Takkan Sendiri


“Kita tidak akan merasa sendiri, selama masih ada Allah dalam hati. Kita tidak akan merasa berduka, selama masih ada iman dalam dada.” (kuot ngasal buatan sendiri. hoho)

1.
Allah akan selalu ada untuk kita…
Bila dalam amanah da’wah ini kita merasa sendiri, itu bukan berarti rekan-rekan kita meninggalkan kita, melainkan kita lah yang meninggalkan Allah…

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (TQS. Al Baqarah: 186)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,” (TQS. Qaaf: 16)

“…Dia bersama kamu di mana saja kamu berada…” (TQS. Al Hadiid: 4)

2.
Tidak selayaknya bagi seorang mu’min bersedih hati lagi bersusah diri, sementara surga-Nya telah rindu menanti kedatangannya dan bidadari-bidadari telah sibuk menata diri untuk bertemu dengannya…
Baca lebih lanjut

[jurnal] Pembentukan Tim


Assalamu’alaykum wr wb

Mencari sebuah tim bukanlah perkara mudah dan tidak bisa dipermudah begitu saja. Layaknya bangunan, perlu adanya keseriuasan dalam menentukan struktur, konstruksi, dan bahannya. Semua syarat dan ketentuannya berlaku.

1. Pilih bahan terbaik.

Yang paling bagus adalah yang ruhiyyahnya paling baik. Apalagi dalam organisasi dakwah.
Ruhiyyah kita dan ketaqwaan kita adalah modal untuk menjalankan perjuangan dakwah fii sabilillah.
Seleksi calon yang akan kita ajak menjadi tim dengan penjagaan amalan yaumiyahnya. Kemudian, tetap terus ingatkan mereka untuk jaga amalannya.

Ketaqwaan merupakan syarat terpenting dalam dakwah, karena disanalah iman, islam, ilmu, dan amal bermuara.
Akan lebih baik bila kita sampai kepada status ‘ihsan’, yaitu keadaan dimana ketika kita beribadah kita seolah dapat melihat Allah. Kalaupun tidak bisa, yakinlah bahwa Allah selalu melihat kita.

Hanya saja, semua itu hanya diri sendiri dan Allah yang tahu.
Yang di hati tersembunyi, lisan bisa berdusta, dan ibadah bisa pura-pura.
Maka Sang Nabi meletakkan banyak ukuran iman dalam KUALITAS HUBUNGAN SESAMA, diantaranya: berkata yang baik atau diam, memuliakan tamu, tak menyakiti tetangga, amannya sesama dari gangguan lisan dan tangan, jujur, amanah, tepat janji, tak menggunjing, tak memfitnah, saling mencinta, berakhlaq mulia, dan masih banyak lagi.

Ya, ukhuwah, itulah dampak dari iman.
Ukhuwah tidak perlu diperjuangkan, karena sesungguhnya tiap mu’min itu bersaudara.
Ia hadir ketika kita bersama-sama mengimani Allah.
Bagai beberapa benda yang menuju satu titik, benda-benda tersebut akan saling mendekat.
Begitu juga dengan kita, bila iman kita mendekat pada Allah semata, maka hati-hati kita akan saling mendekat.

Ukhuwah kita merupakan cerminan iman kita. Semakin erat berarti semakin sehat.
Baca lebih lanjut

Iman dan Ukhuwah sebagai Modal Da’wah


Assalamu’alaykum wr wb

Dengan menyebut asma Allah yang Mahapemurah Mahapenyayang, marilah kita simak Quran Surat Al Baqoroh ayat 102-104 berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٠٢)

102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (١٠٣)

103. dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (١٠٤)

104. dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Begitulah Allah SWT mengajarkan kita tentang berdakwah.
Ketaqwaan merupakan syarat terpenting dalam dakwah, karena disanalah iman, islam, ilmu, dan amal bermuara.
Akan lebih baik bila kita sampai kepada status ‘ihsan’, yaitu keadaan dimana ketika kita beribadah kita seolah dapat melihat Allah. Kalaupun tidak bisa, yakinlah bahwa Allah selalu melihat kita
Baca lebih lanjut