasi saya waktu jadi cakARis (calon kepala gARis)
Tapi ada yang udah ditambahin sih.
Karena waktu itu yang dateng dikit, jadi saya pengen berbagi mimpi saya untuk gARis kepada teman-teman.
Walaupun yang kepilih bintang, semoga tulisan ini menginspirasi teman-teman untuk berkarya dimanapun.
Kenapa?
Karena Kita Keluarga

VISI 2010

“Satu Keluarga yang Progresif, Inklusif, dan Sinergis, Menuju Indonesia yang Islami”

1. Satu Keluarga: menunjukkan sebuah nuansa yang dibentuk di gARis ITB. Sebuah keluarga dakwah yang saling memahami, berbagi, dan mengasihi satu sama lain dengan landasan kecintaan terhadap Allah Subhanahu Wata’ala.

2. Progresif: menunjukkan bahwa sebagai sebuah keluarga, gARis ITB selalu menjadi lebih baik dalam setiap aspeknya. Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dialah orang yang paling beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, dialah orang yang merugi. Dan, barang siapa hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, dialah orang yang celaka. Fokus kepengurusan kali ini pada aspek: Pembinaan, Kompetensi, dan Syiar.

3. Inklusif: menunjukkan sebuah keluarga yang dekat dengan semuanya, yaitu gARis yang lebih bersahabat dan diterima oleh banyak pihak.

4. Sinegis: menunjukkan sebuah keluarga yang berkoordinasi dan bekerja sama sehingga tercipta sebuah idealitas dengan lebih optimal. gARis dengan organisasi lainnya saling melengkapi dan terintegrasi untuk tujuan yang mulia.

5. Menuju: menunjukkan kedinamisan dan orientasi gerak yang jelas untuk mencapai sebuah proses dan hasil yang baik dan berkah.

6. Indonesia Islami: menunjukkan bahwa gARis ITB memiliki pandangan dan cita-cita yang besar dalam kinerja dakwahnya. Serta menunjukkan peran gARis ITB sebagai salah satu batu bata di dalam proyek besar pembangunan Indonesia Islami. gARis memimpin LDPS lainnya untuk mengambil alih dakwah di kampus ITB dari GAMAIS Pusat, sehingga GAMAIS pusat bisa lebih fokus untuk melakukan Islamisasi masyarakat Indonesia.

MISI
Baca lebih lanjut

kokurikuler vs ekstrakurikuler


assalamu’alaykum wr wb.

kita semua sadar, bahwa kewajiban kita selama berada di kampus gajah duduk ini adalah bukan kuliah, melainkan studio =p hehe
(tapi kuliah juga wajib sih, untuk membantu studio kita juga soalnya)

ditengah-tengah kesibukan studio kita, datanglah sebuah penunjang lainnya.
dia berupa lembaga kemahasiswaan berbasis keprofesian arsitektur.
IMA GUNADHARMA!!!

kita bangga berada di dalamnya.
terlebih IMA G menawarkan hal-hal yang tidak diberikan secara langsung di bangku studio.
hal-hal tentang profesi arsitek yang akan sangat berguna ketika pascakampus nanti.

disiplin, integritas, kreativitas, etika profesi, idealisme arsitek, manajemen organisasi, teamwork, network, berpikir besar dan ‘beda’, dan berbagai hal lainnya.
semuanya sangat diperlukan untuk menjadi arsitek yang hebat!

namun,
ada satu lembaga lagi.
dia bukanlah penunjang kegiatan akademis maupun keprofesian arsitektur kita.
dia hanyalah sebuah tambahan saja.
syarat menjadi anggotanya hanya satu: muslim di arsitektur itb.
syarat menjadi pengurusnya hanya satu: mau (ga usah ikut kaderisasi/penjenjangan selama berbulan-bulan).
Baca lebih lanjut

Surat untuk BPA, Cakahim, dan G’08 lainnya ^^v


Hehe, bukan pengen sotoy-sotoyan (bahasa apa pula ini?)
Tapi hanya ingin berbagi mimpi untuk himpunan kita tercinta.
Semoga bisa bermanfaat.

Pertama, tentang orientasi gerak.

• Mempererat hubungan kekeluargaan dan persahabatan antar anggotanya.
• Membela dan membantu kepentingan anggotanya guna kelancaran pendidikannya.
• Memperdalam dan memperluas pengetahuan anggota dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan, arsitektur khususnya.
• Membentuk para anggotanya menjadi sarjana Indonesia.
• Memasyarakatkan arsitektur.
• Mendermakan pengetahuan kepada nusa dan bangsa.

Hehe, pasti temen2 udah pada hapal kan, dengan poin-poin di atas?
Ya, itu adalah tujuan IMA-G yang tercantum dalam AD/ART.

Kalo kita sederhanakan, mungkin keenam tujuan tersebut terangkum dalam 3 hal: keanggotaan, ke-arsitektur-an, dan kebangsaan. Atau dengan kata lain, kuncinya adalah: kaderisasi, keprofesian, dan pengabdian masyarakat (sebenernya gw ga suka dengan kata pengabdian masyarakat, gw lebih seneng ke konsep pengembangan masyarakat/community development)

Kemudian, tercantum pula dalam AD Pasal I bahwa: ”Perhimpunan bernama Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma disingkat IMA Gunadharma atau IMA-G.”
Ya, ada empat kata yang merangkai nama perhimpunan kita, Ikatan, Mahasiswa, Arsitektur, dan Gunadharma.
Kalo kita konversi ke bentuk kata lain, mungkin bisa seperti ini:
I berarti tentang keanggotaan, M berarti tentang kemahasiswaan, A berarti tentang kearsitekturan, sedangkan G berarti tentang keorganisasian.
Kalo kita perjelas maka berdasarkan nama, IMA-G seharusnya memiliki fokus pada hal-hal yang berhubungan dengan anggota (kaderisasi, penjagaan, kekeluargaan, dll), mahasiswa (pengabdian masyarakat, kajian, jaringan, dll), arsitektur (menunjang akademis/perkuliahan, keprofesian, dll), dan organisasi (ciri khas organisasi, peningkatan sofskill dan lifeskill, dll)
Dan ternyata, ketiga tujuan IMA-G sudah masuk ke dalam rangkaian diatas ^^

Jadi, gw sangat berharap bahwa IMA-G berorientasi pada hal-hal di atas secara lembaga. Nah, kalo fokus untuk tahun ini, gimana kalo KEPROFESIAN!!?
Baca lebih lanjut

Mengkritisi Sistem imaG


assalamu’alaykum wr wb

hanya ingin melemparkan wacana tentang sistem di imaG,,
saya kurang sreg dengan beberapa hal, terutama yang berkaitan dengan proses pembelajaran seseorang di imaG…
sebenernya solusinya udah terpikirkan, tapi pengen tahu dulu, pandangan temen2 yang baca seperti apa… ^^v hehe
ini dia:

1. adanya nonBP, kesempatan belajar lebih dikit karena pilihannya cuma satu: kepanitiaan
2. adanya BP yang jadi ‘pejabat’ di kepanitiaan, sehingga semakin mengurangi ladang kerja nonBP. sebaiknya, posisi penting di kepanitiaan (panitia inti, kordiv) diisi oleh nonBP. tapi, saat ini masih ada yang dijabat oleh BP.
3. adanya anggota baru (jenjang bina) yang langsung menjabat di level tertinggi (BPA), hal ini membuat jam terbangnya kurang. karena BPA tidak terlibat dalam hal2 teknis (yang seharusnya, jenjang bina banyak mengambil pelajaran yang banyak disini). kaderisasi tidak sehat, tidak mengalami low management, tapi langsung ke top management. dampaknya kurang terasah kemampuannya
4. adanya anggota biasa yang ‘ga ngapa2in’, sebut saja swasta/tingkat akhir. seharusnya pada jenjang anggota biasa, peranannya harus besar mengingat mereka adalah jenjang tertinggi yang masih tercatat sebagai mahasiswa (tingkat tertinggi juga)
5. kurang terorganisasinya anggota madya. saya yakin anggota madya ini masih ingin berkontribusi ke imaG, tapi gak ada wadah dan koordnatornya. lahan kontribusinya pun membingungkan/ga jelas/sulit didefinisikan
6. posisi senator di luar BP, sehingga sulit koordinasi. sebaiknya senator selalu ikut rapat BP sehingga tahu kondisi internal perhimpunan
7. adanya anggota mula yang menjadi anggota bina di tingkat tiga atau empat, biasanya setelah itu tidak ngapa2in lalu tiba2 jadi anggota madya/lulus
8. umm, apa lagi yah? udah dulu ah…

menurut saya, jika hal2 di atas masih ada, akan ada beberapa orang anggota yang akan tidak sempurna pembelajarannya di imaG, sehingga peran imaG sebagai kokurikuler tidak optimal.

ada tanggapan?? makasih

-PH AR07 G08 PSDA09-

Filosofi Pendidikan dan Kaderisasi


UNDANG-UNDANG DASAR 1945
BAB XIII
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Pasal 31
(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.
(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.
(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

UNDANG-UNDANG NO. 20/2003

Tujuan Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi perserta didik agar menjadi manusia yang:
a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa:
b. Berakhlak mulia;

c. Sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri;
d. Menjadi warga negara yang demoktratis;
e. Bertanggung jawab.

********

Pendidikan sejati adalah yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi perserta didik agar menjadi manusia yang: Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; Berakhlak mulia; Sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri; Menjadi warga negara yang demoktratis; Bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut

Draft Arahan Agenda Ramadhan gARis ITB


ISLAMIC ARCHITECT INSTITUTE

RAMADHAN 1430 H

gARis ITB

___________________

Reza Primawan Hudrita AR’07

Staf Force-T Gamais | Kepala Sektor Internal MuSA | Staf Sektor Syi’ar gARis | Staf Subbidang Pengembangan Sumber Daya Anggota IMA Gunadharma | Staf Divisi Pembinaan Anggota Majelis Ta’lim Salman | Koordinator Divisi Kaderisasi AAEI

081311158182 | kooei_ikh1@yahoo.com | https://rezaprimawanhudrita.wordpress.com

 

Latar Belakang

 

Ramadhan tahun ini, akan semakin berdekatan dengan diterimanya mahasiswa baru ITB tahun masuk 2009. Bahkan, mungkin Ramadhan yang jatuh pada tanggal 22 Agustus 2009 – 19 September 2009, akan lebih kita temui dibanding bangku kuliah di awal semester ganjil nanti.

 

Walaupun begitu, momen sebesar ini tidak boleh kita biarkan lewat begitu saja. Ia harus benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ramadhan yang merupakan momen paling puncak dalam syiar umat islam dalam setahun adalah bulan yang begitu spesial bagi kita dan umat muslim di seluruh dunia. Keberadaannya merupakan anugerah yang besar. Betapa tidak, banyak keutamaan yang terkandung di dalam bulan ini dan keutamaan itu tidak akan pernah kita jumpai pada bulan-bulan selain Ramadhan.

 

Ramadhan memiliki daya Syiar Islam yang sangat luar biasa. Momen yang serentak terjadi di seluruh dunia itu terbukti mampu menjadi perhelatan paling akbar umat Muslim yang penuh dengan Syi’ar Islam hingga saat ini. Kehadirannya bagaikan suatu oase iman penyejuk ditengah gersangnya gemerlap kehidupan dunia saat ini.

 

Keistimewaan bulan Ramadhan tak jarang membuat sebagian besar umat muslim lebih membuka diri dan pintu hatinya untuk lebih menerima cahaya rahmat dan hidayah Allah SWT. Membuatnya lebih rajin mendekatkan diri pada Allah SWT, karena kita tahu bahwa sekecil apapun amalan kita di bulan ini, itu akan menjadi ‘wah’ di sisi Allah SWT, padahal bisa jadi jika di bulan-bulan lain tidak akan mendapatkan apapun dari Allah SWT. Amalan mubah akan bernilai amalan sunnah, amalan sunnah akan bernilai amalan wajib, dan amalan wajib tentu akan dilipat gandakan pahalanya. Oleh karena itu, kita harus pahami dengan baik adalah pada saat ramadhan, peluang menyuarakan Islam dan menjadi jalan hidayah bagi banyak orang semakin besar.

 

Kita harus menjadikannya momen akbar bagi umat muslim khususnya di ITB. Hal ini seharusnya menjadi pemicu bagi gARis untuk lebih intens dan gencar melakukan syiar Islam. Oleh karena itu, kepanitiaan ini perlu untuk diinisiasi sedini mungkin, mengingat sebelum hadirnya bulan ini, kita semua akan ‘terlena’ di liburan panjang menjelang tahun ajaran yang baru. Harapannya agar panitia tidak kewalahan menghadapi suatu acara namun kondisi panitia sedang berpencar sehingga hanya beberapa orang saja yang terbebani dan mengorbankan masa-masa liburannya. Padahal, kepanitiaan ini merupakan ladang amal terbesar dan tadrib amal termegah sehingga harus dimatangkan konsep dan teknisnya agar lebih berasa efeknya, bahkan hingga bulan-bulan berikutnya.

 

Tujuan

Baca lebih lanjut